gtrees.net

Ternyata Ini Alasan Stres Picu Gairah Bercinta Menurun

young asian couple with relationship problem appear depressed and frustrated.
Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/imtmphoto

Daftar Isi
  • 1. Konsumsi Obat-obatan
  • 2. Depresi
  • 3. Masalah Tidur
Jakarta -

Kecemasan berlebihan akan sesuatu terkadang menimbulkan stres dan tidak jarang mengganggu aktivitas seksual. Dikutip dari Verywell Mind, stres dapat menimbulkan serangkaian respons tubuh, termasuk peningkatan detak jantung, tekanan darah, dan laju pernapasan, serta penurunan fungsi tubuh yang tidak esensial, seperti gairah seks.

Saat stres, hormon seperti kortisol dan epinefrin dilepaskan dalam kadar tinggi, sehingga mengakibatkan penurunan gairah seks karena tubuh menggunakan hormon seks untuk memenuhi kebutuhan produksi kortisol yang meningkat.

Stres juga memiliki efek psikologis yang dapat membuat pikiran sibuk dan lelah, sehingga mengalihkan perhatian dari keinginan atau kehadiran saat berhubungan seks. Lebih parahnya bahkan menyebabkan kecemasan dan depresi, sehingga menurunkan libido.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak hanya itu, saat pikiran terganggu oleh situasi atau tekanan tinggi, hasrat seksual dapat menurun karena stres mengganggu kadar hormon dan dapat menyebabkan penyempitan arteri yang membatasi aliran darah. Hal tersebut berpotensi menyebabkan disfungsi ereksi (DE).

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Scientific Research and Essays mendukung gagasan bahwa stres memiliki efek langsung pada masalah seksual baik pada pria maupun wanita.

ADVERTISEMENT

Studi lain mengungkapkan, orang dengan gangguan post-traumatic stress disorder (PTSD) memiliki risiko disfungsi seksual lebih dari tiga kali lipat. Sumber stres seperti hubungan, perceraian, kematian orang yang dicintai, kekhawatiran akan masa depan adalah beberapa peristiwa kehidupan yang dapat mempengaruhi hasrat seksual.

Teknik pengelolaan stres seperti latihan pernapasan, meditasi, dan konseling dengan terapis dapat membantu mengurangi dampak stres pada aktivitas seksual. Dalam sebuah penelitian, seorang pria yang baru didiagnosis menderita DE menunjukkan peningkatan fungsi ereksi setelah berpartisipasi dalam program manajemen stres selama 8 minggu.

Selain stres, sebenarnya banyak faktor lain yang dapat menurunkan gairah seks pada seseorang. Dilansir dari Healthline, berikut beberapa faktor yang dapat menurunkan gairah seks.

1. Konsumsi Obat-obatan

Mengonsumsi obat-obatan tertentu dapat mengakibatkan penurunan kadar testosteron, yang dapat mengurangi libido seseorang. Contohnya, obat tekanan darah seperti ACE inhibitor dan beta-blocker yang bisa menghambat ejakulasi dan ereksi.

Obat lain yang dapat menurunkan kadar testosteron lainnya yaitu termasuk kemoterapi atau radiasi untuk kanker, hormon untuk kanker prostat, kortikosteroid, opioid pereda nyeri seperti morfin dan oxycodone, antijamur ketoconazole, simetidin untuk sakit maag dan GERD, steroid anabolik, dan beberapa antidepresan.

2. Depresi

Depresi dapat merubah seluruh aspek kehidupan seseorang, termasuk menurunkan minat terhadap aktivitas yang sebelumnya dianggap menyenangkan, termasuk seks.

Selain itu, beberapa antidepresan seperti inhibitor reuptake serotonin-norepinefrin (SNRI) seperti duloxetine (Cymbalta), dan inhibitor reuptake serotonin selektif (SSRI) seperti fluoxetine (Prozac) dan sertraline (Zoloft), dapat menyebabkan libido rendah sebagai efek sampingnya.

3. Masalah Tidur

Sebuah studi di Journal of Clinical Sleep Medicine menunjukkan bahwa pria yang tidak mengalami obesitas tetapi menderita Obstructive Sleep Apnea (OSA) cenderung memiliki kadar testosteron yang lebih rendah, sehingga menyebabkan penurunan aktivitas seksual dan libido.

Penelitian tersebut juga menemukan bahwa hampir sepertiga pria dengan sleep apnea parah mengalami penurunan kadar testosteron.



Simak Video "Peringatan WHO! Kasus Infeksi Seks Menular Naik, Mulai Sifilis-HIV"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/suc)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat