gtrees.net

Begini Prosedur Transplantasi Pasien Kanker Hati yang Dapat Donor dari Kakak Ipar

Asian doctor and an assistant in the operating room for surgical venous vascular surgery clinic in hospital.
Ilustrasi operasi transplantasi organ (Foto: Getty Images/iStockphoto/ake1150sb)

Jakarta -

Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) pada Jumat lalu (19/4), berhasil melakukan transplantasi hati pada pasien pria berusia 54 tahun. Pasien menerima donor dari kakak ipar pasien yang berusia 55 tahun.

Pasien diketahui memiliki komorbid sirosis hati dan kanker hati, sehingga ia memerlukan transplantasi segera. Sirosis hati adalah kondisi yang ditandai dengan pembentukan jaringan parut pada organ hati sebagai hasil dari kerusakan berkepanjangan yang dapat mengganggu fungsi normal hati. Sementara kanker hati atau liver terjadi disebabkan pertumbuhan jaringan tidak normal pada organ hati.

Pasien kemudian menjalani transplantasi di kamar operasi (OK) Gedung Kanigara, RSCM, Jumat, 19 April 2024. Operasi tersebut dilakukan dalam waktu 12 jam. Proses operasi melibatkan berbagai disiplin ilmu, dokter spesialis, serta di bawah supervisi Prof Seisuke Sakamoto dari National Center for Child Health and Development (NCCHD), Jepang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah operasi transplantasi hati, pasien dilaporkan dalam kondisi stabil. Meski begitu, tim medis RSCM akan terus memantau perkembangan kondisi pasien maupun donor. Hal ini untuk memastikan pasien yang dalam kondisi sehat setelah operasi dan dapat hidup lebih panjang, yakni tidak hanya setahun, tapi 5 sampai 10 tahun dan seterusnya.

"Kami menilai angka keberhasilan dari satu tahun, bagaimana dia bisa hidup setelah transplantasi. Saat ini, tingkat keberhasilan one year survival rate transplantasi hati di RSCM sudah mencapai 82 persen," kata Ketua Tim Transplantasi Hati dari RSCM Prof Hanifah Oswari dalam konferensi pers, Minggu (21/4/2024).

ADVERTISEMENT

Prosedur Transplantasi

Meski begitu, transplantasi ini bukan serta merta bisa langsung dilakukan. Sebab sejumlah prosedur yang harus dipatuhi sebelum pasien menerima donor.

Prof Hanifah mengatakan persiapan tindakan tetap membutuhkan waktu yang cukup panjang. Adapun persiapan dimulai dari menyiapkan pasien penerima donor dan orang yang mendonorkan dalam kondisi sehat.

Selain dinilai dari kondisinya, donor juga harus melewati proses dengan tim advokasi untuk mengetahui apakah orang yang mendonorkan tersebut layak menjadi donor dan tidak ada hubungannya dengan proses jual beli organ.

Apabila donor berhasil melewati serangkaian proses tersebut, maka transplantasi bisa dilakukan.



Simak Video "Mengulas Seputar Transplantasi Hati"
[Gambas:Video 20detik]

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat