gtrees.net

5 Efek Samping Minum Kopi yang Jarang Diketahui, Termasuk Merusak Siklus Tidur

Waspada! Ini 5 Efek Konsumsi Kopi pada Kulit Menurut Dermatologis
Ilustrasi. (Foto: Getty Images/iStockphoto/kris_sirk)

Daftar Isi
  • 1. Merusak Siklus Tidur
  • 2. Memicu Stres dan Ansietas
  • 3. Meningkatkan Detak Jantung
  • 4. Memengaruhi Keasaman Lambung
  • 5. Meningkatkan Risiko Osteoporosis
Jakarta -

Kopi dikenal sebagai minuman yang punya banyak khasiat untuk kesehatan. Manfaat kopi sering dikaitkan dengan peningkatan energi, fokus, menurunkan berat badan, hingga mengatur kadar gula darah.

Kendati demikian, bukan berarti kopi minuman yang bebas risiko. Jika dikonsumsi secara berlebihan atau sembarangan, kopi justru dapat memicu berbagai efek samping bagi kesehatan. Bahkan pada orang dengan kondisi tertentu, kopi bisa meningkatkan keparahan penyakit.

Lantas, apa saja efek samping yang bisa muncul akibat keseringan minum kopi? Dikutip dari berbagai sumber, berikut ulasannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Merusak Siklus Tidur

Minuman kopi, baik dengan atau tanpa gula, dapat berdampak buruk terhadap siklus tidur di malam hari. Kafein yang terkandung di dalam kopi dapat menghalangi aktivitas adenosine, yaitu senyawa yang memicu rasa kantuk dan mengatur tidur.

Efek kafein dapat bertahan hingga 10 jam di dalam tubuh. Karenanya, seseorang tidak dianjurkan minum kopi beberapa jam sebelum waktu tidur.

2. Memicu Stres dan Ansietas

Kopi dapat memengaruhi kadar kortisol, yakni hormon yang memberikan energi dan mengatur respons terhadap stres. Jika jumlah hormon ini terlalu tinggi, maka dapat menyebabkan ansietas dan stres.

Mengonsumsi kopi juga dapat memicu serangan panik pada seseorang dengan kecenderungan ansietas.

3. Meningkatkan Detak Jantung

Terlalu banyak mengonsumsi juga bisa berdampak buruk untuk jantung. Dikutip dari UC Davis Health, kafein dalam kopi dapat mendorong pelepasan hormon noradrenaline dan norepinephrine, yang menyebabkan peningkatan irama detak jantung.

Karena itu, orang yang memiliki kelainan irama detak jantung perlu menghindari konsumsi kopi atau minuman berkafein lainnya agar tidak memicu kekambuhan gejala.

4. Memengaruhi Keasaman Lambung

Kopi juga bisa memengaruhi tingkat keasaman lambung. Hal ini bukan disebabkan oleh kandungan kafein saja, tapi juga zat asam yang terkandung di dalam kopi.

Dikutip dari Healthline, kopi mengandung banyak zat asam, seperti asam klorogenat dan N-alkanoyl-5-hydroxytryptamide. Studi menunjukkan kedua zat ini dapat meningkatkan produksi asam di lambung.

Inilah yang membuat kopi bisa memicu gejala asam lambung naik, seperti nyeri dada dan mual, pada beberapa orang.

5. Meningkatkan Risiko Osteoporosis

Terlalu banyak mengonsumsi kopi juga dapat meningkatkan risiko osteoporosis. Dikutip dari Medical News Today, kafein dalam kopi dapat memengaruhi cara tubuh menyerap dan memproses kalsium. Hal ini yang kemudian dapat meningkatkan risiko penyakit tulang, seperti osteoporosis dan patah tulang.

Karenanya, orang-orang disarankan untuk tidak mengonsumsi lebih dari 400 miligram, atau sekitar 4 cangkir kopi dalam sehari.



Anjuran Kopi dan Teh Tak Dikonsumsi saat Sahur

Anjuran Kopi dan Teh Tak Dikonsumsi saat Sahur


(ath/suc)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat