gtrees.net

10 Buah Penurun Darah Tinggi yang Lezat dan Ampuh

Buah segar untuk mengatasi darah tinggi
Foto: iStock

Jakarta -

Darah tinggi (hipertensi) merupakan peningkatan tekanan darah yang terjadi pada arteri (salah satu jenis pembuluh darah) dalam tubuh. Kondisi tersebut jika kambuh dan terus dibiarkan akan berakibat serius.

Dalam hal ini, asupan makanan sangat berperan penting dalam pengendalian tekanan darah bagi penderita darah tinggi. Umumnya, penderita disarankan untuk menghindari atau mengurangi asupan yang bisa meningkatkan tekanan darah.

Cara yang bisa dilakukan dengan mengkonsumsi buah-buah penurun darah tinggi. Dalam artikel ini, akan dibahas penyebab, daftar buah penurun darah tinggi. hingga cara mengukur tekanan darah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Definisi Darah Tinggi dan Mengapa Penting untuk Menurunkannya

Dijelaskan dalam situs emedicinehealth, darah tinggi adalah kondisi di mana kekuatan pemompaan darah melalui arteri secara konsisten terjadi terlalu tinggi. Sehingga, membuat dinding arteri melebar dan melebihi batas normalnya.

Tekanan darah tinggi ini biasanya tidak memiliki gejala peringatan atau tanda-tanda tertentu. Sehingga, membuat banyak orang tidak mengetahuinya.

ADVERTISEMENT

Maka tak heran, jika darah tinggi atau hipertensi ini sering dikenal sebagai "The Silent Killer". Untuk mengetahuinya perlu dilakukan dengan mengukur tekanan darah.

Akan didapat dua angka dalam pemeriksaan tekanan darah. Dalam hal ini, angka yang lebih tinggi diperoleh saat jantung berkontraksi (sistolik), sedangkan angka yang lebih rendah diperoleh saat jantung berelaksasi (diastolik).

Dikutip dari e-paper dalam situs Direktorat P2PTM Kemenkes RI, hampir setiap orang berisiko mengalami kenaikan tekanan darah, sejalan dengan bertambahnya usia. Di mana, tekanan sistolik akan terus meningkat sampai dengan usia 80 tahun.

Sementara, tekanan diastolik bisa terus meningkat sampai usia 55-60 tahun. Lalu, akan berkurang secara perlahan bahkan menurun secara drastis.

Secara umum, kondisi darah tinggi tersebut bisa menyebabkan risiko:

  • Kerusakan jaringan perut
  • Penyakit ginjal
  • Serangan jantung
  • Stroke
  • Aneurisma
  • Kerusakan ginjal.

Tingginya risiko penyakit dari gejala darah tinggi ini, membuat penderitanya perlu menstabilkan tekanan darahnya. Biasanya, penderita tekanan darah tinggi akan diberikan obat-obatan antihipertensi oleh dokter.

Obat antihipertensi tersebut berfungsi untuk menurunkan dan mengendalikan tekanan darah. Selain itu, penderita tekanan darah tinggi juga dianjurkan untuk menerapkan pola hidup yang sehat.

Buah-buahan yang Dapat Menurunkan Tekanan Darah Tinggi

Mengonsumsi buah-buahan tertentu juga bisa membantu menurunkan darah tinggi. Adapun daftar buah penurun darah tinggi dengan cepat dan alami, antara lain:

1. Pisang

Dikutip dari situs puskesmas.kuburayakab.go.id, pisang adalah buah penurun darah tinggi, karena menjadi salah satu buah yang mengandung kalium tinggi.

Kandungan kalium tersebut mampu membantu menstabilkan tekanan darah, terutama membantu proses sekresi natrium dan air di dalam darah. Di mana, natrium merupakan salah satu yang memicu peningkatan volume tekanan darah.

2. Delima

Mengonsumsi jus buah delima lebih dari 1 gelas per hari selama 4 Minggu, akan membantu menurunkan tekanan darah batas atas (sistolik) maupun tekanan batas bawah (diastolik).

Kandungan kalium dan polifenol dalam delima, dipercaya membuatnya masuk dalam daftar buah penurun darah tinggi. Meski begitu, perlu ada penelitian lebih lanjut tentang kandungan apa saja yang membuat delima bisa menjadi buah penurun darah tinggi.

3. Kiwi

Buah penurun darah tinggi alami lainnya yaitu kiwi. Pasalnya, kiwi memiliki kandungan nutrisi seperti vitamin C dan E, folat, serta kalium yang mampu untuk membantu menurunkan tekanan darah.

4. Anggur

Anggur termasuk buah yang bisa menurunkan darah tinggi karena mengandung polifenol. Selain sebagai antioksidan, polifenol juga berperan sebagai pengontrol tekanan darah.

Anggur juga mengandung serat yang tinggi dan rendah kalori. Jadi, apabila anggur dikonsumsi secara rutin mampu membantu mencegah sindrom metabolik dan hipertensi.

5. Semangka

Kandungan L-citrulline (jenis asam amino) dalam semangka bisa membantu melebarkan pembuluh darah yang bisa menurunkan tekanan darah. Selain itu, kandungan nutrisi pada semangka seperti vitamin A dan C, magnesium, dan kalium juga banyak bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

6. Buah Bit

Detikers pernah dengar dan mencoba buah bit? Ternyata buah bit merupakan buah penurun darah tinggi yang direkomendasikan dimakan penderita darah tinggi lho.

Kandungan nitrat pada buah bit ini berperan dalam penurunan tekanan darah. Dalam laman Siloam Hospitals, zat nitrat nantinya akan diolah dalam tubuh menjadi nitrit oksida (NO).

Nitrogen oksida tersebut akan membantu memperlebar pembuluh darah sekaligus membantu membuat tekanan darah tetap stabil.

7. Buah Berry

Dalam situs emedicinehealth, jenis-jenis buah berry masuk dalam buah yang bisa membantu menurunkan darah tinggi. Buah beri diketahui mengandung senyawa flavonoid, yang mampu secara efektif membantu menurunkan tekanan darah.

Adapun jenis buah berry penurun darah tinggi di antaranya:

  • Strawberry
  • Blueberry
  • Raspberry
  • Aronia berry (disebut juga chokeberry)
  • Cloudberry
  • Blackberry.

8. Apel

Konsumsi buah apel juga menjadi cara untuk mengelola tekanan darah tinggi. Kamu bisa jadikan apel sebagai bagian dari diet sehat kamu.

9. Alpukat

Alpukat merupakan buah yang cocok dikonsumsi penderita darah tinggi. Selain bisa dikonsumsi langsung, kamu juga bisa mengolahnya menjadi jus atau tambahan untuk makanan sehat lainnya.

10. Buah Sitrus

Buah sitrus merupakan kelompok buah segar yang memiliki cita rasa manis serta asam. Contoh buah sitrus yaitu jenis jeruk, seperti jeruk, lemon, dan jeruk bali.

Cara Mengukur Tekanan Darah

Satu-satunya cara untuk mengetahui apakah seseorang memiliki tekanan darah tinggi atau tidak, yaitu dengan mengukur tekanan darah. Mengukur tekanan darah bisa melalui perawat atau dokter di rumah sakit/klinik.

Namun, ada juga apotek yang memiliki mesin pengukur darah. Selain di rumah sakit dan apotek, kamu juga mengukur tekanan darah di rumah dengan alat monitor tekanan darah (manset tensi darah) yang bisa digunakan.

Disebutkan dalam situs Centers for Disease Control and Prevention (CDC), berikut adalah cara mengukur tekanan darah yang benar:

  • Sebelum mengukur tekanan darah, usahakan 30 menit sebelumnya jangan makan atau minum apa pun.
  • Kosongkan kandung kemih sebelum melakukan pengukuran tekanan darah.
  • Duduklah di kursi dengan tenang dan nyaman, dengan posisi punggung tertopang (setidaknya 5 menit sebelum mulai pengukuran).
  • Letakkan kedua kaki dengan posisi sejajar di lantai. Usahakan jaga agar posisi kaki tidak menyilang.
  • Kemudian, letakkan lengan dengan manset di atas meja setinggi dada.
  • Pastikan manset tensi darah menempel pada kulit lengan. Keadaan pas dan tidak terlalu kencang.
  • Jangan bicara saat tekanan darah sedang diukur.

Tekanan darah akan ditulis sebagai tekanan sistolik garis miring tekanan diastolik. Misalnya 120/80 mmHg dibaca "seratus dua puluh per delapan puluh".

Dikatakan tekanan darah tinggi jika pada saat duduk tekanan sistoliknya mencapai 140 mmHg atau lebih, atau saat hasil tekanan diastolik mencapai lebih dari 90 mmHg.

Faktor-faktor yang Dapat Meningkatkan Tekanan Darah

Dikutip dari situs puskesmasandalas.padang.go.id, beberapa faktor yang dapat meningkatkan darah tinggi terbagi menjadi 2, yaitu faktor risiko yang dapat diubah dan faktor yang tidak dapat diubah.

Faktor yang dapat meningkatkan darah tinggi berdasarkan faktor yang tidak dapat diubah (melekat pada individu), yaitu:

  • Genetik
  • Jenis kelamin
  • Usia

Faktor yang dapat meningkatkan darah tinggi berdasarkan faktor yang dapat diubahnya, adalah:

  • Terlalu banyak merokok
  • Konsumsi garam berlebih
  • Obesitas
  • Kurang melakukan aktivitas fisik
  • Sering mengonsumsi alkohol
  • Sering melakukan diet rendah serat
  • Terlalu banyak stres.

Cara Lain untuk Menurunkan Tekanan Darah Tinggi

Dalam Laman Mayo Clinic, disebutkan ada beberapa cara untuk menurunkan tekanan darah tinggi, yaitu:

  • Menurunkan berat badan jika mengalami kelebihan berat badan
  • Berolahraga secara teratur
  • Makan-makanan yang sehat
  • Mengurangi konsumsi garam (natrium)
  • Membatasi minum minuman alkohol
  • Tidur teratur dan nyenyak
  • Berhenti merokok
  • Mengurangi dan menghindari stres.

Kesimpulan

Selain mengkonsumsi buah penurun darah tinggi, penderita darah tinggi juga juga perlu menerapkan pola hidup sehat. Termasuk dengan mengontrol tekanan darah, menerapkan gaya hidup sehat, mencegah penyebab, ataupun mengurangi kebutuhan akan pengobatan.

Apabila cara-cara tersebut belum mampu mengelola tekanan darah, lebih baik untuk segera berkonsultasi ke dokter atau ahli medis. Dengan begitu, kamu akan mendapatkan pengobatan darah tinggi yang tepat untuk menghindari risiko serius yang akan terjadi.

Selain itu, mengukur tekanan darah secara teratur juga akan membantu kamu dan tim medis untuk mendiagnosis masalah kesehatan sejak dini. Bagi penderita hipertensi, mengukur tekanan darah rutin membantu untuk mengambil langkah mengontrol tekanan darah supaya tidak terlalu tinggi.

Semoga informasi tentang daftar buah penurun darah tinggi, penyebab, hingga faktor-faktor yang meningkatkan darah tinggi tadi bisa menambah pemahaman kalian ya.



Simak Video "Hipertensi Kerap Jadi Silent Killer, Dokter Saraf: Cek Sejak 18 Tahun"
[Gambas:Video 20detik]
(khq/fds)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat