gtrees.net

Mau Diet Tapi Tetap Makan Nasi? Ini 3 Alternatifnya

Hot cooked rice with steam rising.
Nasi putih (Foto: Getty Images/iStockphoto/motosuke_moku)

Daftar Isi
  • Alternatif Diet Tetap Makan Nasi
  • 1. Diet Rendah Lemak 2. Diet Vegan 3. Puasa Selang-seling (Intermittent Fasting)
Jakarta -

Diet adalah aturan makan khusus untuk kesehatan. Salah satu tujuan diet adalah menurunkan berat badan. Orang-orang yang berdiet biasanya mengontrol pola dan porsi makanan mereka.

Salah satu makanan yang kerap dihindari saat berdiet adalah nasi. Mengutip Hello Doctor, nasi sering dihindari karena tinggi akan karbohidrat dan kalori. Karena rasanya yang hambar, nasi umumnya dimakan bersama berbagai lauk lain. Sehingga dalam satu porsi makanan berisi nasi dan lauk, kita cenderung mendapat asupan kalori yang lebih banyak dari yang dibutuhkan.

Bagi orang Indonesia yang terbiasa memakan nasi sebagai makanan pokok, menjalani diet tanpa nasi mungkin merupakan hal yang sulit. Namun jangan khawatir, ada berbagai alternatif diet yang bisa menurunkan berat badan meski tetap memakan nasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Alternatif Diet Tetap Makan Nasi

Jika detikers ingin berdiet tetapi tetap makan nasi, berikut beberapa alternatif diet yang bisa dicoba.

1. Diet Rendah Lemak

Mengutip Banner Health, ada beberapa jenis lemak dan tidak semuanya baik untuk tubuh. Misalnya, ada lemak jenuh yang terkandung dalam daging merah, keju, mentega, susu, dan lain-lain. Ada juga lemak trans yang rata-rata terbentuk dari makanan yang digoreng menggunakan minyak.

ADVERTISEMENT

Lemak jenuh dan lemak trans mampu meningkatkan kadar kolesterol sehingga sebaiknya detikers mengurangi makanan yang mengandung kedua jenis lemak tersebut.

Tetapi, ada juga lemak yang baik untuk tubuh, seperti lemak tak jenuh yang terkandung alpukat, minyak zaitun, dan ikan salmon.

Ketika menjalani diet rendah lemak, sebaiknya mengonsumsi sayuran dan buah-buahan. Roti, sereal, nasi, dan pasta juga boleh dikonsumsi. Daging dan susu tetap boleh dikonsumsi, tetapi pilihlah bagian daging yang mengandung sedikit lemak, seperti daging ayam. Pilihlah juga susu atau yoghurt rendah lemak.

2. Diet Vegan

Diet vegan berarti tidak mengonsumsi makanan yang berasal dari hewan. Ini mencakup daging, susu, telur, keju, sampai madu. Protein tetap bisa didapatkan dari berbagai produk nabati seperti tahu, biji-bijian, dan susu kedelai atau susu almond. Tentu saja, nasi tetap bisa dikonsumsi.

Mengutip Healthline, diet vegan sangat efektif dalam menurunkan berat badan sebab makanan yang dikonsumsi sangat rendah akan lemak dan tinggi akan serat, sehingga detikers akan merasa kenyang lebih lama. Selain mampu mengurangi berat badan, diet vegan mampu mengurangi risiko penyakit jantung dan diabetes.

3. Puasa Selang-seling (Intermittent Fasting)

Ada alternatif diet lain bagi detikers yang tidak ingin membatasi jenis makanan yang bisa dimakan, yaitu puasa selang-seling atau intermittent fasting. Ada beberapa pola puasa yang populer, yaitu:

  • Metode 16/8: Berpuasa selama 16 jam sehari dan hanya boleh makan siang dan makan malam dalam periode 8 jam sisanya.
  • Metode eat-stop-eat: Tidak makan selama 24 jam setiap 1 atau 2 kali seminggu.
  • Diet 5:2: 2 kali seminggu, kurangi konsumsi kalori hingga 500-600 kalori sehari. Untuk 5 hari sisanya, detikers tidak perlu membatasi konsumsi kalori. Perlu diingat, 2 hari yang dipilih tidak boleh berturut-turut.
  • Warrior diet: Konsumsi buah dan sayur dalam porsi kecil pada siang hari, lalu makan kenyang pada malam hari.

Intermittent fasting mampu mengurangi berat badan karena metode diet ini mengurangi konsumsi kalori keseluruhan. Tetapi ingat, diet ini tidak akan efektif jika detikers makan terlalu banyak demi mengkompensasi kalori yang dibatasi saat berpuasa.

Perlu diingat juga bahwa metode diet ini tidak cocok untuk semua orang. Ibu hamil dan menyusui, anak-anak, remaja, dan orang-orang yang underweight tidak disarankan mengikuti pola diet ini.

Itu dia beberapa alternatif diet untuk menurunkan berat badan bagi detikers yang tetap ingin makan nasi. Namun, jangan lupa untuk tetap mengontrol porsi nasi yang dikonsumsi, ya! Perlu juga diingat bahwa tidak semua jenis diet cocok untuk semua orang. Berkonsultasilah dengan ahli gizi untuk mengetahui jenis diet yang cocok untuk detikers.

Simak Video 'Mitos atau Fakta: Obesitas Berpotensi Sulit Hamil':

[Gambas:Video 20detik]



(fds/fds)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat