gtrees.net

Olahraga Ini Bisa Enyahkan Perut Buncit Usai Kalap Makan saat Lebaran

Tired Muslim woman, an track and field athlete measuring her pulse trace with a fitness tracker, after she finishes with training
Olahraga untuk mencegah perut gendut usai lebaran (Foto: Getty Images/SrdjanPav)

Jakarta -

Kalap makan saat lebaran bikin kepikiran perut yang menggendut. Jangan ditunda, sempatkan olahraga untuk membakar timbunan kalori dari opor dan ketupat.

Jika tidak diimbangi dengan olahraga aktivitas fisik, maka penurunan berat badan yang mungkin dialami selama puasa Ramadan jadi sia-sia. Defisit kalori akan berbalik jadi kelebihan kalori yang akan disimpan sebagai lemak.

Tentu saja mengkonsumsi hidangan Lebaran boleh-boleh saja. Namun porsinya tetap harus disesuaikan agar perut tak membuncit, dan sempatkan olahraga untuk mengimbanginya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Konsultan sport injury dari RS Abdi Waluyo, dr I Gusti Made Febry Siswanto, SpOT(K), menyebut ada beberapa dua cara yang bisa dilakukan untuk menghempaskan lemak-lemak yang menumpuk gegara kebanyakan makan. Pertama, dengan olahraga kardio.

"Cara membakar kalori itu ada dengan dua cara, cara cepat kalau kita bilang booster, yaitu dengan melatih pernapasan dengan kardio," tuturnya saat diwawancarai baru-baru ini.

ADVERTISEMENT

Kardio sendiri merupakan latihan yang berfungsi untuk meningkatkan detak jantung seseorang, seperti saat berolahraga dengan menggunakan sepeda statis atau treadmill. Saat melakukan kardio, tubuh cenderung akan membakar kalori dengan cepat.

Selain itu, ia juga menyarankan untuk melatih otot seperti angkat beban. Meski tidak secepat saat latihan kardio, pembakaran kalori saat latihan otot lebih efektif me-maintain metabolisme dalam waktu yang lebih lama.

"Reflek tubuh terhadap cedera yang terjadi seperti ini maka tubuh akan menyembuhkan otot tersebut. Untuk menyembuhkan otot tersebut, maka dibutuhkan kalori, nah itulah kalori itu akan terbakar secara maintain sampai dia kembali," tandasnya.

Namun disarankan untuk tidak melakukan latihan untuk kelompok otot yang sama secara terus menerus. Beri waktu 1x24 jam untuk recovery, sembari bergantian melatih otot yang lain.

Selain itu, dr Febry menekankan bahwa peningkatan berat badan tidak selamanya buruk. Jika berat badan meningkat karena massa otot yang lebih besar, maka itu merupakan hal yang baik. Yang dihindari adalah menggendut karena lemak.

Selain itu, bagi yang tidak biasa olahraga maka sebaiknya tidak terlalu memaksakan diri. Lakukan secara bertahap, tidak langsung olahraga berat untuk mencegah risiko cedera.



Simak Video "Mitos atau Fakta: Olahraga Tiap Hari Cepat Turunkan Berat Badan"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat