gtrees.net

Diet saat Puasa Ramadan, Bisa Nggak Ya? Begini Saran Ahli Gizi

Close-up of religious Muslim woman and her family praying before the meal at dining table on Ramadan.
Foto: Getty Images/Drazen Zigic

Jakarta -

Ramadan menjadi momen tepat bagi umat muslim untuk meningkatkan ibadah dan kesehatan. Tak jarang juga yang memanfaatkan bulan Ramadan untuk diet demi mendapatkan berat badan yang ideal.

Hanya saja seringkali, Ramadan malah bikin berat badan naik alih-alih turun. Kok bisa ya?

Ahli gizi Putri MJ, SGz mengatakan hal yang membuat seseorang semakin berisi ketika berpuasa adalah kebiasaan makan yang tidak tepat. Biasanya makanan yang dikonsumsi saat berbuka atau sahur tidak memenuhi standar gizi sehingga memicu berat badan berlebih.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat sahur dan buka puasa, Putri mendorong untuk mengonsumsi real food atau makanan yang belum diolah berkali-kali agar gizi yang masuk dalam tubuh lebih utuh. Mengonsumsi makanan real food pun penting untuk memberikan energi dan kenyang lebih lama saat puasa.

"Contohnya daripada makan mie instan untuk sahur, lebih baik makan nasi terus sama lauk yang proper kayak telur ayam atau ada sumber protein lainnya sama sayur. Jadi tetap makan gizi seimbang selama sahur," bebernya saat ditemui di Jakarta Selatan belum lama ini.

ADVERTISEMENT

Saat berbuka puasa pun, Putri menyarankan untuk menghindari gorengan dan makanan tinggi lemak saat perut kosong agar kalori harian tetap terjaga. Ini penting agar tidak melebihi asupan kalori harian dan tidak overeating.

"Makan makanan yang rendah lemak dulu. Contohnya kayak es buah, buah segar, kurma, minum air. Itu nanti di jeda baru makan makanan berat gitu. Jangan kalap makan saat buka puasa," tandasnya.



Simak Video "Tips Puasa Sehat: Jaga Pola Makan hingga Jangan Lupa Olahraga!"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat