gtrees.net

Aneh Tapi Nyata, Terinfeksi DBD Bikin Remaja 17 Tahun Ereksi Berjam-jam

yellow banana and the hand in the white background
Foto: iStock

Jakarta -

Sebuah penelitian terbaru mengungkap efek demam berdarah dengue pada seksualitas. Penyakit yang biasanya disertai demam, ruam, dan perdarahan internal ini kini dikaitkan dengan dengan ereksi yang berlangsung selama berjam-jam.

Seorang dokter di Burkina Faso, Afrika Barat mengungkapkan teori tersebut setelah merawat seorang pasien remaja berusia 17 tahun. Pasien tersebut dirawat di unit gawat darurat karena mengidap infeksi yang parah.

Pasien tersebut juga mengalami iskemia akut di mana aliran darah ke bagian tubuh menjadi terganggu serta mengalami masalah ginjal akibat infeksi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dokter mencatat bahwa pasien tersebut mengalami ereksi 'halus' yang terus menerus selama 18 jam. Hal itu terjadi tanpa rangsangan seksual apapun. Tim dokter mempercayai bahwa ini mungkin disebabkan oleh virus yang menginfeksi pembuluh darah di penis. Kondisi ini mengakibatkan plasma bocor ke dalam batang penis dan membuat penis tampak lebih besar dan kencang.

"Demam berdarah dengue yang menyebabkan kebocoran pembuluh darah bisa memicu priapisme arteri atau ereksi spontan yang jarang terjadi," ucap tim dokter dalam jurnal Urology Case Reports dikutip dari Daily Mail, Jumat (23/2/2024).

ADVERTISEMENT

Dokter yang menangani pasien tersebut memberi kompres menyebabkan pembuluh darah menyempit sehingga penis kembali ke ukuran normal dalam waktu 48 jam.

Sementara itu, infeksi virus awal dapat diatasi dengan obat antivirus. Pada pertemuan lanjutan dalam tiga dan enam bulan, dokter mengamati bahwa pasien tersebut sudah kembali sehat dan mampu mencapai ereksi normal tanpa masalah apapun.

Meskipun gejala ini jarang muncul dan hanya nampak sekali, para ahli percaya bahwa demam berdarah dengue memang dapat memicu priapisme. Tidak hanya itu, virus bahkan juga dikaitkan dengan masalah kesehatan lain.

"Virus telah dikaitkan dengan priapisme di masa lalu termasuk COVID, gondok, dan bahkan rabies. Jadi memang mungkin virus lain terkait dengannya," ucap penasihat Doctor Without Borders di Afrika selama tujuh tahun Dr Richard Murphy.

Pada tahun 2021, seorang pasien COVID-19 di AS mengalami ereksi selama tiga jam yang diyakini dokter disebabkan oleh gumpalan darah di penisnya karena virus corona.



Simak Video "Faktor-faktor yang Dapat Memicu Disfungsi Ereksi pada Pria"
[Gambas:Video 20detik]
(avk/kna)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat