gtrees.net

Kisah Binaragawan Alami Jantung Kolaps, Diduga gegara Sering Minum Air Dingin

Kisah Binaragawan Alami Jantung Kolaps, Diduga gegara Sering Minum Air Dingin
Binaragawan mengalami penyakit jantung gegara sering minum air dingin. (Foto: Instagram/@ifbbpro_frank)

Daftar Isi
  • Hasil Pemeriksaan
Jakarta -

Seorang binaragawan di Texas, Amerika Serikat, dirawat di rumah sakit lebih dari 20 kali karena penyakit jantung langka. Kondisi tersebut diduga disebabkan gegara sering minum segelas air dingin. Kok bisa?

"Saya meneguk air dingin. Saat kembali tenang, saya merasakan bunyi seperti dentuman," ungkap pria bernama Franklin Aribeana itu, dikutip dari NYPost, Rabu (20/3/2024).

Pria 35 tahun itu pertama kali menyadari gejala yang pada jantungnya itu saat usianya 18 tahun. Saat itu, ia sedang berada di tempat gym.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baru setelah 15 tahun dan 25 kali pertemuan dengan dokter, Aribeana baru mengetahui penyebab kondisinya itu. Tampaknya, pemicu penyakit jantungnya disebabkan air dingin.

Ia mengakui bahwa setiap selesai gym, Aribeana selalu meneguk air dingin. Setelah itu, dia menyadari jantungnya berdetak tak terkendali.

ADVERTISEMENT

Khawatir dengan reaksi di dadanya itu, Aribeana langsung memeriksakan diri ke dokter.

Hasil Pemeriksaan

Setelah menjalani tes genetik, hasilnya pria berbadan kekar itu mengalami kelainan genetik yang menyebabkan kondisi fibrilasi atrium. Kondisi tersebut merupakan salah satu jenis aritmia yang terjadi karena gangguan pada sinyal listrik yang menyebabkan detak jantung tidak sinkron.

Dokter menduga aritmia yang dialami Aribeana salah satunya dipicu oleh air dingin yang menyerang saraf vagus, bagian sistem saraf yang mengatur detak jantung.

Kondisi tersebut disebabkan oleh reaksi yang tidak teratur dan sangat jarang terjadi pada 'diving reflex' atau kondisi saat paparan air dingin menyebabkan detak jantung melambat untuk menghemat oksigen dan energi.

Biasanya, respons ini akan hilang saat seseorang tidak lagi terkena flu.

Namun, karena kondisi Aribeana yang sudah ada sebelumnya, refleks tersebut menyebabkan jantungnya berdetak tidak menentu dan tekanan darahnya menurun, hingga pingsan.

Kondisi ini juga diperparah dengan olahraga intensitas tinggi seperti angkat beban. Aribeana bahkan pernah kehilangan kesadaran saat berada di lapangan golf pada musim panas.

"Satu hal yang menarik adalah bahwa reaksi Aribeana yang tidak biasa ini memungkinkan dokter tidak bisa mendiagnosis kondisinya sejak dini," ungkap dokter yang menangani Aribeana, Khashayar Hematpour.

Ia menjelaskan, kondisi ini tidak terjadi pada orang yang mengalami gejala yang lebih halus, seperti kelelahan, sesak napas, hingga nyeri dada yang umum dialami pengidap sakit jantung.

Untuk mengobatinya, dokter melakukan ablasi atau memutus hubungan antara saraf vagus dan jantung. Pasca operasi, Aribeana sudah sembuh total tanpa harus dirawat di rumah sakit, namun masih menjalani pengobatan.



Simak Video "Faktor Risiko Penyakit Jantung yang Bisa Diubah dan Tidak"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/suc)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat