gtrees.net

Ilmuwan Temukan Manfaat Ajaib Viagra untuk Otak, Tak Cuma Jadi Obat Kuat

Man hold blue pill viagra in fingers on blue background. Medicine concept of men health, medication for potency, erection, treatment of erectile dysfunction Macro shot
Ilustrasi viagra (Foto: Getty Images/samael334)

Jakarta -

Para peneliti telah menemukan potensi penggunaan sildenafil, lebih dikenal dengan nama Viagra, yang digunakan dalam pengobatan disfungsi ereksi. Sebuah penelitian menunjukkan Viagra dapat merevolusi pengobatan dan membantu dalam pencegahan demensia vaskular.

Demensia vaskular terjadi ketika ada gangguan aliran darah ke otak, yang menyebabkan gejala-gejala seperti kesulitan dalam penalaran, perencanaan, penilaian, ingatan, dan proses berpikir. Faktor-faktor seperti penyakit jantung, stroke, diabetes, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan merokok meningkatkan risiko terkena demensia vaskular.

Menurut hasil penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Circulation Research milik American Heart Association, penggunaan Viagra dapat meningkatkan sirkulasi darah di otak dan responsivitas dalam pembuluh darah otak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini adalah uji coba pertama yang menunjukkan bahwa sildenafil masuk ke pembuluh darah di otak pada orang dengan kondisi ini, meningkatkan aliran darah dan seberapa responsif pembuluh darah ini. Kedua faktor utama ini terkait dengan kerusakan kronis pada pembuluh darah kecil di otak, yang merupakan penyebab paling umum dari demensia vaskular," kata Dr. Alastair Webb dari Universitas Oxford, yang memimpin penelitian tersebut dikutip dari Medical Daily.

Penelitian ini mencakup uji klinis dengan 75 peserta yang mengalami stroke ringan dan menunjukkan tanda-tanda penyakit pembuluh darah kecil. Peserta secara acak ditugaskan untuk menerima sildenafil, plasebo, atau cilostazol (obat serupa) selama tiga minggu.

ADVERTISEMENT

Untuk menilai dampak setiap obat, para peneliti melakukan uji fisiologi kardiovaskular, pemeriksaan ultrasonografi, dan pemindaian MRI fungsional pada semua peserta.

Sesuai hasil pemindaian MRI dan ultrasonografi, penggunaan sildenafil meningkatkan aliran darah di pembuluh otak besar dan kecil. Peserta yang mengonsumsi obat tersebut juga mengalami peningkatan respons aliran darah terhadap karbon dioksida, yang menunjukkan fungsi serebrovaskular yang lebih baik.

Meskipun terjadi penurunan resistensi pembuluh darah di otak dengan sildenafil dan cilostazol, sildenafil menimbulkan lebih sedikit efek samping dibandingkan dengan cilostazol, khususnya penurunan risiko diare.

Untuk mengonfirmasi temuan lebih lanjut dan untuk mengeksplorasi dampak sildenafil dalam skala yang lebih luas, para peneliti merekomendasikan untuk melakukan uji coba berskala lebih besar.



Simak Video "Ketua PERDOKHI: Pneumonia-Demensia Banyak Diidap Jemaah RI Saat Haji"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat