gtrees.net

Dermatitis Kontak: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

Healthcare and medical concept. Female scratching the itch on her hand, cause of itching from skin diseases, dry skin, allergy, chemical, allergic to detergent or dishwashing liquid and dermatitis, insect bites, burned, drug. Health problem.
Ilustrasi dermatitis kontak. Foto: Getty Images/iStockphoto/ipopba

Daftar Isi
  • Apa Itu Dermatitis Kontak?
  • Jenis dan Penyebab Dermatitis Kontak
  • 1. Dermatitis Kontak Alergi 2. Dermatitis Kontak Iritan
  • Gejala Dermatitis Kontak
  • Cara Mengobati Dermatitis Kontak
  • Kapan Harus ke Dokter?
  • Apakah Dermatitis Kontak bisa Menular?
Jakarta -

Dermatitis merupakan suatu penyakit kulit yang menyebabkan rasa gatal, kering, atau ruam. Dermatitis terdiri dari berbagai jenis, salah satunya adalah dermatitis kontak.

Dermatitis kontak bisa disebabkan oleh sejumlah faktor. Lalu, penting juga untuk mengetahui sejumlah gejala yang muncul ketika mengalami dermatitis kontak.

Namun jangan khawatir, sebab dermatitis kontak dapat disembuhkan dengan sejumlah cara. Bagaimana caranya? Simak pembahasannya secara lengkap dalam artikel ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa Itu Dermatitis Kontak?

Dermatitis kontak adalah suatu masalah kulit yang disebabkan oleh paparan suatu zat sehingga menyebabkan reaksi di kulit. Kandungan zat tersebut bisa berkembang menjadi ruam yang membakar, menyengat, gatal, atau melepuh.

Pada umumnya, dermatitis kulit tidak memicu reaksi yang parah di tubuh. Akan tetapi, pengidapnya akan merasa sangat tidak nyaman sampai rasa gatalnya sudah hilang.

Jenis dan Penyebab Dermatitis Kontak

Mengutip Mayo Clinic, dermatitis kontak terbagi ke dalam dua jenis, yakni alergi dan iritan. Keduanya memiliki penyebab yang berbeda.

Agar lebih jelas, berikut penjelasannya:

1. Dermatitis Kontak Alergi

Dermatitis kontak alergi terjadi ketika kulit mengalami reaksi alergi setelah terpapar zat asing. Hal tersebut menyebabkan tubuh melepaskan zat kimia penyebab peradangan yang membuat kulit terasa gatal dan iritasi.

Penyebab umum dermatitis kontak alergi di antaranya:

  • Penggunaan perhiasan atau jam tangan yang terbuat dari nikel atau emas
  • Getah pohon
  • Parfum atau bahan kimia dari produk kosmetik tertentu
  • Produk perawatan kulit tertentu.

2. Dermatitis Kontak Iritan

Dermatitis kontak jenis ini cukup banyak dialami masyarakat. Kondisi tersebut terjadi ketika kulit bersentuhan dengan bahan beracun.

Sejumlah zat beracun yang bisa menyebabkan dermatitis kontak iritan meliputi:

  • Asam baterai
  • Pemutih
  • Air yang mengandung klorin (seperti kolam renang)
  • Pembersih saluran air
  • Minyak tanah
  • Deterjen baju

Oh ya, dermatitis kontak juga bisa terjadi saat kulit terlalu sering bersentuhan dengan bahan yang tidak terlalu mengiritasi, seperti sabun.

Misalnya, orang yang terlalu sering mencuci tangan seperti penata rambut, petugas kebersihan, atau koki kerap mengalami dermatitis kontak iritan pada tangannya.

Gejala Dermatitis Kontak

Ketika seseorang terpapar suatu zat, maka bisa memicu dermatitis kontak. Ruam yang diakibatkan dermatitis kontak dapat terjadi dalam hitungan menit hingga jam setelah terpapar zat. Kondisi tersebut bisa berlangsung selama 2-4 minggu.

Dilansir Healthline, gejala dermatitis kontak bisa berbeda pada setiap orang. Tapi pada umumnya, gejala dermatitis kontak yang kerap muncul seperti:

  • Ruam
  • Gatal-gatal
  • Bercak kulit yang lebih gelap dari biasanya (hiperpigmentasi), biasanya pada kulit berwarna cokelat atau hitam
  • Kulit kering dan pecah-pecah
  • Kulit bersisik
  • Terdapat benjolan yang melepuh, terkadang disertai cairan dan kerak
  • Pembengkakan di area mata, wajah, dan area selangkangan
  • Rasa terbakar atau nyeri.

Cara Mengobati Dermatitis Kontak

Sebagian besar kasus dermatitis kontak dapat sembuh dengan sendirinya, namun gejala yang dirasakan bikin tidak nyaman. Tapi jangan khawatir, ada sejumlah cara mengobati dermatitis kontak yang bisa dilakukan di rumah. Berikut caranya:

  1. Hindari menggaruk kulit yang iritasi. Jika digaruk dapat memperparah iritasi atau menyebabkan infeksi kulit, sehingga perlu obat antibiotik untuk menyembuhkannya.
  2. Bersihkan kulit dengan sabun dan air hangat untuk menghilangkan zat-zat yang menempel.
  3. Berhenti menggunakan produk yang bisa memicu dermatitis kontak.
  4. Mengoleskan petroleum jelly di sekitar area kulit yang ruam.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika ruam terasa sangat gatal hingga mengganggu aktivitas dan pola tidur, maka sebaiknya segera pergi ke rumah sakit. Nantinya, detikers akan mendapatkan perawatan lebih lanjut oleh dokter.

Selain itu, apabila ruam sudah menyebar luas dan tak kunjung sembuh hingga lebih dari empat minggu, maka dianjurkan pergi ke dokter. Biasanya, dokter akan meresepkan obat antihistamin seperti diphenhydramine untuk mengurangi rasa gatal.

Apakah Dermatitis Kontak bisa Menular?

Mengutip Cleveland Clinic, dermatitis kontak sebenarnya tidak menular ke orang lain. Meski begitu, setiap orang memiliki reaksi tubuh yang berbeda-beda.

Sebagai contoh, mungkin kamu tidak akan mengalami ruam atau gatal-gatal ketika menyentuh deterjen baju. Namun bagi orang lain, kandungan zat pada deterjen bisa menyebabkan dermatitis kontak.

Demikian pembahasan mengenai dermatitis kontak. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi detikers.



Hijab Sebabkan Ketombe? Begini Penjelasan Dokter SpKK

Hijab Sebabkan Ketombe? Begini Penjelasan Dokter SpKK


(ilf/fds)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat