gtrees.net

Kepala Sering Terasa Kencang dan Sakit, Apakah Berbahaya Dok?

Ilustrasi Sakit Kepala
Ilustrasi sakit kepala. (Foto: Shutterstock/)

Daftar Isi
  • Tentang Konsultasi Kesehatan
Jakarta -

Pertanyaan:

Saya sudah dua bulan merasa sakit kepala yang seperti terikat kencang. Apakah keluhan saya ini berbahaya, Dok?

Apakah ini bisa menjadi salah satu tanda dari penyakit berbahaya?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saya sudah minum obat, tapi tidak kunjung membaik. Pemeriksaan apa yang sebaiknya saya lakukan?

Topik (pria, 26 tahun)

ADVERTISEMENT

Jawaban:

Secara umum, sakit kepala terbagi menjadi 2 jenis. Nyeri kepala primer yang tidak berbahaya dan nyeri kepala sekunder yang disebabkan oleh adanya kelainan di otak seperti tumor, infeksi, perdarahan dan lain sebagainya.

Sekitar 50-60 persen nyeri kepala merupakan nyeri kepala primer. Contoh nyeri kepala tipe primer berupa Tension Type Headache (TTH) atau sakit kepala tipe tegang, migrain, dan klaster.

Berdasarkan keluhan yang disampaikan, yaitu sakit kepala seperti terikat kencang, hal tersebut merupakan salah satu ciri dari tension type headache (TTH) atau sakit kepala tipe tegang. Segera berkonsultasi dengan dokter spesialis neurologi untuk dilakukan anamnesis (wawancara medis), agar
dapat diketahui ciri-ciri lainnya, seperti apakah kondisi tersebut disertai mual dan muntah.

Melalui anamnesis, dokter juga dapat mengetahui informasi lainnya seperti frekuensi serangan, durasi, lokasi/daerah nyeri kepala, intensitas, serta faktor yang memperberat dan memperingan keluhan.

Jika diperlukan, dokter akan melakukan pemeriksaan pendukung seperti laboratorium, MRI, atau pemeriksaan lainnya untuk memastikan lebih lanjut penyebab keluhan yang dialami.

TTH sendiri bukan merupakan kondisi yang berbahaya. Tetapi, itu dapat menyebabkan ketidaknyamanan sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari. TTH yang terjadi lebih dari 15 hari per bulan selama lebih dari 3 bulan dikategorikan sebagai TTH kronis.

Pengobatan TTH kronis dilakukan dengan menggunakan obat pencegahan yang dikenal dengan terapi profilaksis. Obat ini berfungsi agar frekuensi serangan dapat terkontrol dan seminimal mungkin.

dr Andre, Sp N

Dokter Spesialis Neurologi

RS Pondok Indah - Pondok Indah

Tentang Konsultasi Kesehatan

Pembaca yang memiliki pertanyaan seputar kesehatan, dapat mengirimkan pertanyaan disertai keterangan nama, usia, dan jenis kelamin melalui form Konsultasi , KLIK DI SINI.

Identitas penanya bisa ditulis terang atau disamarkan, disesuaikan dengan keinginan pembaca. Kerahasiaan identitas dijamin.

Mau tahu kondisi mental health kamu? Coba ikutan tes psikologi DI SINI.



Simak Video "Mengulas Seputar Transplantasi Hati"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat