gtrees.net

Vagina 'Kering' Bikin Mood Bercinta Jadi Drop? Pahami Penyebab dan Cara Atasinya

Abstract image of the uterus. female reproductive system made up of flowers and leaves. uterus conceptual image.
Ilustrasi vagina. (Foto: Getty Images/iStockphoto/vvmich)

Daftar Isi
  • Cara Mengatasinya?
Jakarta -

Tak cuma meningkatkan keharmonisan dalam rumah tangga, berhubungan intim memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Saat berhubungan, memaksimalkan performa masing-masing merupakan hal yang penting agar seks terasa memuaskan. Namun, tak jarang muncul kendala yang memengaruhi tingkat kepuasan saat berhubungan intim salah satunya adalah vagina yang kering.

Vagina kering tak jarang menyebabkan iritasi serta menimbulkan sensasi terbakar ketika bercinta. Kondisi ini membuat tak jarang wanita memilih untuk menghindari untuk berhubungan seks.

Menurut The American College of Obstetricians and Gynecologist terdapat beberapa faktor yang menyebabkan vagina menjadi kering salah satunya adalah masalah hormon. Rendahnya kadar hormon estrogen pada wanita jelang masa menopause maupun setelah menopause dapat menyebabkan vagina kering.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hormon estrogen adalah hormon yang menjaga lubrikasi, ketebalan, serta elastisitas pada vagina. Apabila kadar estrogen rendah, kondisi ini dapat membuat vagina mengalami penipisan, pengeringan serta peradangan atau yang dikenal sebagai atrofi vagina.

Tak cuma menopause, terdapat kondisi lain yang menyebabkan rendahnya kadar estrogen pada vagina. Beberapa di antaranya meliputi melahirkan, menyusui, atau ketika sedang menjalani pengobatan kanker.

ADVERTISEMENT

Beberapa obat antidepresan, obat flu, dan alergi juga bisa menyebabkan keringnya jaringan vagina. Penyebab lain yang juga dapat menjadi pemicu adalah autoimun sindrom Sjogren. Kondisi yang dapat memicu kering pada mulut dan mata ini juga dapat memengaruhi kekeringan pada vagina.

Cara Mengatasinya?

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah ini adalah menggunakan pelembab. Pelembab berfungsi untuk meningkatkan kelembaban di area luar maupun di dalam vagina.

Pelembab vagina dibagi menjadi dua jenis, yaitu pelembab internal yang dimasukkan ke dalam vagina untuk membangun jaringan vagina, serta pelembab eksternal yang dibuat untuk vulva atau bagian terluar pada vagina.

Selain pelembab, menggunakan lubricant atau pelumas vagina juga dapat mengatasi vagina yang kering saat berhubungan intim. Pilih pelumas berbahan dasar air meskipun tidak tahan lama dibandingan pelumas berbahan dasar minyak. Pelumas dengan bahan dasar minyak lebih rentan menyebabkan iritasi, juga mengurangi tingkat efektivitas kondom.

Apabila rasa sakit atau tidak nyaman saat berhubungan seks tak kunjung membaik selama 2 bulan, segeralah temui dokter. Perawatan hormonal biasanya akan dilakukan dengan menggunakan krim dan tablet estrogen yang dimasukkan beberapa kali seminggu ke dalam vagina.

Selain itu, perawatan juga bisa dilakukan dengan menggunakan cincin vagina yang diletakkan di dalam vagina. Cincin ini nantinya akan melepaskan estrogen dosis rendah selama 90 hari.



Simak Video "Cek PSA Untuk Ketahui Risiko Gangguan Prostat"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat