gtrees.net

Alami Ereksi saat Tidur, Mr P Pria Ini Berakhir 'Patah'

banana with open skin in the tossed state on a dark background
Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/Albert Yarullin

Jakarta -

Seorang pria di Tunisia harus menjalani operasi darurat setelah mengalami cedera pada penisnya. Ia mengalami patah penis di dua bagian saat tertidur.

Pria 27 tahun itu dilaporkan berguling dengan kondisi penisnya yang sedang ereksi saat tidur. Secara mengejutkan, terdengar suara seperti patahan diikuti rasa sakit yang hebat, kelemahan, hingga pembengkakan.

Pada kasus yang dipublikasikan di International Surgery of Case Reports, gejala yang dialami pasien cukup mengkhawatirkan. Ia juga harus menunggu selama 36 jam sebelum bisa pergi ke rumah sakit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Patah tulang penis, meskipun jarang terjadi, memerlukan perhatian bedah segera karena potensi konsekuensinya yang parah," tulis penulis penelitian.

Petugas medis kemudian mengamati pembengkakan signifikan yang terjadi pada penis pasien. Terlihat penis patah ke kanan dan menyebabkan gumpalan darah di pangkal penis.

ADVERTISEMENT

Selain itu, terdapat ciri khas 'eggplant deformity'. Itu merupakan kondisi saat penis menjadi bengkak dan berwarna ungu seperti terong. Itu menandakan bahwa penis tersebut retak atau patah.

Meskipun penis secara teknis tidak memiliki tulang, kata 'fraktur' ini digunakan untuk menggambarkan robekan pada tunika albuginea. Itu merupakan bagian jaringan yang memungkinkan penis membesar dan ereksi.

Setelah memberikan anestesi umum, ahli bedah mulai membedah bagian tubuh pria tersebut. Tim dokter mengungkapkan bahwa pasien memang mengalami dua patah tulang, masing-masing berukuran 7 milimeter dan 10 milimeter.

Menurut petugas medis, mengalami lebih dari satu kali patah tulang jarang terjadi dalam literatur medis. Meski begitu, mereka berhasil memperbaiki anggota tubuhnya yang rusak tanpa ada masalah lain.

Tim dokter mulai menjahit luka tersebut dan memperbolehkannya pulang dari rumah sakit.

Pada hari kedua pasca operasi, pembengkakan yang dialami pasien berkurang secara signifikan. Fungsi penisnya juga kembali normal di hari keempat pasca operasi.

"Syukurlah pasien tidak mengalami masalah jangka panjang terkait buang air kecil atau fungsi seksual akibat bencana pembengkokan anggota tubuh," tulis petugas medis.

"Selama masa tindak lanjut 12 bulan, pasien belum melaporkan adanya komplikasi," sambungnya.

Kasus yang dialami pria ini dianggap sangat aneh. Sebab, kasus patahnya penis umumnya disebabkan oleh lingga yang tertekuk saat melakukan hubungan seksual yang kuat.



Simak Video "Klinik Pengobatan Mak Erot Juga Bisa Tangani Keluhan Mr P Patah"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat