gtrees.net

Nasib Tragis Wanita 26 Tahun Tewas Serangan Jantung Pasca Operasi Bokong

Asian doctor and an assistant in the operating room for surgical venous vascular surgery clinic in hospital.
Ilustrasi operasi. (Foto: Getty Images/iStockphoto/ake1150sb)

Jakarta -

Seorang wanita 26 tahun meninggal dunia setelah menjalani operasi pengencangan bokong atau brazillian bum lift di Turki. Wanita bernama Demi Agoglia itu meninggal di dalam taksi saat perjalanan ke klinik untuk melakukan pemeriksaan.

Dikutip dari Mirror UK, Demi awalnya sempat ditahan oleh kakak laki-lakinya, Carl, untuk tidak melakukan operasi tersebut. Namun, Demi tetap pergi dari Salford, Manchester, Inggris, menuju Turki untuk menjalani operasi bokong.

"Ini tragis, kami terkejut. Tidak ada yang ingin dia pergi dan melakukan hal itu. Tetapi dia tetap pergi," kata Carl (37).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jika ada yang berpikir untuk terbang ke Turki untuk menjalani operasi, saya akan mengatakan jangan lakukan itu, bahkan pasangannya pun tidak ingin dia melakukannya," tegasnya.

Demi pertama kali mendapat tawaran operasi dari sebuah perusahaan medis Turki, dipromosikan dalam sebuah acara yang menawarkan konsultasi gratis kepada orang-orang yang tertarik ingin bepergian ke negara tersebut untuk berobat.

ADVERTISEMENT

Akhirnya Demi memutuskan pergi ke Turki untuk menjalani prosedur bump lift. Beberapa hari kemudian, Demi melakukan pemeriksaan rutin untuk melihat perkembangan pasca pengencangan operasi bokong itu.

Dikutip dari laman UK Aesthetic, brazillian bum lift merupakan operasi pengencangan bokong yang ditujukan untuk meningkatkan ukuran bokong dan memberikan bentuk yang lebih estetis. Ini adalah prosedur pemindahan lemak sederhana yang bertujuan untuk memberikan hasil yang bermanfaat tanpa menggunakan implan.

Kelebihan lemak di area sekitar, biasanya pinggul, paha, punggung bawah, dihilangkan dengan sedot lemak dan kemudian disuntikkan kembali secara strategis ke bokong dalam jumlah kecil. Prosedur itu akan menghasilkan lebih banyak volume dan bentuk yang lebih baik.

Namun, saat dalam perjalanan ke klinik, Demi mulai mengeluhkan nyeri dada. Hal tersebut dirasakannya beberapa jam sebelum kematiannya.

Pasangannya, Bradley Jones, mencoba menyelamatkan nyawa Demi dengan memberikan CPR. Demi langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.

Namun petugas medis di Istanbul tidak dapat menyelamatkannya. Demi dinyatakan meninggal dunia pada hari Senin (8/1/2024), beberapa jam sebelum dia dijadwalkan terbang pulang ke Manchester.

Demi bukanlah satu-satunya pasien yang meninggal pasca melakukan operasi pengencangan bokong di Turki. Setidaknya ada tiga warga di Inggris meninggal saat menjalani prosedur tersebut.

Menanggapi kasus tersebut, Presiden Asosiasi Ahli Bedah Plastik, Rekonstruksi dan Estetika Inggris, Profesor Mani Ragbir, mengatakan dia sangat prihatin dengan temuan tersebut.

"Kita tidak seharusnya membombardir orang hingga melakukan operasi. Memberitahu pasien bahwa jika datang sekarang, itu akan menghindari kenaikan harga di bulan depan bukanlah hal yang kami anjurkan atau kami senangi," tegas Profesor Ragbir

"Itu hanya metode praktik yang buruk," pungkasnya.

Profesor Ragbir mengatakan ada berbagai macam risiko yang bisa terjadi pasca menjalani prosedur tersebut. Misalnya seperti kemungkinan emboli, infeksi, pendarahan, bekas luka, masalah penyembuhan luka, dan "asimetri" pada bokong.



Alyssa Soebandono Tiga Kali Operasi Caesar, Dokter Sarankan Tidak Hamil Lagi

Alyssa Soebandono Tiga Kali Operasi Caesar, Dokter Sarankan Tidak Hamil Lagi


(sao/kna)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat