gtrees.net

Berat Badan Tidak Turun Meski Sudah Diet? 14 Hal Ini Mungkin Penyebabnya

Diet Golongan Darah A
Foto: Getty Images/iStockphoto/adrian825

Daftar Isi
  • Penyebab Berat Badan Tidak Turun Meski Sudah Diet
  • 1. Kurang Makan 2. Hanya Menghindari Makanan Tertentu 3. Terlalu Membatasi Makronutrien 4. Mengalami Plateau Berat Badan 5. Terlalu Banyak Duduk 6. Kurang Tidur 7. Stres 8. Makan Terlalu Cepat 9. Kurang Minum Air 10. Banyak Minum Alkohol 11. Memiliki Kondisi Kesehatan Tertentu 12. Mengonsumsi Obat-obatan Tertentu 13. Menopause 14. Kurang Berolahraga
Jakarta -

Bagi sebagian orang, diet adalah cara jitu untuk menurunkan berat badan. Setelah melihat kisah-kisah sukses orang yang menurunkan berat badan setelah diet, kita mungkin jadi tertarik untuk mencoba berdiet pula, dengan harapan bisa menurunkan berat badan seperti orang lain.

Tetapi, tak semua orang bisa sukses menurunkan berat badan dengan mudah, bahkan setelah diet. Berat badan yang tidak turun bahkan setelah menjalani diet mungkin akan membuat kita merasa bingung dan kecewa.

Apakah detikers pernah mengalami hal ini? Jangan bingung lagi, berat badan bisa saja tidak turun meski sudah melakukan diet karena beberapa hal berikut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penyebab Berat Badan Tidak Turun Meski Sudah Diet

Berikut beberapa alasan mengapa berat badan tidak turun meski sudah menjalani diet.

1. Kurang Makan

Asumsi yang kerap dibuat jika ingin menurunkan berat badan adalah mengurangi konsumsi kalori. Mengutip NBC News, Bonnie Taub-Dix, seorang ahli gizi dan ahli diet mengatakan bahwa diet yang sangat rendah kalori pada mulanya memang membuat berat badan turun dengan cepat.

ADVERTISEMENT

Namun, tak jarang orang justru melakukan binge eating saat merasa sangat lapar. Ini membuat berat badan yang sempat turun jadi naik kembali.

Selain itu, ketika kita tiba-tiba mengonsumsi sangat sedikit kalori, tubuh akan merasa ada yang salah. Tubuh akan memasuki mode kelaparan yang memperlambat berbagai proses yang dibutuhkan untuk membakar kalori, seperti metabolisme dan tekanan darah.

Ditambah lagi, bagi wanita, kondisi tubuh yang seperti ini bisa membuat siklus menstruasi menjadi tidak teratur. Hal ini mempengaruhi hormon yang bisa memicu kenaikan berat badan.

2. Hanya Menghindari Makanan Tertentu

Orang-orang yang baru mulai diet mungkin mengacu pada daftar makanan yang perlu dihindari. Misalnya, menghindari gorengan atau makanan dengan pemanis.

Tetapi, hal ini bisa membuat kita justru melarikan diri ke makanan-makanan lain yang juga tidak sehat, tetapi kita menganggap hal itu tidak masalah asalkan sudah menghindari makanan-makanan yang jadi pantangan.

Taub-Dix berpendapat, makanan-makanan yang perlu dihindari tetap boleh dimakan dalam porsi yang terbatas. Sebab, diet seharusnya tidak membuat kita menderita karena tidak bisa menikmati makanan favorit.

Taub-Dix merekomendasikan untuk lebih awas terhadap apa yang kita makan dan kapan kita memakannya. Misalnya, menjadi lebih sadar untuk tidak mengemil jika tidak perlu atau tidak sedang lapar.

3. Terlalu Membatasi Makronutrien

Mengutip Heathline, yang dimaksud makronutrien adalah karbohidrat, lemak, dan protein. Ketiga nutrisi ini dibutuhkan dalam jumlah besar agar tubuh bisa berfungsi sebagaimana mestinya.

Karena itu, Taub-Dix menyarankan untuk menghindari jenis diet yang melarang konsumsi makronutrien ini. Makronutrien bisa didapat dari berbagai makanan yang cocok untuk menurunkan berat badan, seperti gandum, daging tanpa lemak, seafood, dan kacang-kacangan. Untuk diet yang sukses, pilihlah makanan yang diolah secara alami.

4. Mengalami Plateau Berat Badan

Setelah rutin menjalani diet, detikers mungkin mulai mengalami penurunan berat badan secara sukses. Tetapi setelah itu, berat badan tidak turun-turun lagi meskipun diet tetap dilanjutkan. Mengapa?

Plateau berat badan ini bisa disebabkan oleh diet yang monoton. Setelah tubuh mengalami penurunan berat badan di awal masa diet, tubuh pun mulai terbiasa dengan pola diet yang baru. Sehingga, tubuh tidak bereaksi dengan penurunan berat badan lagi.

Plateau setelah sukses menurunkan berat badan tidak selalu merupakan hal yang buruk. Berat badan yang stabil lebih baik daripada berat badan yang naik turun akibat diet yoyo.

5. Terlalu Banyak Duduk

Riset yang dilakukan oleh University of Missouri-Columbia menemukan bahwa tidak melakukan aktivitas fisik dalam jangka waktu panjang membuat tubuh berhenti memproduksi lipase, enzim yang berperan dalam metabolisme. Enzim ini memecah lemak pada makanan agar diserap di usus.

Jika detikers sudah menjalani diet tetapi tidak mengalami penurunan berat badan, bisa jadi itu karena detikers kurang bergerak. Sibuk bekerja atau belajar memang membuat kita lebih sering duduk dibandingkan beraktivitas fisik. Oleh karena itu, sempatkanlah untuk rutin berdiri dan bergerak, meski hanya sebentar.

6. Kurang Tidur

Riset tahun 2018 yang diterbitkan di Journal of Obesity and Metabolic Syndrome menunjukkan bahwa kualitas maupun kuantitas tidur yang kurang dapat berdampak buruk pada metabolisme. Kurang tidur bisa memengaruhi hormon leptin dan ghrelin, 2 hormon yang mengatur rasa kenyang dan lapar.

7. Stres

Stres berlebih juga bisa membuat diet gagal dan berat badan tidak turun, lho. Terkadang, orang yang stres memiliki kebiasaan makan untuk melegakan perasaannya.

Selain itu, stres juga bisa membuat seseorang merasa malas memikirkan makanan yang seimbang dan lebih memilih memakan apa saja yang praktis dan cepat, meski tidak sehat.

8. Makan Terlalu Cepat

Kehidupan yang sibuk dan serba cepat terkadang memaksa kita untuk makan dengan terburu-buru. Padahal, mindful eating merupakan salah satu cara ampuh menurunkan berat badan.

Caranya adalah makan dengan perlahan dan tanpa hal yang bisa mengalihkan perhatian dari makanan. Nikmati setiap suapan hingga kita merasa sudah cukup kenyang.

Riset yang dilakukan oleh University of Zurich di Swiss menunjukkan bahwa mindful eating tak kalah efektif dari program diet konvensional dalam menurunkan berat badan.

9. Kurang Minum Air

Minum air yang cukup dapat memperlancar metabolisme, sehingga membantu penurunan berat badan.

Riset yang dilakukan oleh Autonomous University of Baja California menemukan beberapa strategi penurunan berat badan yang melibatkan minum air, yaitu meningkatkan konsumsi air harian, mengganti minuman berkalori dengan air putih, dan minum air yang banyak sebelum makan.

10. Banyak Minum Alkohol

Berat badan tidak turun meski suduah menjalani diet bisa disebabkan oleh konsumsi alkohol yang terlalu banyak atau terlalu sering. Alkohol dapat memengaruhi nafsu makan sehingga kita merasa lebih lapar.

Selain itu, riset yang dilakukan oleh University of Pennsylvania bersama The Children's Hospital of Philadelphia menunjukkan bahwa mengurangi alkohol membantu penurunan berat badan bagi penderita diabetes.

Alkohol sendiri mengandung 7 kalori per gram. Jika ingin minum alkohol, pilihlah jenis seperti vodka yang dicampur dengan minuman tanpa kalori.

11. Memiliki Kondisi Kesehatan Tertentu

Beberapa kondisi kesehatan memengaruhi berat badan seseorang atau membuat berat badan sulit turun. Contohnya adalah beberapa penyakit berikut:

  • Hipotiroidisme
  • Polycystic ovary syndrome (PCOS)
  • Binge eating disorder (BED)
  • Depresi.

Jika penyakit-penyakit di atas menghambat penurunan berat badan, sebaiknya berkonsultasilah dengan dokter untuk mencari tahu strategi penurunan berat badan yang efektif.

12. Mengonsumsi Obat-obatan Tertentu

Beberapa jenis obat-obatan bisa menghambat penurunan berat badan, atau bahkan mengakibatkan berat badan naik. Misalnya, mengutip WebMD, obat steroid untuk mengatasi peradangan bisa memengaruhi metabolisme dan memicu rasa lapar.

Begitu juga dengan antihistamin yang meredakan gejala demam akibat alergi. Obat ini memengaruhi nafsu makan sehingga kita ingin makan lebih banyak.

13. Menopause

Alasan lain berat badan tidak turun meski sudah menjalani diet adalah menopause yang dialami wanita. Perubahan pada hormon, massa otot yang berkurang, serta kurang tidur bisa mengakibatkan berat badan meningkat.

Rasa lelah yang dialami saat menopause juga bisa membuat wanita ingin makan camilan agar mendapat energi yang cukup.

14. Kurang Berolahraga

Kurang berolahraga bisa jadi penyebab berat badan tidak turun meski sudah menjalani diet. Begitu juga jika rutin berolahraga, tetapi makan banyak setelahnya, sehingga kalori yang masuk lebih banyak dari kalori yang dibakar.

2 olahraga yang cukup populer untuk penurunan berat badan adalah kardio dan angkat beban. Tetapi, karena kedua olahraga ini membakar kalori yang banyak, berhati-hatilah agar tidak ngemil setelah berolahraga.

Usaha diet setiap orang dapat membuahkan hasil yang berbeda-beda. Tidak semua orang bisa menurunkan berat badan dengan lancar dan terkadang berat badan bisa stagnan tanpa turun lagi. Bagi detikers yang sedang berdiet, tetaplah bersabar dan berusaha, ya!



Simak Video "KuTips: Olahraga Minim Cedera Seusai Absen di Ramadan-Lebaran"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat