gtrees.net

Pria Ini Keluhkan Penis Bengkak, Ternyata 17 Tahun Cacing Bersarang di Mr P

Banana as a symbol of male penis in hand on a yellow background hidden by censorship. Sexual masturbation and orgasm, impotence problem. Self-pleasure concept.
Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/Andrii Zastrozhnov

Jakarta -

Seorang pria harus menanggung sakit dan malu selama belasan tahun karena penyakit yang dialaminya. Ia hidup selama 17 tahun dengan penis bengkak parah karena infeksi yang tidak disadari.

Kondisi itu membuat penis dari pria berusia 72 tahun itu terlihat ereksi sebagian sepanjang waktu. Selain itu, bagian skrotum dan kaki kirinya juga membengkak.

Pasien yang tidak disebutkan namanya itu ditemukan terinfeksi gerombolan cacing mikroskopis hidup yang menyebabkan peradangan kronis di sekitar selangkangannya. Ia sempat tinggal di Zimbabwe selama 20 tahun, tempat penularan infeksi yang umum terjadi, hingga akhirnya menetap di Swiss.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kasus ini dipublikasikan dalam laporan New England Journal of Medicine, oleh para dokter di University Hospital Basel di Swiss.

Mereka mengatakan ketika pasien datang ke rumah sakit, tingkat peradangannya dua kali lipat dari batas normal yang menunjukkan adanya infeksi parah. Tes antibodi menunjukkan positif Wuchereria bancrofti, yaitu cacing mikroskopis berbentuk benang.

ADVERTISEMENT

Infeksi itu disebabkan oleh gigitan nyamuk, yang memindahkan larva ke dalam aliran darah. Begitu menetas, mereka berpindah ke sistem getah bening, jaringan peredaran darah yang digunakan untuk mengalirkan cairan dan membawanya ke area lain di tubuh, termasuk skrotum.

Larva tersebut kemudian berkembang menjadi dewasa, berkembang biak, dan menghasilkan jutaan keturunan.

Pasien Zimbabwe diberi resep dietilkarbamazin dan albendazol dosis tunggal, dua obat anti parasit ampuh yang dapat membunuh cacing. Setelah dua bulan menyelesaikan pengobatannya, dia bebas gejala dan dampak buruk dari parasitnya.

Infeksi cacing parasit relatif umum terjadi di daerah tropis dan subtropis termasuk sebagian Afrika, Asia dan Amerika Selatan. Mereka tidak ada di AS atau Inggris.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mengatakan orang perlu digigit berulang kali oleh nyamuk yang terinfeksi selama beberapa bulan agar bisa tertular.

"Wisatawan yang berkunjung dalam waktu singkat memiliki risiko yang sangat rendah," kata CDC.

"(Tetapi) orang-orang yang tinggal dalam waktu lama di daerah tropis atau subtropis di mana penyakit ini umum terjadi berada pada risiko infeksi terbesar," sambungnya.

Biasanya, cacingan tidak menimbulkan gejala apapun. Namun dalam beberapa kasus, kerusakan pada sistem getah bening menyebabkan cairan mulai menumpuk di kaki sehingga memicu limfedema.

Jika terjadi pembengkakan parah pada anggota badan, pasien didiagnosis mengidap penyakit kaki gajah.

Pada pria, cacing parasit juga bisa menyebabkan pembengkakan di area genital. Pembengkakan bisa menjadi sangat parah sehingga menyebabkan cacat dan masalah mobilitas bagi penderitanya.



Simak Video "Ahli Sebut Lonjakan Infeksi Bakteri Strep A di Jepang Tak Akan Picu Pandemi"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat