gtrees.net

Apa Rasanya Jalan Kaki 20 Ribu Langkah Tiap Hari? Ini Kata Mereka yang Mencobanya

View of runners legs training outdoor - Young couple doing a workout session on stairs next the beach at sunset - Healthy people, jogging and sport lifestyle concept
Apa rasanya jalan kaki 20 ribu langkah tiap hari? (Foto: Getty Images/iStockphoto/Alessandro Biascioli)

Jakarta -

Jalan kaki merupakan olahraga paling simpel, tapi manfaatnya tidak kalah dibanding olahraga lain. Menyempatkan diri jalan kaki 20 ribu langkah tiap hari bisa memberikan perbedaan signifikan jika dilakukan secara konsisten.

Dibanding lari misalnya, jalan kaki punya kelebihan karena bersifat 'low impact'. Benturan yang minimal karena tidak banyak hentakan saat bergerak, membuat jalan kaki lebih sedikit membebani persendian terutama di kaki.

Tantangannya, mengukur progress dan pencapaian saat berjalan kaki tidak semudah olahraga berat. Ketika jalan kaki mulai terasa 'gitu doang', rasa bosan muncul dan akhirnya konsistensi terganggu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu indikator yang umum dipakai untuk mengukur progress dan pencapaian saat jalan kaki adalah jumlah langkah dalam sehari. Terlepas dari seberapa cepat dan seberapa nanjak, jalan kaki hingga ribuan langkah dalam sehari dianggap cukup memberikan manfaat bagi kesehatan.

Banyak yang menyarankan 10 ribu langkah perhari, walau banyak perdebatan tentang dari mana angka tersebut berasal. Faktanya, hingga saat ini memang tidak ada aturan maupun pakem yang harus diikuti.

Sebuah penelitian di European Journal of Preventive Cardiology menyebut, jalan kaki sebanyak 3.967 langkah tiap hari dapat menurunkan risiko kematian karena sebab apapun, dan jalan kaki 2.337 langkah sehari mengurangi risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular. Penelitian lain di JAMA Neurology menyebut jalan kaki 8.900 langkah sehari menurunkan risiko gangguan kognitif pada kelompok berisiko tinggi.

Di sisi lain, banyak orang men-challenge dirinya sendiri untuk jalan kaki lebih dari 10 ribu langkah sehari. Orang-orang berikut melakukannya sebanyak 20 ribu langkah sehari, dan ini perubahan yang mereka alami.

1. Berat badan turun

Craig Benzine, seorang videografer dan influencer kebugaran, kerap membuat tantangan untuk dijalaninya sendiri dan melihat dampaknya bagi kesehatan. Dalam salah satu video, ia membagikan pengalamannya berjalan kaki 20 ribu langkah tiap hari.

"Saya kerja di rumah, saya mengedit video. Jika saya tidak cari cara untuk aktif, maka ya nggak akan aktif," katanya.

Tak mudah baginya untuk melakukan hal itu, karena di awal-awal ia butuh 4 jam jalan kaki untuk mencapai 20 ribu langkah. Bahkan, berat badannya justru naik hampir 1 kg, sebelum akhirnya turun hampir 2 kg setelah sebulan menjalaninya.

"Ada banyak faktor terkait turunnya berat badan saya dan saya tidak bisa menunjuk yang mana lalu menyebutnya sebagai solusi," katanya.

"Selain itu, berat badan turun sebaiknya bukan jadi satu-satunya tujuan, atau bahkan sama sekali bukan tujuan ketika bicara tentang kesehatan," katanya.

Diakuinya, olahraga 'low impact' dengan volume tinggi seperti yang dilakukannya setiap hari tersebut adalah 'cara paling mudah untuk menurunkan berat badan'.

2. Mood lebih stabil

Seorang YouTuber lainnya, Robin Laird, sudah terbiasa jalan kaki 15.000 langkah sehari selama pandemi COVID-19. Ia berpikir, menambahkan 5.000 langkah akan memberikan perbedaan yang lebih signifikan.

Faktanya, memang demikian. Setelah melakukannya secara konsisten selama 30 hari, ia merasakan dampak positif yang lebih besar baik secara fisik maupun mental.

"Saya menyadari bahwa dengan menghabiskan banyak waktu berjalan kaki tiap hari, emosi saya sangat menyenangkan. Saya merasa sangat positif. Saya merasa balanced dan merasakan diri saya dalam versi sebenarnya, dalam, dan bahagia," katanya, dikutip dari Newsweek.

John Grace, kolumnis The Guardian, juga merasakan hal yang sama. Ia menjalani rutinitas jalan kaki dengan target 20 ribu langkah tiap hari gara-gara pandemi membuat aktivitas fisiknya menurun, dan ia ingin men-challenge dirinya sendiri.

"Saya juga merasa efek positif di pikiran. Saya merasa lebih tajam, lebih alert. Jalan pagi membuat saya 'charged up' untuk menjalani hari, dan jalan sore memberikan suntikan energi, dari yang biasanya hanya berbaring dan mempertanyakan kenapa rasanya lelah sekali," tulisnya.

NEXT: Capek sih iya juga, tapi...

Simak Video 'Mitos atau Fakta, Konsumsi Kangkung Bisa Bikin Ngantuk':

[Gambas:Video 20detik]



Terkini Lainnya

Tautan Sahabat