gtrees.net

6 Tahapan Golden Age yang Harus Dipahami Orang Tua

Ciri-Ciri Anak Cerdas Usia 1-2 Tahun
Ilustrasi golden age anak. Foto: iStockphoto

Daftar Isi
  • Tahapan Periode Golden Age
  • 1. Tahap Pertumbuhan Fisik 2. Tahap Perkembangan Motorik Kasar 3. Tahap Perkembangan Motorik Halus 4. Tahap Perkembangan Kognitif 5. Tahap Perkembangan Emosional 6. Tahap Perkembangan Sosial
  • Hal yang Harus Dilakukan Orang Tua di Masa Golden Age
  • 1. Menjaga Diri Selama Masa Kehamilan 2. Pastikan Kebutuhan Bayi Tercukupi 3. Ajak Anak Bermain 4. Membaca Bersama Anak 5. Jauhkan Anak dari Radiasi Layar
Jakarta -

Golden age adalah masa keemasan dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Istilah golden age mengacu pada 1000 hari pertama anak mulai dari usia 0 hingga 2 tahun atau 24 bulan.

Masa golden age berada di periode awal kehidupan seorang anak. Karena itu, penting bagi orang tua untuk mengoptimalkan pertumbuhan buah hati melalui perlakuan dan stimulasi yang tepat.

Berikut pembahasan lebih lanjut seputar golden age yang tak boleh terlewatkan oleh orang tua. Yuk, disimak!

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tahapan Periode Golden Age

Dilansir dari tulisan Perkembangan Fisik Motorik Anak Usia Dini karya Rohyana Fitriani dan The Golden Age: Perkembangan Anak Usia Dini dan Implikasinya Terhadap Pendidikan Islam oleh Ermis Suryana, dkk, pertumbuhan anak pada periode golden age terbagi menjadi beberapa tahapan sebagai berikut:

1. Tahap Pertumbuhan Fisik

Dilansir dari tulisan Perkembangan Fisik Motorik Anak Usia Dini karya Rohyana Fitriani, pertumbuhan fisik yang paling jelas terlihat pada peningkatan berat badan, lingkar kepala, tinggi badan, dan tonus otot. Pada anak usia dini, perkembangan fisik dimulai dari bagian otak terlebih dulu baru kemudian disusul dengan membesarnya bagian tangan dan kaki.

ADVERTISEMENT

2. Tahap Perkembangan Motorik Kasar

Menurut buku Aplikasi Teori pembelajaran Motorik di Sekolah dari Richard Decaprio, motorik kasar dapat diartikan sebagai gerakan tubuh yang melibatkan otot besar.

Gerakan tersebut bisa dilakukan sebagian besar maupun seluruh anggota tubuh. Gerakan ini biasa dilakukan anak atas dasar kesenangan, seperti melompat, berlari, atau melempar.

3. Tahap Perkembangan Motorik Halus

Sementara itu, motorik halus merupakan gerakan yang didukung oleh otot kecil. Aktivitas motorik halus membutuhkan koordinasi antara tangan dan mata. Kemampuan motorik halus anak bisa dilatih melalui kegiatan seperti menggunting, menggambar, menulis, mewarnai, menjahit, dan menganyam.

4. Tahap Perkembangan Kognitif

Tahap perkembangan kognitif ditandai dengan meningkatnya kemampuan otak, pemikiran, memori, dan kemampuan anak dalam meniru hal-hal di sekitarnya. Anak di usia ini cenderung memiliki dunia kognitif yang bersifat kreatif dan bebas.

5. Tahap Perkembangan Emosional

Dalam rentang usia 0-8 minggu, kondisi emosional bayi sangat dipengaruhi perasaan indrawi atau fisik. Emosi yang ditunjukkan hanya sebatas perasaan senang dan sedih.

Contohnya, bayi tersenyum saat berada dalam kondisi kenyang, hangat, dan nyaman. Sebaliknya, ketika sakit atau kelaparan, maka bayi menunjukkannya dengan cara menangis. Seiring bertambahnya usia, perasaan anak akan lebih terfokus pada orang, benda, atau makhluk tertentu.

6. Tahap Perkembangan Sosial

Tahap selanjutnya yang tak kalah penting pada periode golden age adalah perkembangan sosial. Pada tahap ini, anak mulai bisa mengekspresikan perasaannya dan mampu melakukan interaksi antar individu. Misalnya, melakukan gestur bye-bye dengan melambaikan tangan, memanggil nama ayah dan ibu, atau bermain ciluk ba.

Hal yang Harus Dilakukan Orang Tua di Masa Golden Age

Anak yang berada dalam usia golden age tentunya membutuhkan dukungan dan peran aktif dari orang tua agar pertumbuhannya berjalan optimal. Mengutip dari situs Healthline, berikut adalah cara-cara sederhana yang bisa dilakukan para orang tua untuk menstimulasi tumbuh kembang anak:

1. Menjaga Diri Selama Masa Kehamilan

Perkembangan otak bayi dimulai sejak dalam kandungan. Oleh karena itu, ibu hamil dianjurkan untuk menjaga pola makan yang sehat serta menghindari paparan tembakau, alkohol, dan obat-obatan lainnya.

2. Pastikan Kebutuhan Bayi Tercukupi

Sama seperti manusia dewasa, bayi memerlukan kebutuhan-kebutuhan dasar seperti asupan makanan, air, dan lingkungan yang memadai untuk menunjang kehidupannya.

3. Ajak Anak Bermain

Cara anak berinteraksi dan membangun hubungan dengan orang lain di masa depan sangat dipengaruhi oleh pola hubungannya dengan orang tua. Ikatan orang tua-anak yang kuat dapat dibangun sejak dini dengan cara mengajak anak berbicara dan bermain sesering mungkin.

4. Membaca Bersama Anak

Membacakan buku merupakan salah satu kegiatan positif yang bermanfaat untuk menstimulasi kemampuan bicara anak. Agar anak merasa terhibur, Anda bisa membacakan buku pada anak secara interaktif misalnya sambil memeluk atau bernyanyi.

5. Jauhkan Anak dari Radiasi Layar

Sejumlah penelitian telah membuktikan bahwa sinar radiasi dari layar memiliki dampak buruk terhadap perkembangan otak anak. Dengan demikian, durasi waktu di depan layar yang disarankan bagi anak 2-5 tahun dibatasi maksimal 1 jam saja.



Simak Video "RI Jadi Negara dengan Tubuh Terpendek di Dunia, Ini Tips agar Anak Tumbuh Tinggi"
[Gambas:Video 20detik]
(row/row)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat