gtrees.net

Mengenal Intermittent Fasting, Diet Puasa Ade Rai yang Viral

Ade Rai
Foto: 20detik

Daftar Isi
  • Mengenal Intermittent Fasting
  • Durasi Intermittent Fasting Ala Ade Rai
  • Metode Intermittent Fasting
  • 1. Metode 16/8 2. Eat-Stop-Eat 3. Diet 5:2
  • Siapa yang Tidak Disarankan Menjalani Intermittent Fasting?
  • 1. Orang dengan Kadar Lemak Rendah 2. Ibu Hamil dan Menyusui 3. Orang dengan Kondisi Kesehatan Tertentu
Jakarta -

Diet intermittent fasting adalah salah satu metode diet yang paling populer saat ini. Diet ini dianggap tidak menyiksa karena tidak membatasi jenis makanan yang boleh atau tidak boleh dimakan, melainkan kapan boleh memakannya.

Oleh karena itu, banyak yang menjalani diet ini, tak terkecuali binaragawan Indonesia Ade Rai. Aturan utamanya adalah membatasi waktu makan selama beberapa jam saja, selebihnya kita tidak makan alias berpuasa. Misalnya, membatasi waktu makan selama 8 jam. Berarti, seseorang makan siang jam 11.00, dilanjutkan dengan makan malam jam 19.00, dan selebihnya berpuasa.

Dalam video yang diunggah di kanal YouTube Dunia Ade Rai pada 23/9/2020, Ade Rai menyebutkan bahwa diet puasa ini adalah salah satu strategi yang paling sederhana dan mudah. Badan pun memiliki kemampuan untuk melakukan strategi diet intermittent fasting ini, asal dilakukan secara bertahap.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penasaran dengan intermittent fasting, diet puasa ala Ade Rai? Simak artikel berikut.

Mengenal Intermittent Fasting

Intermittent fasting adalah pola makan yang mengatur siklus makan dan berpuasa. Metode intermittent fasting yang sering dilakukan adalah berpuasa selama 16 jam dalam sehari dan makan dalam jangka waktu 8 jam sisanya.

ADVERTISEMENT

Menurut Ade Rai, tujuan berpuasa ini adalah agar tubuh menggunakan lemak yang akan dipecah sebagai sumber tenaga. Hal ini hanya akan terjadi jika kita tidak makan.

Durasi Intermittent Fasting Ala Ade Rai

Ade Rai menganjurkan mencoba intermittent fasting secara bertahap. Berikut durasi puasa yang direkomendasikan Ade Rai dalam videonya yang diunggah pada 18/12/2021.

  • 12-12: Makan 12 jam, puasa 12 jam
  • 10-14: Makan 10 jam, puasa 14 jam
  • 8-16: Makan 8 jam, puasa 16 jam.

Ade Rai berkata tidak masalah jika durasi puasa berganti-ganti. Misalnya, hari ini berpuasa selama 16 jam, lalu esok harinya berpuasa selama 12 jam saja.

Metode Intermittent Fasting

Metode intermittent fasting yang dibahas Ade Rai, yaitu berpuasa selama 16 jam dan makan selama 8 jam sisanya adalah salah satu metode intermittent fasting yang populer. Selain itu, ada juga metode-metode lainnya.

Dikutip dari Healthline, berikut metode intermittent fasting yang populer dilakukan.

1. Metode 16/8

Inilah metode yang dibahas oleh Ade Rai. Metode ini membagi waktu 24 jam menjadi 16 jam berpuasa dan 8 jam waktu untuk makan.

Sebagian orang memilih untuk menggunakan 8 jam ini untuk makan siang dan makan malam. Tetapi, jika detikers terbiasa makan pagi, 8 jam ini bisa dipakai untuk makan pagi dan makan siang saja, lalu tidak makan malam.

2. Eat-Stop-Eat

Metode ini melibatkan puasa selama 24 jam selama 1 atau 2 kali per minggu. Metode puasa ini mungkin lebih sulit dilakukan oleh pemula karena rasa laparnya lebih terasa setelah berpuasa selama 24 jam.

3. Diet 5:2

Dengan metode ini, detikers makan seperti biasa selaam 5 hari dalam seminggu. Untuk 2 hari sisanya, batasi konsumsi kalori sebanyak 500-600 kalori per hari.

Siapa yang Tidak Disarankan Menjalani Intermittent Fasting?

Sama seperti metode diet lainnya, intermittent fasting belum tentu cocok untuk semua orang. Kelompok orang berikut sebaiknya berhati-hati jika ingin menjalani intermittent fasting, sebab mungkin metode diet puasa ini kurang cocok untuk mereka.

1. Orang dengan Kadar Lemak Rendah

Ade Rai menganjurkan intermittent fasting untuk orang yang memiliki kadar lemak di atas 30% (bagi wanita) dan di atas 25% (bagi pria). Sebab, diet puasa ini menggunakan tabungan lemak dalam tubuh menjadi sumber energi.

Mengutip situs resmi Johns Hopkins Medicine, anak-anak dan remaja di bawah umur 18 tahun sebaiknya tidak mengikuti diet puasa ini. Kadar lemak dalam tubuh mereka belum tentu cukup sebagai persediaan energi.

2. Ibu Hamil dan Menyusui

Konsumsi kalori dibutuhkan selama kehamilan dan periode menyusui agar janin tetap sehat dan produksi ASI tetap lancar. Oleh karena itu, ibu hamil dan menyusui sebaiknya tidak mengikuti metode diet puasa ini.

3. Orang dengan Kondisi Kesehatan Tertentu

Orang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu sebaiknya berhati-hati dengan metode diet yang melibatkan puasa. Jika detikers memiliki salah satu kondisi kesehatan berikut, sebaiknya berkonsultasilah dengan dokter sebelum mencoba intermittent fasting.

  • Diabetes
  • Tekanan darah rendah
  • Eating disorder
  • Riwayat amenorrhea
  • Masalah dengan regulasi gula darah.

Dengan diet puasa dan olahraga yang teratur, Ade Rai berkata lemak bisa mulai hilang dalam seminggu. Jika detikers tertarik menjalani diet puasa ini, ada baiknya berkonsultasi dulu dengan dokter atau ahli gizi untuk mengetahui apakah metode ini cocok atau tidak.



Simak Video "Bolehkah Penderita Mag dan Diabetes Diet Intermittent Fasting?"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat