gtrees.net

Diidap Wanita yang Kena Kanker Rahim Stadium 3, Gejala Awal Haid Tak Teratur

Hospital Ward: Portrait of Beautiful Young Woman Sleeping in Bed, Fully Recovering after Sickness. Female Patient Dreaming About Her Happy Healthy Future.
Ilustrasi operasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/gorodenkoff)

Jakarta -

Wanita di London, Inggris mengira dirinya alami gejala menopause tapi ternyata mengidap kanker rahim stadium tiga. Awalnya dia menyadari sedikit perubahan siklus menstruasinya sejak tahun 2017.

Di akhir tahun 2018, wanita yang bernama Reija Silllianpaa (37) ini mengalami kondisi yang semakin memburuk. Dia merasakan gejala lain, seperti sakit punggung bagian bawah, menstruasi yang berat dan berkepanjangan, serta kelelahan. Reija pun langsung memeriksakan diri ke dokter.

"Untungnya, saya punya dokter yang menyarankan saya untuk tes lebih lanjut," ungkap Reija dikutip dari Daily Mail.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

BACA JUGA

Pada saat itu, dia didiagnosis kanker rahim stadium tiga bahkan selnya telah menyebar sampai ke luar rahim.

ADVERTISEMENT

Penyakit ini umumnya menyerang wanita yang telah melewati masa menopause, dengan kadar estrogen yang tinggi sebagai faktor risiko utamanya.

Gejala awalnya berupa pendarahan vagina yang tidak normal, seperti pendarahan yang terjadi setelah menopause, menstruasi yang sangat berat. Bisa juga mengalami keputihan yang berwarna merah muda atau gelap.

Jadi, sebenarnya kanker rahim memiliki gejala yang khas sehingga bisa terdeteksi sejak dini. Sebagian besar pasien ini dapat disembuhkan.

Namun, kalau gejalanya diabaikan, penyakit ini dapat menyebar ke organ disekitarnya. Misal, ke usus dan kandung kemih yang menyebabkan kanker sulit untuk diobati.

Reija mengaku tak terkejut dengan hasil tesnya. Tapi, dia merasa takut karena dokter tidak bisa memastikan apakah dirinya bisa bertahan hidup lama.

"Bagian tersulitnya adalah memberitahu orang tua, kakak, dan adikku yang semuanya masih di Finlandia (tempat kelahirannya). Saya pikir mereka ingin saya pulang ke Finlandia untuk menjalani perawatan," curhat Reija.

Dia memulai sebuah blog untuk berbagi pengalamannya dan terhubung dengan para penyintas kanker yang sedang berjuang. Saat ini dia berhasil mencapai tahap remisi setelah menjalani lebih dari 30 putaran perawatan yang melelahkan.

Sayangnya, beberapa bulan setelah diagnosis kanker rahim, dokter mengatakan dia juga mengidap sindrom Lynch. Suatu kondisi bawaan yang meningkatkan risiko kanker tertentu, seperti di usus, ovarium, dan pankreas. Dia pun menjalani kolonoskopi rutin untuk melacak perubahan apa pun di tubuhnya.

"Orang-orang harus berhenti menganggap kanker rahim sebagai kanker pada wanita yang lebih tua. Anda bisa terkena kanker rahim pada usia berapa pun," pungkas Reija.

BACA JUGA



Simak Video "Mitos atau Fakta: Makan Nanas Pemicu Haid Datang Lebih Cepat"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat