gtrees.net

Kenapa Haid Tidak Teratur? Ini 14 Penyebab serta Penjelasannya

Teenage lady girl holding a sanitary napkin in hand,painful menstruation or abdominal cramps,asian student clutches stomach with severe menstrual pain on the day of her period,dysmenorrhea concept
Foto: Getty Images/iStockphoto/Satjawat Boontanataweepol

Daftar Isi
  • 14 Penyebab Haid Tidak Teratur
  • 1. Kehamilan 2. Efek Kontrasepsi Hormonal 3. Perimenopause 4. Stress 5. Sindrom Ovarium Polikistik 6. Ibu Menyusui 7. Kondisi Hormon Tiroid yang Berubah 8. Mioma Uteri 9. Kekurangan Berat Badan 10. Olahraga Terlalu Berlebihan 11. Endometriosis 12. Efek Samping Mengkonsumsi Obat 13. Kanker Serviks 14. Penyakit Kronis
Jakarta -

Menstruasi adalah proses alami pelepasan lapisan dinding rahim yang tidak dibutuhkan bersama dengan darah dan jaringan lainnya melalui vagina setiap bulan.

Menstruasi menjadi tanda bahwa perempuan telah memasuki pubertas. Selain itu, siklus ini juga merupakan tanda normal dan organ reproduksi wanita yang sehat.

Namun bagaimana jadinya jika haid atau menstruasi berjalan tidak teratur? Ini penyebab serta penjelasannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

14 Penyebab Haid Tidak Teratur

Haid yang sehat memiliki proses yang teratur setiap bulan. Siklus menstruasi ini biasanya berlangsung antara 21 hingga 35 hari, tapi secara umum wanita mengalami siklus sekitar 28 hari.

Di luar itu, haid yang tidak teratur bisa menjadi pertanda adanya masalah atau hal lain pada tubuh. Untuk mengenali masalah lebih lanjut, berikut beberapa penyebabnya.

ADVERTISEMENT

1. Kehamilan

Saat menjelang kehamilan, tubuh tidak mengalami menstruasi karena telur yang telah dibuahi menempel pada dinding rahim, sehingga tidak ada pelepasan lapisan rahim seperti pada siklus menstruasi biasa.

Beberapa tanda-tanda kehamilan lainnya meliputi mual, sensitif terhadap bau, kedutan atau sensitivitas di bagian payudara, dan kelelahan.

2. Efek Kontrasepsi Hormonal

Efek kontrasepsi bisa bekerja ketika seseorang mengkonsumsi atau menggunakan kontrasepsi hormonal. Ini bisa ditemukan dalam banyak rupa seperti Pil KB, koyo KB, alat kontrasepsi dalam rahim, cincin vagina, dan sebagainya.

Kontrasepsi hormonal bekerja dengan menekan ovulasi sehingga seseorang memungkinkan mengalami penghambatan menstruasi.

Tetapi seseorang yang menggunakan ini biasanya akan mengalami pendarahan yang terjadi sebulan sekali tetapi bukan menstruasi.

Pendarahan tidak teratur karena penggunaan kontrasepsi biasanya tidak berbahaya, tetapi jika seseorang merasa tidak menyukainya atau ingin mencoba sesuatu yang lain bisa berkonsultasi dengan dokter.

3. Perimenopause

Perimenopause adalah fase ketika seorang perempuan akan mengalami menopause. Biasanya terjadi pada 4-8 tahun sebelum menopause dan rata-rata terjadi pada perempuan berusia 40 tahunan.

Selama perimenopause, siklus menstruasi dapat menjadi lebih panjang atau lebih pendek pada berbagai titik. Pada akhirnya, menstruasi terjadi lebih jarang, dan mereka berhenti sama sekali ketika menopause dimulai.

Tanda-tanda lain yang berkaitan dengan perimenopause adalah gejala panas, keringat malam, kesulitan tidur, perubahan mood, dan kekeringan vagina.

4. Stress

Kondisi psikologis juga ternyata bisa menjadi alasan kenapa haid tidak teratur. Ketika seseorang stres, tubuh melepaskan hormon stres, seperti adrenalin dan kortisol. Hormon-hormon ini dapat berinteraksi dengan hormon seks yang mengatur menstruasi.

5. Sindrom Ovarium Polikistik

Sindrom ovarium polikistik (PCOS) adalah kondisi saat ada kista atau benjolan di ovarium. Orang dengan PCOS sering memiliki hormon pria yang tinggi, yang dapat menyebabkan menstruasi tidak teratur karena ovulasi terhenti.

Mereka mungkin melewatkan menstruasi atau mengalami pendarahan yang lebih banyak saat menstruasi datang. Gejala lainnya termasuk pertumbuhan rambut berlebih di wajah atau tubuh, jerawat, kenaikan berat badan, kerontokan rambut, kesulitan hamil, dan masalah dengan insulin.

6. Ibu Menyusui

Saat ibu menyusui, hormon prolaktin atau hormon yang berperan dalam produksi ASI akan bekerja.

Hormon ini dapat menekan ovulasi, terutama pada ibu yang menyusui secara eksklusif dan sering menyusui selama bulan-bulan pertama kehidupan bayi. Ini berarti seseorang mungkin tidak mengalami menstruasi selama periode ini.

Biasanya, menstruasi kembali tidak lama setelah seseorang mulai menyusui dengan lebih jarang atau ketika mereka berhenti menyusui.

7. Kondisi Hormon Tiroid yang Berubah

Tiroid adalah kelenjar di leher yang memproduksi hormon tiroid. Hormon ini mempengaruhi siklus menstruasi.

Saat kelenjar tiroid kurang aktif, tubuh akan kekurangan hormon tiroid. Kondisi ini sering disebut hipotiroidisme. Ini dapat menyebabkan menstruasi lebih lama dan lebih berat. Gejala lainnya termasuk kelelahan, sensitivitas terhadap dingin, dan penambahan berat badan.

Sementara itu, jika tiroid bekerja terlalu aktif dapat menyebabkan kondisi yang disebut hipertiroidisme. Ini memungkinkan perempuan untuk menstruasi lebih cepat.

Kondisi ini mungkin dibarengi dengan tanda-tanda lain seperti penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan, kecemasan, dan detak jantung yang cepat.

8. Mioma Uteri

Mioma adalah pertumbuhan yang dapat berkembang di dinding rahim. Sebagian besar mioma tidak bersifat kanker. Mereka dapat bervariasi dari ukuran biji apel hingga seukuran jeruk.

Seseorang dengan mioma mungkin memiliki menstruasi yang menyakitkan dan cukup berat sehingga menyebabkan anemia. Selain itu, seseorang yang mengalami mioma uteri juga biasanya mengalami nyeri di panggul, pinggang, dan kaki, serta nyeri saat hubungan seksual.

Beberapa orang dengan penyakit ini bisa jadi tidak mengalami gejala-gejala di atas, hanya menstruasinya yang tidak teratur.

9. Kekurangan Berat Badan

Pengurangan berat badan yang berlebihan atau cepat dapat menyebabkan menstruasi menjadi kurang teratur atau berhenti.

Hal ini terjadi ketika bagian-bagian otak berhenti melepaskan hormon yang mempengaruhi siklus menstruasi.

10. Olahraga Terlalu Berlebihan

Olahraga atau aktivitas fisik yang terlalu berlebihan pada wanita juga bisa mempengaruhi hormon yang menyebabkan menstruasi. Dampaknya adalah haid yang tidak teratur.

Kondisi ini bisa terjadi pada atlet wanita, penari, dan orang lain yang berlatih secara intensif.

11. Endometriosis

Endometriosis adalah gangguan pada sistem reproduksi perempuan. Kondisi ini, yang sering disebut sebagai kista coklat, menyebabkan pertumbuhan jaringan dari lapisan dalam dinding rahim di luar rongga rahim.

Ini menyebabkan rasa sakit yang signifikan terutama saat menstruasi. Gejala lain dari endometriosis yaitu pendarahan yang banyak, menstruasi yang panjang, pendarahan di antara periode menstruasi, nyeri saat hubungan seksual, dan nyeri saat BAB.

12. Efek Samping Mengkonsumsi Obat

Alasan lain kenapa haid tidak teratur adalah konsumsi obat-obatan tertentu.

Namun, perubahan pada menstruasi yang berkaitan dengan obat tidak selalu berbahaya. Beberapa obat-obat berikut sangat memungkinkan terganggunya siklus menstruasi.

  • obat penebal darah, seperti aspirin
  • obat antiinflamasi nonsteroid
  • obat tiroid
  • antidepresan
  • obat epilepsi
  • obat kemoterapi

13. Kanker Serviks

Salah satu gejala kanker rahim pada stadium awal adalah terlambatnya siklus menstruasi. Namun, jika sudah memasuki stadium lanjut mungkin pendarahan akan terjadi secara tidak normal.

Tahap awal kanker serviks tidak hanya ditandai oleh keterlambatan menstruasi. Ada juga tanda lain seperti mual, kelelahan yang berlebihan, penurunan berat badan, serta nyeri saat buang air kecil atau berhubungan seksual.

14. Penyakit Kronis

Penyakit kronis seperti diabetes tipe 2 juga bisa menyebabkan menstruasi atau haid tidak teratur.

Ini disebabkan karena gula darah yang tidak stabil bisa mempengaruhi perubahan hormon. Kondisi inilah yang bisa membuat haid jadi tidak teratur atau terlambat.

Beberapa penyakit kronis lainnya juga sangat memungkinkan untuk mempengaruhi siklus menstruasi karena kondisi tubuh yang tidak prima.

Itu dia ulasan lengkap mengenai haid yang tidak teratur. Untuk teman-teman perempuan, kenali tubuhmu, jaga pola hidup sehat, dan konsultasikan pada dokter jika terjadi sesuatu yang tidak wajar ya.



Simak Video "Kemenkes Tegaskan hingga Kini BPJS Kelas 1, 2 dan 3 Masih Tetap Ada"
[Gambas:Video 20detik]
(inf/inf)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat