gtrees.net

Bagaimana Siklus Haid yang Normal dan Tidak Normal? Ini Penjelasannya

Ilustrasi menstruasi
Foto: Getty Images/iStockphoto/Ekaterina79

Daftar Isi
  • Siklus Haid Normal
  • Siklus Haid Tidak Normal
  • Penyebab Siklus Haid Tidak Normal
  • Cara Agar Siklus Haid Normal
  • 1. Berolahraga Secara Teratur 2. Berlatih Yoga 3. Asupan Vitamin D
  • Pentingnya untuk Mencatat Siklus Haid
Jakarta -

Haid atau yang bisa disebut dengan menstruasi adalah perdarahan bulanan yang biasanya dialami oleh perempuan. Perdarahan bulanan yang dimaksud di sini adalah peluruhan dinding rahim.

Selama siklus haid bulanan, lapisan rahim terbentuk untuk mempersiapkan kehamilan. Jika kamu tidak sedang hamil, kadar hormon estrogen dan progesteron mulai menurun. Kadar estrogen dan progesteron yang sangat rendah memberitahu tubuh kamu untuk mulai menstruasi.

Setiap perempuan mempunyai siklus haid yang berbeda-beda tiap bulannya. Dikutip dari Women's Health, siklus haid kamu bisa dihitung dari hari pertama menstruasi hingga hari pertama menstruasi berikutnya. Sebagian perempuan memperhatikan siklus haidnya tiap bulan, namun sebagian lagi bisa saja tidak begitu memperhatikan. Padahal, dengan memperhatikan siklus haid yang terjadi tiap bulan bisa sangat membantu untuk mengecek apakah siklus haid kita normal atau tidak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Siklus haid bisa dipengaruhi oleh usia. Pikirkanlah berapa usia kamu saat pertama kali mendapatkan menstruasi, dan berapakah usia kamu saat memasuki masa menopause nanti. Nah tentu saja akan banyak yang berubah dari masa ke masa, bukan? Sama halnya dengan siklus haid kamu yang akan berubah dari masa ke masa.

Berikut penjelasan lebih lengkapnya mengenai siklus haid yang normal dan tidak normal.

ADVERTISEMENT

Siklus Haid Normal

Siklus rata-rata haid biasanya adalah 28 hari. Selama satu atau dua tahun pertama setelah haid dimulai, perempuan cenderung memiliki siklus haid yang lebih panjang yang tidak dimulai pada waktu yang sama setiap bulannya.

Perempuan berusia lebih tua sering memiliki siklus yang lebih pendek dan lebih konsisten. Berapa lama menstruasi berlangsung juga bervariasi. Waktu dari keluarnya darah pertama hingga terakhir biasanya berkisar antara 3 hingga 5 hari. Durasi dari 2 hari hingga seminggu adalah normal untuk suatu periode.

Siklus Haid Tidak Normal

Untuk mengetahui siklus haid yang tidak normal bisa dilihat dari tidak teraturnya haid tiap bulannya. Kadang terjadi di awal bulan, atau kadang terjadi di pertengahan, bahkan di akhir bulan. Berikut ini beberapa ciri-ciri yang menunjukkan siklus haid tidak normal.

  1. Siklus haid yang tidak normal biasanya terjadi kurang dari 21 hari dan lebih dari 35 hari.
  2. Haid tiba-tiba berhenti selama lebih dari 90 hari, padahal kamu sedang tidak hamil.
  3. Haid tidak teratur padahal sebelumnya selalu teratur.
  4. Mengalami perdarahan yang lebih banyak dari biasanya atau merembes melalui lebih dari satu pembalut atau tampon setiap satu atau dua jam.
  5. Jarak antara haid kurang dari 21 hari atau lebih dari 35 hari.

Penyebab Siklus Haid Tidak Normal

  1. Sedang hamil atau menyusui.
  2. Gangguan makan, penurunan berat badan yang ekstrem atau terlalu banyak berolahraga.
  3. Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS).
  4. Kegagalan Ovarium Prematur.
  5. Penyakit Radang Panggul atau Pelvic Inflammatory Disease (PID).
  6. Fibroid rahim.

Cara Agar Siklus Haid Normal

1. Berolahraga Secara Teratur

Olahraga memiliki banyak manfaat kesehatan yang dapat membantu siklus menstruasi kamu. Olahraga dapat membantu kamu mencapai atau mempertahankan berat badan yang ideal.

Olahraga umumnya direkomendasikan sebagai bagian dari rencana perawatan untuk sindrom ovarium polikistik. Nah penyakit inilah yang dapat menyebabkan ketidakteraturan menstruasi.

Pada jurnal berjudul "Is Exercise an Effective Treatment for Dysmenorrhea" menunjukkan bahwa olahraga dapat secara efektif mengobati dismenore primer dengan mengurangi intensitas dan durasi nyeri yang terkait dengan siklus menstruasi. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami efek olahraga pada siklus yang tidak teratur.

2. Berlatih Yoga

Yoga dapat menjadi cara yang efektif untuk berbagai masalah mengenai haid. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Rani M (2013) yang melibatkan 126 partisipan menunjukkan bahwa apabila melakukan yoga selama 5 hari selama 6 bulan dengan waktu latihan sebanyak 30-40 menit sehari dapat menurunkan kadar hormon yang berhubungan dengan haid yang tidak teratur. Yoga juga telah terbukti mengurangi nyeri haid dan gejala emosional yang terkait dengan haid, seperti depresi dan kecemasan.

Jika kamu baru mengenal yoga, kamu dapat mencari video yoga secara online untuk pemula. Selain itu, kamu juga bisa melihat videonya melalui YouTube. Hal ini justru mempermudah karena bisa dilakukan di rumah.

3. Asupan Vitamin D

Penelitian yang dilakukan oleh Jukic AM (2015) menunjukkan bahwa rendahnya kadar vitamin D pada tubuh dapat mempengaruhi siklus haid yang tidak teratur. Oleh karena itu, disarankan untuk mengonsumsi vitamin D agar siklus haid teratur. Vitamin D dapat dijumpai dalam berbagai makanan dan minuman, seperti susu dan sereal. Selain mendapatkan vitamin D dari makanan dan minuman, kamu juga bisa mendapatkannya melalui paparan sinar matahari.

Selain vitamin D, vitamin B juga dapat menurunkan risiko gejala pramenstruasi. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa mengkonsumsi sumber makanan yang mengandung vitamin B memiliki risiko pramenstruasi yang jauh lebih rendah, dan studi lain menunjukkan bahwa vitamin B-6 dapat meringankan depresi akibat pramenstruasi.

Pentingnya untuk Mencatat Siklus Haid

Mencatat terjadinya siklus haid merupakan salah satu hal yang perlu dilakukan. Hal ini agar kita mengetahui kondisi kesehatan kita dan mencegah kemungkinan-kemungkinan buruk yang akan terjadi. Berikut ini apa saja hal yang perlu dilakukan saat mencatat siklus haid:

  1. Catat kapan menstruasi kamu dimulai dan kapan berhenti.
  2. Seberapa sedikit atau banyak darah yang dikeluarkan.
  3. Apakah kamu mengalami pembekuan darah atau tidak.
  4. Seberapa sering kamu mengganti pembalut atau tampon yang kamu gunakan.
  5. Seberapa parah nyeri haid yang kamu alami.
  6. Perubahan suasana hati.
  7. Bercak di antara periode

Itu tadi penjelasan singkat yang bisa rangkum mengenai siklus haid normal dan tidak normal serta cara mengatasinya. Semoga artikel ini bermanfaat!



Simak Video "Mitos atau Fakta: Makan Nanas Pemicu Haid Datang Lebih Cepat"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat