gtrees.net

Posesif sampa Telepon Pacar 100 Kali Sehari, Wanita Ini Didiagnosis 'Otak Cinta'

Ilustrasi Wanita Stres
Foto ilustrasi: Shutterstock

Jakarta -

Seorang wanita di China dirawat di rumah sakit setelah menunjukkan perilaku obsesif terhadap pacarnya. Para dokter percaya bahwa wanita yang diidentifikasi sebagai Xiaoyu itu mungkin mengalami gangguan kepribadian ambang.

Dikutip dari South China Morning Post, perilaku Xiaoyu dimulai pada tahun pertama saat kuliah. Dia dilaporkan menjadi terlalu bergantung pada pacarnya.

Xiaoyu menuntut komunikasi yang konstan dan pembaruan tentang keberadaannya. Perilaku ini menyebabkan ketegangan yang signifikan pada hubungan mereka, yang membuat sang pacar merasa tertekan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Situasi itu semakin memburuk saat Xiaoyu menelepon pacarnya lebih dari 100 kali dalam sehari, tetapi pacarnya tidak menjawab. Dia pun sangat kesal dan mulai merusak benda-benda.

Karena khawatir akan keselamatannya, sang pacar menghubungi polisi. Setelahnya, para petugas tiba tepat saat Xiaoyu mengancam akan melompat dari balkon mereka.

ADVERTISEMENT

Para petugas langsung membawa Xiaoyu ke rumah sakit. Di sana, dia didiagnosis mengidap gangguan kepribadian ambang atau 'otak cinta'.

Meski bukan merupakan istilah medis, 'otak cinta' digunakan dalam bahasa sehari-hari untuk menggambarkan jenis perilaku obsesif dalam hubungan romantis.

Seorang dokter di rumah sakit tempat Xiaoyu dirawat, Dr Du Na, menjelaskan kondisi yang dialami pasiennya itu. Kondisi gangguan kepribadian ambang terkadang dapat terjadi bersamaan dengan kondisi lain, seperti kecemasan, depresi, dan gangguan bipolar.

Dr Du mengungkapkan kondisi yang dialami Xiaoyu mungkin terkait dengan keterikatan masa kecil yang tidak sehat.

Sejauh ini, Du tidak mengungkapkan penyebab penyakit Xiaoyu. Tetapi, ia mengatakan bahwa hal itu sering terjadi pada orang yang tidak memiliki hubungan yang sehat dengan orang tua selama masa kanak-kanak.

Meskipun beberapa kasus ringan dapat membaik dengan teknik manajemen emosi, Dr Du menekankan bahwa kasus yang parah seperti yang dialami Xiaoyu, memerlukan intervensi medis.



Simak Video "Mengenal DSA, Metode Diagnostik Pembuluh Darah yang Minim Risiko"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat