gtrees.net

Asam Lambung Naik Mengira GERD, Tak Tahunya Kena Kanker Usus Stadium Akhir

Ilustrasi orang sakit
Foto: Getty Images/iStockphoto/gorodenkoff

Jakarta -

Penyakit kanker kerap tak bergejala bahkan dianggap sebagai tanda dari kondisi yang umum terjadi sebelum stadium akhir. Hal ini menyebabkan pasien kanker kerap mengabaikan kondisinya hingga berada pada tahap lebih serius.

Seperti yang terjadi pada seorang wanita asal Inggris, Sophie Louise Wright. Wanita yang baru berusia 34 tahun ini mengalami gejala asam lambung naik, mengira disebabkan oleg maag atau GERD.

Dunianya bak hancur lebur ketika dokter mengatakan gejala yang dia alami disebabkan oleh kanker usus stadium akhir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diberitakan Daily Mail, Sophie, yang bekerja sebagai sekretaris medis, sebelumnya pernah menjalani operasi untuk menghilangkan polip di usus besarnya. Penyakit ini dia sadari ketika dia mulai BAB berdarah. Operasi polip itu dia lakukan pada Mei 2023.

Setelah dia berjuang dengan rasa sakit di bawah tulang rusuk dan muntah-muntah, dia berasumsi bahwa itu adalah hal yang biasa setelah efek dari pengangkatan polip dan akan pulih dalam 12 minggu. Selain mual, dia juga berjuang melawan kembung.

ADVERTISEMENT

Hanya saja gejalanya tak kunjung membaik. Pada saat itu dia juga salah mengartikan gejala asam lambung yang dialaminya sebagai GERD. Tak lama dari itu, dia menjalani biopsi untuk mengetahui dengan pasti penyakitnya.

"Saya pikir mungkin polip telah menyebar ke seluruh tubuh saya, tetapi saya tidak mengira itu adalah kanker," kata Sophie.

Dokter sebelumnya sempat memberi dia obat untuk meredakan asam lambung dan penyakit maag. Namun karena tak kunjung membaik, dia akhhirnya menjalani serangkaian tes darah, CT Scan dan MRI serta biopsi hati.

Pada bulan Oktober, Sophie didiagnosis menderita kanker usus, yang telah menyebar ke hati dan tulang belakangnya. Tanpa pengobatan, dokter memperkirakan dia hanya punya waktu enam bulan lagi.

"Hidupku benar-benar hancur dan aku bertanya-tanya apakah ada yang salah secara mental dengan diriku, karena semua hasil yang kudapat sudah jelas," ucapnya.

Dia saat ini menerima kemoterapi, imunoterapi dan radioterapi. Dia telah menemukan pengobatan lain di Jerman yang bertujuan untuk mengecilkan tumor melalui pemberian kemoterapi langsung ke hati, bukan ke seluruh tubuh, hingga tumor hilang sepenuhnya.

Kanker usus stadium lanjut, juga disebut kanker metastatik, adalah kanker yang telah menyebar ke bagian tubuh lain, seperti hati, paru-paru, atau kelenjar getah bening. Hal ini terjadi ketika para ilmuwan berjuang untuk menemukan penyebab 'epidemi' kanker misterius yang menyerang usia di bawah 50 tahun.



Simak Video "Hati-hati! Daging Merah Bisa Picu Kanker Pankreas"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat