gtrees.net

Viral Pria Idap 'Delusional Love Disorder', Merasa Semua Wanita Suka Padanya

ilustrasi pria
Ilustrasi. (Foto: iStock)

Jakarta -

Baru-baru ini heboh di media sosial tentang kisah seorang mahasiswa China yang mengidap gangguan delusi cinta atau delusional love disorder.

Kondisi ini membuat mahasiswa tahun kedua di provinsi Jiangsu, China timur, bermarga Liu (20) itu berpikir semua teman sekolah perempuannya menyukainya.

Liu awalnya mengalami gejala pada bulan Februari, dan kondisinya semakin memburuk hingga ia menjadi sangat aktif tentang daya tarik yang ia rasakan sepanjang waktu. Bahkan ia juga mulai memperlihatkan kasih sayang yang tidak pantas dan berlebih kepada teman perempuannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Semua gadis di sekolah menyukai saya," kata Liu kepada Lu Zhenjiao, seorang dokter dari Rumah Sakit Rakyat No.3 Huai'an.

"Dia berpikir bahwa dia adalah pria paling tampan di universitas," kata Lu kepada Litchi News, dikutip dari South China Morning Post.

ADVERTISEMENT

Meski mendapat tanggapan negatif dari semua teman peremuan yang didekatinya, Liu menganggap ini sebagai sinyal kalau mereka hanya terlalu malu untuk menerima cintanya.

"Dia telah membawa banyak masalah bagi banyak teman sekolahnya," kata dr Lu.

Selain menjadikannya percaya diri dalam urusan cinta, gangguan delusi ini juga memicu sejumlah perubahan pada Liu. Pria berusia 20 tahun itu dilaporkan mengalami perubahan perilaku, seperti begadang semalaman, tidak fokus saat pelajaran, dan menghabiskan uang sembarangan.

Lantaran kondisinya yang semakin memburuk, Liu akhirnya mendapat pengobatan di rumah sakit setelah didiagnosa mengalami gangguan delusi cinta.

Dokter Lu menyebut gejala gangguan delusi cinta sering kali memburuk pada musim semi bulan Maret dan April ketika bunga bermekaran.

Selama periode tersebut cuaca berubah-ubah sehingga menyebabkan fluktuasi kadar endokrin dalam tubuh seseorang. Orang yang sudah mengalami kondisi itu pun akan menjadi hiper dan kurang tidur.

Untungnya Liu menyadari dan bertekad untuk sembuh. Dokter menyebut ketika penyakit itu menyerang, pasien bisa jadi menunjukkan hipereksitabilitas, banyak bicara hingga mengalami kecanduan seks. Liu sendiri sekarang masih dalam dalam masa pemulihan dengan perawatan psikoterapi dan obat.

"Dalam kasus yang lebih ekstrem, pasien bisa menjadi marah dan menyerang orang lain," tambah dr Lu.

Apabila seseorang mengidap kondisi tersebut, dr Lu mengimbau untuk segera setelah mencari pertolongan medis untuk mencegah perburukan kondisi yang dapat mengganggu kualitas hidup seseorang.



Simak Video "Aksi Heroik Perawat Lindungi Bayi saat Taiwan Diguncang Gempa "
[Gambas:Video 20detik]
(suc/suc)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat