gtrees.net

Kisah Wanita Idap Kondisi Langka, Merasa Terangsang Setiap Waktu

Ilustrasi dirawat di rumah sakit
Ilustrasi wanita dirawat di rumah sakit. (Foto: Getty Images/Pornpak Khunatorn)

Jakarta -

Seorang wanita berusia 21 tahun di Rhode Island, Amerika Serikat, membagikan kisahnya yang mengidap kondisi langka. Wanita bernama Scarlet Kaitlin Wallen itu mengaku selalu terangsang setiap waktu hingga membuat aktivitasnya menjadi terganggu.

"Saya sudah mengalami rasa sakit sepanjang yang saya ingat. Vulva saya terus menerus terasa terbakar, itu seperti terangsang secara alami tapi saya tidak menginginkannya," kata Scarlet dikutip dari People, Kamis (25/4/2024).

Dikutip dari New York Post, Scarlet diketahui mengidap gangguan gairah genital persisten (PGAD) yang menyebabkan gairah tak terkendali. Kondisi ini diidapnya sejak masih berusia enam tahun. Pada saat itu, Scarlet mengaku selalu merasakan 'kesemutan' yang parah dan terus-menerus di alat kelaminnya.

Kondisi tersebut bahkan membuatnya berhenti bermain dengan teman sebayanya dan membuatnya menjadi penyendiri. Ia bahkan menyembunyikan masalah kesehatan tersebut dari kedua orang tuanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak hanya itu, kondisi tersebut juga membuatnya menggunakan uap pada alat kelaminnya untuk mengalihkan perhatian dari gairah yang tidak diinginkan.

Pada usia 18 tahun, Scarlet akhirnya berani mengungkapkan hal tersebut. Dengan bantuan sang ayah, Scarlet dibawa ke Klinik Pengobatan Seksual San Diego di California.

Dokternya yakin bahwa dia mengidap PGAD bersamaan dengan disfungsi seksual lainnya. Dokter juga menemukan bahwa ia mengidap vestibulodynia neuroproliferatif bawaan, yang berarti saraf panggul sangat sensitif terhadap sentuhan. Penyakit ini sudah diidapnya sejak lahir.

ADVERTISEMENT


"Dokter saya mengatakan kepada saya bahwa ia ingin melakukan vestibulektomi, operasi untuk menghilangkan jaringan nyeri dari vagina. Tapi ketika pemeriksaan, ia menemukan saya punya duplikat," kata Scarlet.

"Jadi pertama saya harus menghilangkan jaringan vagina yang tersumbat, yang membuat vagina terbelah menjadi dua bagian. Kemudian baru bisa lanjut vestibulektomi," sambungnya.

Pada Februari 2023, dinding pemisah vagina Scarlet akhirnya diangkat dan membutuhkan waktu seminggu untuk pulih. Setelahnya prosedur vestibulektomi dilakukan pada September 2023.

Dokter hanya mengangkat sebagian jaringan nyeri agar bisa memberikan peluang lebih besar untuk memiliki gairah seks yang normal nantinya.

"Saya hanya berharap suatu hari nanti saya bisa menjalani kehidupan normal," tandasnya.



Simak Video "Aksi Heroik Perawat Lindungi Bayi saat Taiwan Diguncang Gempa "
[Gambas:Video 20detik]
(avk/suc)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat