gtrees.net

Bolehkah Olahraga Berat saat Fungsi Ginjal Sudah Mulai Menurun, Dok?

Closeup side view of unrecognizable woman grabbing a dumbbell from a dumbbell rack. Shallow focus, toned image.
Ilustrasi angkat beban (Foto: Getty Images/gilaxia)

Daftar Isi
  • Tentang Konsultasi Kesehatan
Jakarta -

Pertanyaan:

Halo Dok, saya mau bertanya. Saya ini suka sekali latihan beban dan olahraga aktif. Terakhir saya cek darah, ternyata kreatinin saya di 1.6 dengan ureum di nilai normal.

Apakah dengan kondisi ini sebaiknya tidak lagi latihan beban, olahraga aktif, juga membatasi konsumsi protein?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengingat fungsi ginjal sudah berkurang dan tidak boleh terlalu capek. Terima kasih, Dok.

Hotspurman (pria, 44 tahun)

ADVERTISEMENT

Jawaban:

Penilaian fungsi ginjal dapat dilakukan dengan beberapa metode pemeriksaan, salah satunya adalah dengan memeriksa kadar kreatinin darah. Ini untuk memperkirakan seberapa besar jumlah filtrasi ginjal seseorang atau disebut juga dengan nilai eGFR (estimated glomerular filtration rate).

Nilai eGFR yang dihitung dari hasil pemeriksaan kreatinin memiliki beberapa kelemahan, salah satunya karena kreatinin merupakan hasil utama dari metabolisme protein yang didapatkan dari sel-sel otot. Karenanya, nilai eGFR dapat bervariasi menyesuaikan dengan besar massa otot seseorang.

Nilai normal kreatinin serum pada pria umumnya 0,7-1,3 mg/dL. Sementara pada wanita, sekitar 0,6-1,1 mg/dL.

Jika nilai kreatinin seorang yang kurus (malnutrisi) dibandingkan dengan olahragawan yang memiliki massa otot besar, tentu dapat sangat berbeda. Hal ini dapat menjadi bias dalam menilai fungsi ginjal.

Selain itu, nilai eGFR juga akan dipengaruhi oleh usia. Semakin lanjut usia seseorang, maka fungsi ginjal akan semakin menurun.

Jika dibandingkan fungsi ginjal pada usia muda (misalnya 25 tahun) dan usia lanjut (misalnya 75 tahun) dengan kadar kreatinin yang sama (misal Cr 1,0 mg/dl), maka akan mendapatkan nilai eGFR yang perbedaannya sangat signifikan.

Jika kreatinin darah diukur pada kondisi tertentu, misalnya saat dehidrasi atau terlalu banyak mengonsumsi protein, itu juga dapat mempengaruhi hasil.

Melihat sejumlah kondisi yang telah disebutkan sebelumnya, maka penilaian fungsi ginjal memang tidak bisa hanya ditentukan oleh satu pemeriksaan saja. Dokter spesialis penyakit dalam subspesialis ginjal hipertensi perlu menilai kondisi klinis lain yang menyertai.

Oleh karena itu, sebaiknya berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter untuk mendapatkan hasil penilaian fungsi ginjal yang tepat. Ada beberapa kondisi yang dapat mengganggu fungsi ginjal dalam jangka panjang, seperti:

  • Mengonsumsi protein atau garam berlebih dalam jangka panjang
  • Kondisi komorbid lain (diabetes, hipertensi, batu ginjal, dan sebagainya)
  • Memiliki riwayat mengonsumsi obat penghilang nyeri dalam jangka panjang, dan
    lain-lain

Jika Bapak memiliki sejumlah faktor risiko penyakit ginjal, dengan nilai kreatinin yang tinggi, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam subspesialis ginjal hipertensi untuk pemeriksaan lebih lanjut. Untuk kegiatan latihan beratnya, sebaiknya disesuaikan jangan sampai berlebihan.

dr Ni Made Hustrini, SpPD, SubspGH (K)

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis

RS Pondok Indah - Pondok Indah

Tentang Konsultasi Kesehatan

Pembaca yang memiliki pertanyaan seputar kesehatan, dapat mengirimkan pertanyaan disertai keterangan nama, usia, dan jenis kelamin melalui form Konsultasi , KLIK DI SINI.

Identitas penanya bisa ditulis terang atau disamarkan, disesuaikan dengan keinginan pembaca. Kerahasiaan identitas dijamin.

Mau tahu kondisi mental health kamu? Coba ikutan tes psikologi DI SINI.



Simak Video "Pria Penerima Transplantasi Ginjal Babi Meninggal Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat