gtrees.net

Kenali 10 Penyebab Benjolan di Miss V Bagian Luar, dari Kista sampai Herpes

ilustrasi selangkangan/vagina
Foto: Getty Images/iStockphoto/Nitcharee Sukhontapirom

Daftar Isi
  • Penyebab Muncul Benjolan di Vagina
  • 1. Kista di Vulva 2. Kista di Vagina 3. Fordyce Spot 4. Varises 5. Rambut Kemaluan Tumbuh ke Dalam 6. Skin Tag 7. Lichen Sclerosus 8. Herpes Genital 9. Kutil Kelamin 10. Moluskum Kontagiosum
Jakarta -

Bagi wanita, vagina adalah salah satu area tubuh yang perlu dijaga kesehatan dan kebersihannya. Sebab, masalah pada vagina bisa menimbulkan rasa tidak nyaman dalam beraktivitas, terlebih aktivitas seksual.

Detikers yang pernah merasakan ada benjolan pada vagina mungkin merasa khawatir. Sebab, benjolan pada vagina adalah salah satu tanda masalah kesehatan pada vagina.

Benjolan di vagina bisa disebabkan oleh beragam hal. Mengutip Healthline, benjolan di vagina merupakan kondisi yang cukup umum ditemui dan biasanya bukanlah hal yang serius. Tetapi, benjolan di vagina bisa juga merupakan tanda butuh perawatan medis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penyebab Muncul Benjolan di Vagina

Berikut beberapa hal yang bisa menyebabkan benjolan di vagina.

1. Kista di Vulva

Vulva adalah bagian vagina yang terlihat dari luar. Di area ini, terdapat banyak kelenjar. Jika kelenjar tersumbat, kista dapat terbentuk.

ADVERTISEMENT

Ukuran kista berbeda-beda, tetapi biasanya terasa seperti benjolan kecil dan keras. Biasanya kista tidak menimbulkan rasa sakit kecuali jika terinfeksi.

Kista pun umumnya hilang tanpa pengobatan. Tetapi, jika kista terinfeksi, dokter biasanya akan memberikan antibiotik.

2. Kista di Vagina

Organ reproduksi wanita, baik yang bagian internal maupun eksternal, kerap disebut vagina oleh masyarakat awam. Secara medis, vagina sebenarnya merujuk pada organ internal yang tak terlihat dari luar.

Kista di vagina adalah benjolan di dinding vagina yang berukuran kecil seperti kacang polong. Biasanya kista ini muncul setelah melahirkan atau karena luka pada vagina.

Sama seperti kista pada vulva, kista di vagina biasanya tidak menimbulkan rasa sakit. Umumnya kista pada vagina bukanlah hal yang serius, kecuali jika menimbulkan rasa sakit saat berhubungan seksual.

Terkadang, kista pada vagina harus dikeluarkan dengan operasi.

3. Fordyce Spot

Fordyce spot adalah benjolan-benjolan kecil berwarna putih atau kuning yang muncul di bagian dalam vulva. Benjolan ini juga bisa muncul di bibir atau pipi.

Fordyce spot umumnya muncul saat memasuki masa puber dan akan muncul semakin banyak seiring pertumbuhan. Fordyce spot umumnya tidak menimbulkan rasa sakit dan tidak berbahaya.

4. Varises

Varises adalah kondisi pelebaran atau pembengkakan pembuluh vena di bagian vulva. Varises muncul sebagai benjolan berwarna kebiruan atau vena yang membengkak di area vulva.

Varises tidak menimbulkan rasa sakit, tetapi terkadang benjolan akan terasa berat, gatal, atau mengeluarkan darah.

Varises mengakibatkan rasa tidak nyaman saat berhubungan seksual atau saat berdiri terlalu lama. Dokter spesialis operasi pembuluh darah vena dapat menangani kondisi ini.

Kondisi varises kerap dialami oleh ibu hamil. Bagi ibu hamil, varises tidak butuh penanganan khusus, sebab akan hilang sendiri setelah melahirkan.

5. Rambut Kemaluan Tumbuh ke Dalam

Mencukur bulu kemaluan dengan shaving atau waxing meningkatkan risiko rambut kemaluan tumbuh ke bagian dalam. Hal ini bisa membentuk benjolan kecil berbentuk bulat yang terkadang menimbulkan rasa gatal dan sakit.

Benjolan pun bisa berisi nanah dan kulit di sekitarnya berubah lebih gelap.

Umumnya, kondisi ini akan sembuh sendiri tanpa pengobatan. Tetapi, jika muncul inflamasi, sebaiknya pergi ke dokter karena hal itu bisa menjadi tanda infeksi.

6. Skin Tag

Skin tag atau acrochordon juga dikenal dengan istilah daging tumbuh. Skin tag adalah pertumbuhan jaringan yang menggantung di kulit. Skin tag bisa muncul di berbagai lipatan kulit tempat kulit bergesekan, seperti ketiak, selangkangan, anus, paha, kelopak mata, leher, atau di bawah payudara.

Skin tag biasanya tidak menimbulkan rasa sakit, kecuali jika bergesekan dengan sesuatu dan menjadi iritasi.

Jika terasa mengganggu, skin tag bisa dihilangkan dengan operasi atau laser.

7. Lichen Sclerosus

Menurut National Health Service (NHS) UK, lichen sclerosus adalah kondisi yang mengakibatkan munculnya bercak-bercak putih yang gatal di area genitalia atau bagian tubuh lain. Kulit pun menjadi lebih mudah terluka atau berdarah.

Lichen sclerosus dapat terjadi pada siapa saja, tetapi jauh lebih umum muncul pada wanita yang sudah menopause.

Gejala lichen sclerosus bisa diobati dengan krim steroid yang diberikan dokter. Tetapi, gejalanya bisa muncul lagi setelah pengobatan, sehingga krim perlu digunakan lagi.

8. Herpes Genital

Herpes genital juga dikenal sebagai herpes simplex, infeksi yang disebabkan oleh herpes simplex virus (HSV). Virus ini menular melalui kontak kulit yang intim.

Gejala yang bisa kambuh adalah:

  • Bisul yang terasa pedih, melepuh, dan bahkan bisa bernanah atau berdarah
  • Rasa sakit atau gatal di area kemaluan
  • Kelenjar bengkak
  • Demam.

Gejala herpes genital umumnya akan sembuh lalu kembali lagi. Seiring waktu, kebanyakan orang dengan kondisi ini akan merasakan gejala-gejala yang lebih sedikit dan lebih ringan.

Untuk saat ini, belum ada obat untuk herpes genital, tetapi gejala-gejalanya bisa ditangani dengan pengobatan antiviral.

9. Kutil Kelamin

Kutil kelamin disebabkan oleh human papillomavirus (HPV) dan menular melalui kontak intim. Gejala yang muncul antara lain:

  • Sekelompok benjolan-benjolan kecil yang sewarna dengan kulit
  • Sekelompok kutil yang berdekatan
  • Rasa gatal atau terbakar.

Kutil bisa dihilangkan dengan krim, laser, atau operasi. Beberapa jenis HPV bisa meningkatkan risiko terkena kanker serviks. Jika mengalami kutil kelamin, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui jenis HPV yang menyebabkan kutil muncul.

10. Moluskum Kontagiosum

Penyebab lain benjolan pada vagina adalah virus Molluscum contagiosum. Mengutip Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan, Molluscum contagiosum ditularkan oleh kontak langsung dengan penderita. Penularan juga bisa terjadi melalui kontak tidak langsung melalui benda yang terkontaminasi virus, misalnya penggunaan handuk atau pakaian dengan orang yang terjangkit.

Gejala yang timbul berupa bintil yang sewarna kulit, berbentuk bulat seperti kubah, terkadang permukaannya tampak mengilap seperti mutiara, dan pada area tengahnya terdapat cekungan. Bintil-bintil dapat terjadi pada semua area tubuh, tetapi lebih sering ditemukan pada area yang rentan terhadap gesekan pakaian atau lembap.

Setelah 6-9 bulan bintil muncul, bintil dapat sembuh sendiri melalui proses peradangan, terbentuknya bisul, lalu menjadi keropeng yang akan mengelupas.

Pengobatan moluskum kontagiosum umumnya menggunakan metode untuk menghancurkan bintil, seperti bedah beku, kuretase, bedah listrik, laser, dan obat-obatan yang sifatnya iritatif.

Benjolan pada vagina dapat disebabkan oleh berbagai hal dan merupakan hal yang cukup umum. Tetapi jika benjolan tidak hilang setelah beberapa minggu, atau jika muncul rasa sakit atau tanda-tanda infeksi, sebaiknya berkonsultasilah dengan dokter.



Simak Video "Kemenkes Minta Edukasi Kesehatan Reproduksi Dimulai Sejak SMP"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat