gtrees.net

5 Penyebab Darah Haid Menggumpal saat Keluar, Apakah Normal?

Kacau! Wanita Ini Campur Darah Haid dan Air Kencing ke Makanan
Ilustrasi darah haid. Foto: Juice/Ilustrasi iStock

Daftar Isi
  • Alasan Saat Keluar Darah Haid Menggumpal
  • Penyebab Darah Haid Menggumpal
  • 1. Obstruksi Rahim 2. Hormon yang Tidak Seimbang 3. Keguguran 4. Penyakit Von Willebrand
  • Apakah Normal jika Darah Haid Menggumpal?
  • Gumpalan Darah Haid yang Tidak Normal
Jakarta -

Menstruasi atau haid adalah hal normal bagi wanita. Siklus haid setiap wanita bisa berbeda dari frekuensi, jumlah, durasi dan penggumpalan darahnya.

Kebanyakan, wanita saat haid akan mengalami penggumpalan darah. Di sisi lain, ada dari mereka yang juga takut atau khawatir jika melihatnya. Pelajari apakah darah haid menggumpal itu normal dan penyebab di baliknya.

Alasan Saat Keluar Darah Haid Menggumpal

Gumpalan darah saat haid adalah gumpalan darah seperti gel yang keluar dari leher rahim melalui vagina. Utamanya, terjadinya pelepasan rahim (endometrium) adalah penyebab penggumpalan darah haid.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selama haid, hormon-hormon dalam tubuh menyebabkan lapisan rahim mulai luruh (jatuh berguguran). Hal ini membuat pembuluh darah kecil mengalami pendarahan.

Dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi atau Ob/Gyn Salena Zanotti, MD, mengungkapkan bahwa gumpalan darah akan terbentuk kapan saja, karena kita memiliki sejumlah darah yang tersimpan di sana.

ADVERTISEMENT

"Penggumpalan darah seharusnya terjadi pada tingkat tertentu. Pada penggumpalan darah haid, yang terjadi adalah jika kita mengalami pendarahan dalam jumlah banyak. Maka darah tersebut akan terkumpul di dalam rahim dan saat berada di sana, darah tersebut akan membentuk gumpalan," kata Dr. Zanotti dikutip dari laman Cleveland Clinic.

Dilansir dari Healthline, seringnya wanita usia subur yang sedang haid akan melepaskan rahimnya setiap 28-35 hari. Endometrium bisa menebal dan tumbuh, sepanjang bulan sebagai respons atas estrogen (hormon seks wanita).

Salah satu peran hormon estrogen yaitu untuk membantu mendukung sel telur yang telah dibuahi. Jika kehamilan tidak terjadi, makan lapisan endometrium akan terlepas (hal ini yang disebut dengan masa haid).

Saat lapisan terlepas, lapisan itu akan bercampur dengan darah, lendir, dan jaringan. Bentuk darahnya mirip seperti selai atau stroberi rebus, dengan warna dari merah terang hingga merah tua.

Ada beberapa penyebab yang mendasari penggumpalan darah hadi, faktor hormonal dan fisik juga bisa meningkatkan peluang terjadinya kondisi ini.

Penyebab Darah Haid Menggumpal

Selain faktor-faktor yang disebutkan di atas, penyebab lain yang mendasari penggumpalan darah haid, yakni:

1. Obstruksi Rahim

Kondisi rahim yang membesar akan memberikan tekanan lebih pada dinding rahim. Hal ini bisa meningkatkan perdarahan dan pembekuan darah.

Obstruksi uterus bisa sebabkan karena:

  • Tumor kanker
  • Fibroid
  • Endometriosis
  • Adenomiosis

2. Hormon yang Tidak Seimbang

Lapisan rahim yang tumbuh dan menebal dengan baik, bergantung pada keseimbangan estrogen dan progesteron. Jika hormon tersebut ada yang terlalu banyak/sedikit, wanita mungkin akan mengalami pendarahan yang banyak.

Beberapa hal penyebab ketidakseimbangan hormonal yaitu:

  • Penurunan atau penambahan berat badan yang signifikan
  • Tidak haid atau yang tidak teratur
  • Perimenopause
  • Menekankan

3. Keguguran

March of Dimes, organisasi AS yang bekerja untuk kesehatan ibu dan bayi, melaporkan bahwa setengah dari seluruh kehamilan berakhir dengan keguguran. Banyak dari keguguran terjadi, sebelum mereka menyadari bahwa mereka hamil..

4. Penyakit Von Willebrand

Aliran darah haid yang deras juga bisa sebabkan penyakit von willebrand (VWD). Walaupun jarang terjadi, antara 5% sampai 25% wanita dengan pendarahan haid kronis terkena penyakit ini.

Apakah Normal jika Darah Haid Menggumpal?

Dalam sebagian besar kasus, darah haid menggumpal adalah hal normal. Jika terjadi sesekali, hal ini biasanya tidak perlu dikhawatirkan.

Gumpalan darah saat haid yang normal ukuran diameternya tidak lebih dari 2,5 cm dan hanya terjadi sesekali, biasanya saat menjelang awal siklus haid.

Di awal dan akhir siklus haid warna darah mungkin tampak merah cerah. Karena aliran darah mengalir dengan cepat, sehingga darah tidak punya waktu untuk menjadi gelap.

Selama beberapa hari pertama saat menstruasi, adalah siklus paling deras. Sehingga, gumpalan darah juga bisa berwarna merah tua atau merah marun.

Menurut Central of Disease Control (CDC), aliran yang dianggap normal, jika pendarahan menstruasi berlangsung selama 4-5 hari, an menghasilkan 2-3 sendok makan darah atau normal.

Dr. Zanotti mengatakan, kita mungkin merasakan gumpalan darah haid saat lagi duduk lalu berdiri atau berada di tempat tidur.

"Gumpalan darah akan keluar saat itu atau saat kamu pergi ke kamar mandi," tambah Dr. Zanotti.

Plasma dan trombosit akan bekerja sama untuk membentuk bekuan darah. Tujuannya untuk mencegah tubuh kehilangan banyak darah.

Untuk mengeluarkan gumpalan darah besar selama haid, leher rahim harus melebar. Rasa sakitnya bisa parah.

Kalau ada wanita yang mengalami pendarahan hebat dan mengalami kram, hal ini jadi salah satu penyebab wanita merasakan nyeri saat haid.

Gumpalan Darah Haid yang Tidak Normal

Gumpalan darah haid abnormal akan berukuran lebih dari seperempat. Keluarnya pun sering terjadi.

Salah satu komplikasi utama dari pendarahan haid yang berat yaitu anemia defisiensi zat besi. Segera temui dokter jika mengalami pendarahan haid yang berat, dengan gumpalan darah yang lebih besar dari 2,5 cm.



Rahasia agar Hubungan Langgeng bagi Pasangan Muda

Rahasia agar Hubungan Langgeng bagi Pasangan Muda


(khq/inf)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat