gtrees.net

Kulit Kering dan Bersisik, Mungkinkah Pertanda Kurang Minum Air Putih Dok?

Young woman suffering from a mask rash
Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/maruco

Daftar Isi
  • 1. Hidup di iklim ekstrem yang kering atau dingin
  • 2. Lebih banyak beraktivitas di luar rumah
  • 3. Terlalu sering mencuci tangan
  • 4. Menderita penyakit lain seperti eksim
  • 5. Faktor pertambahan usia
  • 6. Asupan makanan tertentu
  • Tentang Konsultasi Kesehatan
Jakarta -

Pertanyaan:

Dok, belakangan kulit saya seperti bersisik. Kata orang sih saya kurang cairan atau kurang minum air putih. Apakah itu benar?

Atau apakah ini merupakan indikasi penyakit lain, Dok?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lilis (wanita, 28 tahun)

Jawaban:

Secara umum, kulit kering merupakan suatu keadaan yang memberikan kesan kulit kasar, bersisik, serta tidak memiliki kelembapan yang cukup. Kulit kering dapat disertai dengan rasa gatal, bahkan hingga tampak pecah-pecah.

Kulit dengan berbagai lapisannya yang tersusun sedemikian rupa berfungsi melindungi bagian tubuh di bawah permukaan kulit dari perubahan suhu, serangan bakteri virus, serta berbagai jamur dari lingkungan di luar tubuh. Meski demikian, kulit yang sehat tetap memiliki risiko sakit. Beberapa hal yang dapat mengganggu integritas kulit antara lain:

1. Hidup di iklim ekstrem yang kering atau dingin

Lingkungan dengan udara yang kering dengan kelembapan rendah, bahkan hingga berangin kencang dapat membuat kulit menjadi lebih kering.

2. Lebih banyak beraktivitas di luar rumah

Lingkungan pekerjaan juga turut mempengaruhi kelembaban kulit, misalnya pekerjaan di luar ruangan atau pekerjaan yang mengharuskan seseorang bersentuhan dengan bahan-bahan kimia.

3. Terlalu sering mencuci tangan

4. Menderita penyakit lain seperti eksim

Sejumlah kondisi turut menjadi penyebab kulit menjadi kering, seperti alergi, diabetes, penyakit ginjal, atau penyakit genetik dengan kelainan kulit yang kering.

5. Faktor pertambahan usia

Lemak dan kolagen dapat menipis seiring dengan bertambahnya usia. Hal ini dapat menyebabkan kulit menjadi kering.

6. Asupan makanan tertentu

Alkohol, kopi, gula, dan garam sebaiknya dibatasi karena dapat mendorong munculnya kejadian kulit kering.

Kulit yang lembut dapat berubah menjadi kasar, gatal, dan bersisik. Keadaan ini biasanya dapat kembali normal dengan perbaikan, misalnya dengan mengaplikasikan pelembab kulit.

Namun jika keadaan kering ini dibiarkan berlangsung dalam waktu lama, kulit menjadi rentan, bersisik halus, bahkan kasar hingga menyebabkan luka dan nyeri.

Jadi secara klinis, kulit kering nampak pecah-pecah, kasar, bersisik, gatal, dan warna kulit nampak lebih gelap atau bahkan terang. Untuk mengetahui apakah kulit sedang dalam keadaan kering atau tidak, cukup goreskan kuku pada kulit dengan permukaan yang tegang, maka akan nampak sisik halus akibat goresan tersebut.

Kulit yang kering dapat diperbaiki dengan mengaplikasikan pelembap, misalnya dalam bentuk salep, krim, losion, atau minyak. Kemajuan teknologi terus mendorong pembaruan formula pelembap yang ampuh, aman, nyaman, dapat diterima oleh banyak kalangan, dan terjangkau.

Pada situasi tertentu, dapat dipertimbangkan untuk menambahkan obat-obatan oral atau suntikan. Karena pelembap yang dijual bebas begitu beragam, perlu diperhatikan kandungan dan manfaatnya terhadap kulit.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih pelembap antara lain:

1. Memilih pelembap yang tidak mengandung pewangi karena sering kali pewangi tersebut berisiko menimbulkan efek iritasi ataupun alergi.

2. Tidak memilih produk dengan kandungan bahan-bahan yang lebih mengeringkan kulit, misalnya alkohol.

3. Memilih pelembap dengan kandungan bahan-bahan yang mampu menahan kelembapan lebih lama, seperti petroleum, asam hialuronat, lanolin, atau minyak nabati.

Meski begitu, sebaiknya tetap waspada akan kemungkinan timbulnya reaksi kulit terhadap bahan-bahan tersebut. Tidak sedikit produsen pelembap berinovasi, sehingga tercipta produk baru yang dapat bertahan dalam lapisan kulit lebih lama tanpa menimbulkan reaksi yang berarti. Ada pula produsen pelembap yang menambahkan tabir surya dalam produknya.

4. Pilih pelembap sesuai dengan area kulit yang akan diaplikasikan. Untuk melembapkan kulit wajah sebaiknya menggunakan pelembap yang diformulasikan khusus untuk wajah, begitu pula pelembap untuk anggota gerak tubuh lainnya.

Perlu dipahami bahwa pelembap apa pun, sekalipun dinyatakan tidak akan menimbulkan reaksi alergi, tetap berisiko menimbulkan reaksi tersebut karena setiap manusia memiliki respons berbeda terhadap masing-masing pelembap.

Untuk mencegah terjadinya kekeringan pada kulit, beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain:

  • Menggunakan pembersih non-sabun yang lembut dan tidak mengandung pewangi.
  • Mandi dengan air suhu normal atau maksimal suam-suam kuku, tidak terlalu lama, dan keringkan tubuh dengan cara menepuk-nepuk handuk.
  • Berhenti merokok. Dapat pula menggunakan alat humidifier di dalam rumah.
  • Hindari stres, kurangi paparan sinar matahari sedemikian rupa hingga membuat kulit menjadi kering.
  • Gunakan pelembap segera setelah mandi

Jika semua upaya sudah dilakukan tetapi tidak ada hasil yang berarti, maka sebaiknya berkonsultasi dengan dokter spesialis dermatologi venereologi estetika untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

dr Rohprabhowo, SpDVE

Dokter Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika

RS Pondok Indah - Pondok Indah

Tentang Konsultasi Kesehatan

Pembaca yang memiliki pertanyaan seputar kesehatan, dapat mengirimkan pertanyaan disertai keterangan nama, usia, dan jenis kelamin melalui form Konsultasi , KLIK DI SINI.

Identitas penanya bisa ditulis terang atau disamarkan, disesuaikan dengan keinginan pembaca. Kerahasiaan identitas dijamin.

Mau tahu kondisi mental health kamu? Coba ikutan tes psikologi DI SINI.



Ini Penanganan saat Keracunan Kecubung

Ini Penanganan saat Keracunan Kecubung


(sao/naf)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat