gtrees.net

7 Bahaya Kesehatan yang Mengintai Akibat Jarang Makan Buah dan Sayur

Ilustrasi buah dan sayur, makanan yang bisa menjaga kebersiha serta kesehatan organ intim.
Ilustrasi. (Foto: Getty Images/monticelllo)

Daftar Isi
  • 1. Gangguan Pencernaan
  • 2. Masalah Kulit
  • 3. Sindrom Metabolik
  • 4. Gangguan Penglihatan
  • 5. Obesitas
  • 6. Diabetes Tipe 2
  • 7. Kanker
Jakarta -

Buah dan sayur merupakan komponen yang sangat penting dalam pola makan sehari-hari. Sebab, buah dan sayur mengandung berbagai macam nutrisi, seperti mineral dan vitamin, yang dibutuhkan untuk menunjang kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Tak hanya itu, buah dan sayur juga mengandung serat tinggi yang bermanfaat untuk melancarkan fungsi pencernaan, menurunkan berat badan, hingga mencegah kenaikan gula darah dan kolesterol.

Karena itu, seseorang yang jarang atau bahkan tidak mengonsumsi buah sayur akan lebih rentan terkena penyakit, terutama yang disebabkan oleh kekurangan asupan vitamin atau mineral tertentu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip dari berbagai sumber, berikut bahaya kesehatan yang bisa terjadi akibat jarang mengonsumsi buah dan sayur.

1. Gangguan Pencernaan

Seperti yang disebutkan sebelumnya, buah dan sayur adalah sumber serat. Serat memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan dengan cara merangsang pergerakan usus dan melancarkan pengosongan perut.

Kandungan vitamin dan mineral, seperti vitamin C dan kalium, yang terkandung dalam buah dan sayur tertentu juga menunjang kesehatan saluran pencernaan.

Selain itu, sebuah studi yang dipublikasikan di Nature Chemical Biology pada 2016 mengungkapkan sayuran berdaun hijau mengandung senyawa yang membantu perkembangan bakteri baik di usus. Jika asupan buah dan sayur kurang, bakteri baik ini tidak bisa menjalankan fungsinya dengan baik, sehingga memungkinkan bakteri jahat menyerang sistem pencernaan.

2. Masalah Kulit

Buah dan sayur mengandung banyak antioksidan dan vitamin. Kedua nutrisi ini sangat dibutuhkan oleh mempertahankan kecerahan dan kesehatan kulit.

Tak hanya itu, antioksidan juga berperan penting dalam menangkal efek penuaan. Karenanya, orang yang jarang mengonsumsi buah dan sayur cenderung memiliki penampilan yang jauh lebih tua dari usia sebenarnya.

3. Sindrom Metabolik

Sindrom metabolik adalah sekelompok kondisi yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes. Sindrom metabolik mencakup tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, obesitas, serta kadar kolesterol dan trigliserida tinggi.

Risiko sindrom metabolik dapat dikurangi dengan memperbanyak konsumsi buah dan sayur. Misalnya, vitamin C yang ada pada buah dan sayur tertentu memiliki efek antioksidan yang dapat mengurangi risiko sindrom metabolik. Kemudian, serat dapat membantu menurunkan kadar kolesterol serta menurunkan berat badan.

4. Gangguan Penglihatan

Jarang makan buah dan sayur juga bisa menyebabkan gangguan pada mata. Beberapa jenis sayuran, seperti wortel dan sayuran berdaun hijau, mengandung senyawa bernama karotenoid, yang berfungsi untuk memelihara kesehatan indera penglihatan dan mencegah risiko penyakit mata akibat pertambahan usia.

5. Obesitas

Kekurangan asupan buah dan sayur bisa saja menjadi salah satu penyebab berat badan terus membengkak. Dikutip dari Livestrong, kandunga serat yang ada pada buah dan sayur memiliki peran penting dalam mengelola berat badan.

Ketika seseorang mengonsumsi buah dan sayur, serat yang terkandung di dalamnya akan membantu memperlambat proses penyerapan karbohidrat dan lemak dari makanan. Hal ini membuat tubuh merasa kenyang lebih lama dan mengurangi nafsu makan, yang kemudian berujung pada penurunan berat badan.

Tapi jika pola makan sehari-hari tidak dilengkapi dengan buah dan sayur, risiko seseorang mengalami kenaikan berat badan akan meningkat secara signifikan.

6. Diabetes Tipe 2

Diabetes tipe 2 adalah salah satu bahaya kesehatan terburuk yang bisa terjadi akibat jarang makan buah dan sayur. Buah dan sayur mengandung serat yang dapat memperlambat proses penyerapan gula di dalam tubuh. Hal inilah yang berkontribusi dalam pengelolaan kadar gula darah.

Sebuah studi juga pola makan yang tinggi vitamin C, seperti buah dan sayur, dapat mengurangi kecenderungan untuk mengonsumsi makanan manis atau yang mengandung gula.

7. Kanker

Sejumlah penelitian telah membuktikan khasiat buah dan sayur dalam mencegah kanker. Misalnya, buah beri-berian yang kaya akan antioksidan dan dapat mencegah kerusakan sel akibat efek radikal bebas. Radikal bebas juga merupakan salah satu faktor pemicu kanker.

Selain itu, sayuran cruciferous seperti brokoli, kubis brussel, kale, dan bok choy juga memiliki efek preventif terhadap kanker.



Mengenal Buah Kecubung Dampak-Bahaya

Mengenal Buah Kecubung Dampak-Bahaya


(ath/kna)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat