gtrees.net

Teknologi Makin Canggih, Masih Ngitungin 10 Ribu Langkah Sehari?

View of runners legs training outdoor - Young couple doing a workout session on stairs next the beach at sunset - Healthy people, jogging and sport lifestyle concept
Jalan kaki 10 ribu langkah sehari banyak dipakai sebagai ukuran aktif secara fisik. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Alessandro Biascioli)

Kansas City -

Jumlah steps atau langkah kaki dalam sehari banyak dipakai untuk mengukur seberapa aktif bergerak, sebagai salah satu upaya menjaga kebugaran fisik. Seiring perkembangan teknologi, ukuran yang bisa diamati jadi makin beragam.

Menurut senior director Garmin health engineering, Scott Burgett, perkembangan sensor biometrik yang semakin canggih memungkinkan seseorang untuk memonitor data kesehatannya dengan semakin detail. Beragam teknologi tersebut kini banyak tersemat dalam perangkat wearable seperti smartwatch.

"Pada satu masa, kita cuma mengamati steps (jumlah langkah kaki). Berapa steps hari ini, bisa mencapai 10 ribu steps nggak?" kata Scott kepada media, ditemui di kantornya di Olathe, Kansas City, baru-baru ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hadirnya teknologi optical heart rate di kemudian hari, didukung dengan kapasitas baterai yang makin mumpuni, data biometrik yang bisa dimonitor jadi semakin bervariasi. Dengan algoritma tertentu, seseorang bisa memantau banyak hal mulai dari body battery hingga level stres.

Mengukur durasi dan kualitas tidur juga bukan hal yang sulit dilakukan pada masa kini. Begitu juga dengan variabilitas denyut jantung atau heart rate variability (HRV) yang memberikan gambaran tentang kondisi kebugaran fisik.

ADVERTISEMENT

"Setiap pagi, hal yang pertama saya lakukan adalah melihat jam tangan dan mengamati resting heart rate karena sangat menggambarkan seperti apa status kesehatan kita pada saat itu," kata Scott.

Jumlah langkah kaki atau steps bukan satu satunya data biometrik yang berkaitan dengan kebugaran fisik.Jumlah langkah kaki atau steps bukan satu satunya data biometrik yang berkaitan dengan kebugaran fisik. Foto: AN Uyung Pramudiarja/

Data biometrik lain yang mendapat penekanan khusus dari presiden dan CEO Garmin, Cliff Pemble, adalah sleep score. Durasi dan kualitas tidur yang tergambarkan dalam data ini menurutnya kerap diabaikan, padahal sangat mempengaruhi kebugaran fisik.

"Tidur itu penting," tegas Cliff dalam paparannya di Sheraton Overland Park, Kansas City, Rabu (15/5/2024).

"Kadang tidur dipandang oleh masyarakat sebagai hal yang tidak produktif, tapi sangat penting untuk kesehatan dan segala hal, secara mental maupun kimia tubuh, bagaimana tubuh meregulasi dirinya," jelasnya.

Bagi yang suka olahraga, sleep score juga berpengaruh pada proses recovery atau pemulihan seusai latihan. Makin bagus kualitas tidur, recovery akan lebih efisien dan tubuh akan lebih siap untuk menjalani latihan berikutnya.

Di perangkat wearable, indikator-indikator seperti 'body battery' juga berhubungan dengan kualitas tidur. Sama seperti perangkat elektronik, tubuh juga memiliki baterai yang bisa habis dan butuh 'recharge' ketika kapasitasnya tinggal sedikit. Proses 'recharge' terjadi saat kualitas maupun kuantitas tidurnya mencukupi.

Baca juga: Doyan Banget Tidur? Sama, Bos Garmin Juga



Simak Video " Manfaat Rutin Berjalan Kaki 10 Ribu Langkah Setiap Hari"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat