gtrees.net

Kasus Langka, Bayi Asal Pakistan Lahir dengan 2 Kelamin dan Tanpa Anus

Close-up of unrecognizable cute baby shaking feet while lying in bed, innocence concept
Ilustrasi bayi yang lahir dengan penis ganda. (Foto: Getty Images/iStockphoto/SeventyFour)

Jakarta -

Baru-baru ini, terdapat fenomena medis langka di mana seorang bayi asal Pakistan lahir dengan dua penis dan tanpa anus. Salah satu penis bayi tersebut diketahui berukuran lebih besar dan tetap bisa mengeluarkan urin melalui kedua lubang, dikutip dari Daily Mail.

Kondisi ini dikenal dengan sebutan disphallia, yaitu kelainan medis yang menyebabkan laki-laki berpenis ganda. Kelainan ini tergolong sangat langka.

Bahkan, diketahui hanya terdapat sekitar 100 kasus diphallia yang terdata dalam jurnal medis sejak kasus pertamanya di 1609.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan laporan medis yang dirilis dalam International Journal of Surgery Case Reports, ahli bedah yang menangani bayi tersebut diketahui membiarkan kedua penis pada bayi tersebut dan hanya melakukan proses bedah untuk membuat lubang agar sang bayi bisa mengeluarkan kotoran dari tubuhnya.

Hasil pemeriksaan lebih lanjut memperlihatkan kandung kemih pada bayi tersebut tersambung pada dua uretra (saluran yang mengalirkan urin dari kandung kemih ke lubang kencing) yang menyebabkan bayi tersebut bisa mengeluarkan urin dari kedua penis.

ADVERTISEMENT

Orang tua dari bayi tersebut diketahui tidak memiliki riwayat keluarga terkait kecacatan kelahiran. Dalam jurnal tersebut, tidak dibahas secara jelas apa penyebab yang memicu kondisi pada bayi tersebut. Namun, kondisi ini diperkirakan terjadi secara 'kebetulan' saat organ intim sang bayi sedang berkembang ketika masih dalam kandungan.

Apa itu Diphallia?

Diphallia adalah salah satu kelainan kelahiran yang tergolong sangat langka yang menyebabkan laki-laki terlahir dengan dua penis. Selain diphallia, terdapat juga kondisi serupa yang disebut triphallia atau ketika laki-laki terlahir dengan tiga penis.

Kondisi kelainan ini umumnya turut disertai dengan kelainan lainnya, seperti terlahir dengan kelainan pada anus atau skrotum. Berdasarkan riset, diperkirakan hanya ada sekitar satu dari 6 juta laki-laki yang terlahir dengan kondisi ini.

Selain itu, laki-laki dengan kondisi disphalia memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap spina bifida atau kecacatan saat lahir yang menyebabkan terganggunya pembentukan jaringan lunak yang melindungi tulang belakang dan munculnya celah ruas pada tulang belakang.

Dalam beberapa kasus, kedua penis berukuran sama atau seimbang dan terletak bersebelahan. Namun, pada sejumlah kasus lainnya, kedua penis memiliki ukuran berbeda yang membuat letaknya pun tidak seimbang.

Kelainan ini tergolong sebagai kondisi genetik yang terjadi ketika masih dalam kandungan. Belum diketahui secara pasti faktor-faktor risiko yang dapat memicu kondisi tersebut, namun peneliti menganggap paparan terhadap sejumlah obat-obatan, infeksi, atau kerusakan lainnya pada hari ke 23 sampai 25 masa kehamilan bisa memicu kondisi ini.



Viral Bayi 10 Hari Disuapi Pisang, Pakar: Ini Kekerasan pada Bayi

Viral Bayi 10 Hari Disuapi Pisang, Pakar: Ini Kekerasan pada Bayi


(kna/kna)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat