gtrees.net

Keluar Keputihan Berwarna Kuning dan Berbau dari Miss V, Apa Penyebabnya Dok?

ilustrasi selangkangan/vagina
Ilustrasi. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Nitcharee Sukhontapirom)

Daftar Isi
  • Tentang Konsultasi Kesehatan
Jakarta -

Pertanyaan:

Halo Dok, saya mau bertanya soal kondisi saya. Keluar flek dari kemaluan berwarna kuning dan berbau, tapi tidak gatal. Itu penyebabnya apa Dok?

Dan obat apa yang seharusnya diminum agar cepat hilang dan sembuh?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

YY (wanita, 20 tahun)

Jawaban:

ADVERTISEMENT

Flek dari vagina pada umumnya diasumsikan dengan pengeluaran darah. Tapi, pada keluhan yang disampaikan yaitu flek berwarna kuning, berbau, dan tidak gatal, mungkin yang dimaksud adalah cairan yang keluar dari vagina atau keputihan.

Pertama, kenali dulu kondisi keputihan normal. Biasanya terjadi setiap bulan, yang muncul saat menjelang haid atau sesudah haid dan masa subur. Keputihan yang normal berwarna jernih atau transparan, bisa cair seperti air dan lengket, tidak berbau atau mengeluarkan bau yang menyengat.

Sementara keputihan abnormal, umumnya terjadi karena adanya infeksi bakteri, virus, jamur atau parasit. Bisa salah satu atau lebih penyebabnya. Biasanya ditandai oleh beberapa hal seperti:

  • Muncul rasa gatal dan panas di dalam vagina atau sekitar vulva
  • Cairan berwarna kuning, hijau, atau putih
  • Konsistensi yang kental sampai bergumpal-gumpal
  • Mengeluarkan bau tidak sedap

Terkait pemilihan obat, sebaiknya terlebih dahulu melakukan evaluasi dan pemeriksaan, terutama pemeriksaan panggul ke dokter. Ini untuk mengetahui kondisi organ reproduksi wanita, seperti vagina, rahim, dan serviks.

Ataupun dilakukan pemeriksaan laboratorium pada sampel cairan vagina, untuk mengetahui penyebab pasti dari keputihan.

Ada beberapa cara yang bisa dicoba untuk mengatasi keputihan berlebih, yaitu:

Jaga kebersihan area genital

Jaga area genital tetap kering dan bersih. Setelah berkemih, bersihkan vagina dari depan ke belakang, agar bakteri tidak masuk ke dalam vagina, lalu keringkan dengan kain bersih.

Hindari penggunaan produk dengan wewangian

Hindari menggunakan produk wewangian atau pembersih kewanitaan yang merusak keasaman dan keseimbangan bakteri vagina.

Hindari penggunaan panty liner

Hindari menggunakan panty liner. Bila diperlukan menggunakan panty liner, pilih yang tidak mengandung pengharum dan tidak digunakan selama lebih dari 4-6 jam.

Konsumsi suplemen

Konsumsi yoghurt atau suplemen yang mengandung Lactobacillus.

Pilih celana dalam yang nyaman

Disarankan memilih celana dalam berbahan katun atau yang menyerap keringat dan hindari yang terlalu ketat.

dr Jesslyn Moynawati Sanusi, SpOG

Dokter Spesialis Obgyn

RSIA Pusura Tegalsari - Bunda Morula Surabaya

Tentang Konsultasi Kesehatan

Pembaca yang memiliki pertanyaan seputar kesehatan, dapat mengirimkan pertanyaan disertai keterangan nama, usia, dan jenis kelamin melalui form Konsultasi , KLIK DI SINI.

Identitas penanya bisa ditulis terang atau disamarkan, disesuaikan dengan keinginan pembaca. Kerahasiaan identitas dijamin.

Mau tahu kondisi mental health kamu? Coba ikutan tes psikologi DI SINI.



Simak Video "Tanda Keputihan Tidak Normal, Apa Saja?"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/suc)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat