gtrees.net

Sering Merasa Insecure dan Overthinking, Bagaimana Mengatasinya Dok?

ilustrasi insecure
Foto ilustrasi: Getty Images/skynesher

Daftar Isi
  • 1. Menerapkan batasan
  • 2. Melihat sisi positif dari setiap kejadian
  • 3. Menerima emosi
  • 4. Meningkatkan ketahanan atau resiliensi
  • 5. Mengakui realitas
  • 6. Berdoa
  • 7. Selalu bersyukur
  • 8. Mindfulness
  • 9. Menjadi versi terbaik dari diri sendiri
  • Tentang Konsultasi Kesehatan
Jakarta -

Pertanyaan:

Saat ini saya sering merasa insecure dalam bidang apapun, termasuk hal pekerjaan maupun kegiatan sehari-hari. Itu menjadikan saya kehilangan minat terhadap banyak hal.

Rasanya lelah, lalu terkadang overthinking dan sering cemas, selalu merasa diabaikan, selalu merasa tidak berguna. Apa yang bisa saya lakukan untuk mengurangi perasaan ini ya, Dok?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tini Y (Wanita, 32 tahun)

Jawaban:

Insecure merupakan keadaan di mana seseorang merasa tidak aman, merasa kurang percaya diri, dan merasa tidak mampu untuk menghadapi suatu masalah. Terkadang insecure merupakan hal yang wajar, siapa tahu bisa menjadi motivasi.

Namun, ketika perasaan tersebut menjadi berlarut-larut atau terus-menerus membuat overthinking, maka hal ini dapat menghambat produktivitas atau aktivitas Anda sehari-hari, bahkan dapat sangat merugikan diri sendiri.

Overthinking adalah proses berpikir yang berlebihan tentang peristiwa masa lalu atau membayangkan skenario terburuk yang mungkin terjadi, minder tentang kekurangan diri sendiri. Hal ini juga masih wajar terjadi pada setiap manusia, dapat disebabkan karena pengalaman masa lalu yang buruk, sehingga menjadikan seseorang tidak merasa percaya diri.

Jadi, overthinking dan insecure adalah kondisi ketika seseorang berpikir terlalu banyak tentang sesuatu dengan cara yang salah dan merasa tidak aman dengan kehidupan. Dengan strategi yang tepat serta terus belajar untuk mengendalikan pikiran atau mengubah pola pikir, dapat mengurangi kecenderungan untuk overthinking dan merasa insecure.

Hal yang dapat dilakukan antara lain:

1. Menerapkan batasan

Mengingatkan diri sendiri bahwa tidak semua hal dapat dikendalikan. Semakin mencoba untuk mengendalikan sesuatu, maka Anda semakin merasa tidak berdaya dan cemas.

Oleh karena itu, menyadari dan bersedia melepaskan hal-hal yang di luar kendali dapat membantu Anda untuk fokus pada hal yang hanya dapat dikendalikan dan menetapkan tujuan yang realistis.

2. Melihat sisi positif dari setiap kejadian

Menerima dan memahami bahwa setiap kesalahan adalah peluang untuk belajar dan bertumbuh. Dengan demikian, Anda dapat mengurangi tekanan yang diberikan pada diri sendiri.

3. Menerima emosi

Melibatkan pengakuan atas emosi yang hadir. Tidak apa-apa jika Anda merasa sedih, emosi, dan butuh divalidasi. Anda dapat menangis, istirahat, atau mencari hiburan dulu sebelum berusaha lagi.

4. Meningkatkan ketahanan atau resiliensi

Resiliensi bukan tentang menghindari kesulitan, tetapi tentang bagaimana Anda merespons hal yang dihadapi.

5. Mengakui realitas

Mengakui fakta yang ada dapat membuat Anda mampu melakukan penanganan logis, serta memiliki tujuan dan arah yang jelas dalam hidup.

6. Berdoa

7. Selalu bersyukur

Cobalah untuk selalu mengingat berbagai macam kelebihan yang Anda miliki, serta kemudahan atau nikmat hidup yang Anda peroleh hingga saat ini.

8. Mindfulness

Menerima pikiran tanpa penghakiman dan melepaskannya.

9. Menjadi versi terbaik dari diri sendiri

Izinkan diri Anda fokus kepada kelebihan dan keunikan yang Anda miliki. Jika membutuhkan bantuan lebih lanjut, jangan ragu untuk mencari bantuan psikolog.

Konseling dapat menjadi langkah yang sangat berarti dalam mengatasi overthinking dan insecure.

Meriyati, MPsi, Psikolog

Psikolog

RS Pondok Indah - Puri Indah

Tentang Konsultasi Kesehatan

Pembaca yang memiliki pertanyaan seputar kesehatan, dapat mengirimkan pertanyaan disertai keterangan nama, usia, dan jenis kelamin melalui form Konsultasi , KLIK DI SINI.

Identitas penanya bisa ditulis terang atau disamarkan, disesuaikan dengan keinginan pembaca. Kerahasiaan identitas dijamin.

Mau tahu kondisi mental health kamu? Coba ikutan tes psikologi DI SINI.



Kata Psikolog soal Dampak Kekerasan Terhadap Perilaku Anak

Kata Psikolog soal Dampak Kekerasan Terhadap Perilaku Anak


(sao/kna)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat