gtrees.net

Banyak Anak Mati Kelaparan di Gaza, Tak Ada Makanan-Air Terkontaminasi

Palestinians wait to receive food during the Muslim holy fasting month of Ramadan, as the conflict between Israel and Hamas continues, in Rafah, in the southern Gaza Strip March 13, 2024. REUTERS/Mohammed Salem
Ilustrasi warga Gaza. (Foto: REUTERS/Mohammed Salem)

Jakarta -

Kelaparan terjadi di seluruh wilayah Gaza. Anak-anak di sana meninggal akibat kekurangan gizi. Sekelompok pakar hak asasi manusia independen yang diamanatkan PBB pada Selasa (9/7/2024) menyoroti soal ini.

Otoritas kesehatan Gaza mengatakan sedikitnya 33 anak meninggal karena kekurangan gizi, sebagian besar di wilayah utara yang hingga saat ini menghadapi beban terberat dari kampanye militer Israel yang digencarkan sejak 7 Oktober.

Setelah awal Mei, serangan menyebar ke Gaza selatan, berdampak pada aliran bantuan ke wilayah tersebut di tengah pembatasan yang dilakukan Israel.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pernyataan hari Selasa, kelompok yang terdiri dari 11 ahli hak asasi manusia tersebut mencatat kematian tiga anak berusia 13, 9 tahun, dan enam bulan akibat kekurangan gizi di wilayah selatan Khan Younis dan wilayah tengah Deir Al-Balah sejak akhir Mei. .

"Dengan kematian anak-anak ini karena kelaparan meskipun telah mendapat perawatan medis di Gaza tengah, tidak ada keraguan bahwa kelaparan telah menyebar dari Gaza utara ke Gaza tengah dan selatan," kata para ahli, dikutip dari Channel News Asia, Rabu (10/7/2024).

Pernyataan mereka, yang ditandatangani oleh para ahli termasuk pelapor khusus mengenai hak atas pangan, Michael Fakhri, mengutuk kampanye kelaparan Israel yang disengaja dan ditargetkan terhadap rakyat Palestina.

Misi diplomatik Israel di Jenewa mengatakan pernyataan itu merupakan informasi keliru.

Di rumah sakit Khan Younis pada hari Senin, wanita Palestina Ghaneyma Joma mengatakan kepada Reuters, dia khawatir putranya akan mati kelaparan.

"Sungguh menyedihkan melihat anak saya, terbaring sekarat karena kekurangan gizi, saya tidak dapat memberikan apapun kepadanya akibat perang, penutupan penyeberangan, dan air yang terkontaminasi," katanya sambil duduk di lantai di samping putranya yang tidak bergerak. yang dipasang infus di pergelangan tangannya.

Secara formal, ada atau tidaknya kelaparan ditentukan oleh pemantau global yang didukung PBB yang disebut Integrated Food Security Phase Classification (IPC), melakukan penilaian berdasarkan serangkaian kriteria teknis.

Bulan lalu IPC mengatakan Gaza masih berisiko tinggi mengalami kelaparan karena perang terus berlanjut dan akses bantuan dibatasi.

Lebih dari 495.000 orang di Gaza, atau sekitar seperlima populasi menghadapi tingkat kerawanan pangan yang paling parah atau bencana, katanya, turun dari perkiraan 1,1 juta pada data sebelumnya.



Gaza Masih Dihantui Risiko Tinggi Kelaparan

Gaza Masih Dihantui Risiko Tinggi Kelaparan


(naf/naf)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat