gtrees.net

Ngeri! Wanita 77 Tahun Ini Tewas usai Terinfeksi Amoeba Pemakan Otak

Ngeri! Wanita 77 Tahun Ini Tewas usai Terinfeksi Amoeba Pemakan Otak
Wanita 77 tahun di China meninggal dunia setelah terinfeksi amoeba pemakan otak. (Foto: Heliyon case report)

Jakarta -

Seorang wanita di China meninggal dunia karena amoeba langka pemakan otak. Kondisi ini terjadi setelah ia diduga mengidap penyakit kanker.

Kasus ini dialami oleh wanita 77 tahun pada tahun 2022. Saat itu dia pergi ke rumah sakit dengan keluhan pusing, kebingungan, dan kesulitan berbicara selama beberapa hari.

Awalnya, dokter mengira dia mengidap tumor otak. Sebab, dari hasil CT scan terlihat ada lesi di bagian otaknya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, saat pemeriksaan lebih lanjut dengan jarum yang dimasukkan ke tulang belakang untuk menguji cairan, terungkap penyebab sebenarnya. Wanita itu terinfeksi Balamuthia mandrillaris, yaitu amoeba atau organisme bersel tunggal yang menyebar ke otak dan bisa menyebabkan kematian.

Balamuthia mandrillaris (B mandrillaris) biasanya ditemukan di debu, tanah, dan air. Itu diperkirakan menyebabkan infeksi jika bersentuhan dengan luka terbuka atau terhirup melalui paru-paru.

ADVERTISEMENT

Tim medis dalam laporan yang dipublikasikan di Heliyon case report mengungkapkan bahwa wanita tersebut kemungkinan tertular infeksi karena lingkungannya. Sebab, diketahui pasien tinggal dekat dengan sumber air seperti kolam.

Wanita yang tak disebutkan namanya itu menghabiskan waktu delapan hari di rumah sakit setempat. Namun, kondisinya semakin memburuk. Ia semakin menjadi kebingungan dan tidak mampu berbicara.

Beberapa hari berikutnya, dia tidak bisa bernapas dengan baik sehingga harus dipasangi ventilator.

"Meskipun tidak ada tindakan pengobatan yang agresif, kondisi pasien semakin memburuk," tulis tim dokter.

Sampai akhirnya, wanita itu meninggal dunia setelah keluarga memilih untuk tidak menjalani perawatan lebih lanjut.

Balamuthia mandrillaris pertama kali ditemukan pada tahun 1986, dan hanya 200 kasus yang dilaporkan di seluruh dunia. CDC memperkirakan penyakit ini membunuh 90 persen pasien, dan pengobatan dini sangatlah penting.

Begitu memasuki aliran darah, amoeba berpindah ke otak, menyebabkan infeksi ensefalitis amoeba granulomatosa (GAE). Menurut CDC, gejala awal yang akan muncul termasuk demam, sakit kepala, muntah, lesu, dan mual.

Namun, jika kondisi ini berkembang selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan, dapat menyebabkan kejang, kelemahan, kebingungan, kelumpuhan sebagian, kesulitan berbicara, dan kesulitan berjalan.



Simak Video "Ahli Sebut Lonjakan Infeksi Bakteri Strep A di Jepang Tak Akan Picu Pandemi"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/sao)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat