gtrees.net

Normalkah Miss V Kentut saat Berhubungan Seks? Begini Penjelasannya

Closeup sick woman with hands holding pressing her crotch isolated on background
Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/champja

Daftar Isi
  • Apa Penyebab Terjadinya Vagina Kentut?
  • 1. Aktivitas Seksual 2. Menggunakan Tampon 3. Otot Panggul Yang Lemah 4. Pemeriksaan Vagina 5. Fistula Vagina 6. Gerakan Fisik
Jakarta -

Vagina kentut atau yang dikenal dengan istilah queefing, merupakan fenomena yang umum terjadi. Meskipun tidak berbahaya, kentut vagina sering kali menimbulkan rasa tidak nyaman hingga mengganggu kepercayaan diri.

Mengutip PharmEasy, vagina kentut terjadi akibat udara atau gas yang terjebak dalam vagina keluar, sehingga menimbulkan bunyi seperti kentut namun tidak berbau.

Vagina kentut umum terjadi dan dapat disebabkan oleh berbagai hal. Mengutip Everyday Health, kentut vagina biasanya berlangsung beberapa detik ketika atau setelah berhubungan seks. Kejadian ini juga bisa terjadi selama berolahraga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa Penyebab Terjadinya Vagina Kentut?

Dikutip dari Cleveland Clinic, vagina kentut terjadi ketika vagina melepaskan udara yang terperangkap di dalamnya. Ini merupakan respon tubuh yang spontan dan tidak dapat dikendalikan.

Udara yang terperangkap tidak mempunyai tempat penampungan, sehingga harus keluar dari tubuh. Suara seperti kentut yang muncul adalah suara udara yang didorong keluar dari vagina.

ADVERTISEMENT

Beberapa faktor umum yang menyebabkan udara terperangkap di vagina meliputi:

1. Aktivitas Seksual

Seks menjadi salah satu penyebab utama terperangkapnya gas di dalam vagina. Saat penis, mainan seks, atau jari masuk dan keluar dari vagina, udara dapat terdorong ke dalam.

Saat dikeluarkan dari vagina, udaranya dilepaskan, sehingga menimbulkan kentut vagina. Gas vagina lebih banyak terjadi pada posisi tertentu atau ketika berganti posisi saat berhubungan seksual.

2. Menggunakan Tampon

Sama halnya dengan hubungan seksual, memasukkan tampon atau menstrual cup ke dalam vagina selama menstruasi dapat memaksa udara masuk ke saluran vagina. Udara tersebut akhirnya keluar saat tampon atau menstrual cup dilepaskan, sehingga menimbulkan bunyi seperti kentut dari vagina.

3. Otot Panggul Yang Lemah

Menopause, melahirkan, dan penyebab lain dari disfungsi dasar panggul meningkatkan kemungkinan terjadinya kembung pada vagina akibat gas yang terperangkap karena melemahkan otot dasar panggul.

4. Pemeriksaan Vagina

Membuang gas ketika sedang melakukan pemeriksaan vagina merupakan hal yang wajar. Saat spekulum atau alat yang digunakan untuk memeriksa bagian dalam vagina dimasukkan, hal tersebut memungkinkan udara untuk masuk masuk.

5. Fistula Vagina

Fistula adalah lubang antara saluran vagina dan organ saluran kemih atau pencernaan (seperti kandung kemih atau usus). Fistula vagina biasanya disebabkan oleh trauma, pembedahan, atau penyakit lainnya. Selain gas vagina, gejala fistula vagina termasuk buang air kecil yang tidak terkendali, kencing berbau busuk, dan inkontinensia tinja .

6. Gerakan Fisik

Yoga, olahraga, dan gerakan lain seperti lari dapat menyebabkan udara terperangkap di dalam vagina karena vagina sedikit terbuka atau meregang selama aktivitas tersebut.

Mengutip dari Everyday Health, kentut vagina merupakan kondisi yang normal dan tidak perlu diobati.

Namun jika mengalami kentut vagina disertai gejala seperti berikut, periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut:

  • Kotoran atau nanah keluar dari vagina.
  • Keputihan yang berbau tidak sedap.
  • Infeksi vagina atau saluran kemih yang sering terjadi.
  • Iritasi atau nyeri pada vulva, vagina, atau area antara vagina dan anus.
  • Nyeri saat berhubungan seks.

Jika mengalami gejala-gejala tersebut, kentut vagina bisa menjadi tanda fistula rektovaginal yang jarang terjadi.



Simak Video "Waktu Ideal Pasutri Berhubungan Intim di Bulan Ramadan"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/suc)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat