gtrees.net

Miris, Korban Tewas di Gaza Akibat Serangan Israel Diperkirakan Capai 186 Ribu

Mourners carry the bodies of Palestinians from Zourob family who were killed in an Israeli strike, in Khan Younis, in the southern Gaza Strip, June 30, 2024. REUTERS/Kamel Hamdan
Ilustrasi situasi di Gaza (Foto: REUTERS/KAMEL HAMDAN)

Jakarta -

Sebuah studi yang dipublikasikan di Jurnal The Lancet memperkirakan korban tewas di Gaza sejak serangan Israel pada Oktober 2023 mencapai lebih dari 186 ribu orang.

Perkiraan ini jauh melebihi data yang dilaporkan oleh Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, yakni sekitar 38 ribu orang.

Studi tersebut memperkirakan jumlah korban kemungkinan jauh lebih banyak karena data yang terekam saat ini tak mencakup korban yang tertimbun reruntuhan, kematian langsung akibat rusaknya fasilitas kesehatan, sistem distribusi makanan, dan infrastruktur publik lainnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Konflik yang terjadi di Gaza mempunyai implikasi kesehatan secara tidak langsung selain dampak dari kekerasan, kata studi tersebut. Bahkan jika perang Gaza segera berakhir, ini akan terus menyebabkan banyak kematian tidak langsung dalam beberapa bulan hingga tahun mendatang akibat penyakit.

Jumlah kematian di Gaza pun diperkirakan mencapai ratusan ribu karena terjadi kekurangan pangan, air bersih, pengungsian massal, serta pengurangan pendanaan lembaga PBB yang mengurusi pengungsi Palestina.

"Dalam konflik terkini, kematian tidak langsung itu antara tiga hingga 15 kali lebih banyak dibanding kematian langsung (akibat serangan)," demikian nukilan studi tersebut, seperti dikutip Al Jazeera, Selasa (9/7/2024).

Dalam studi, ditekankan bahwa perkiraan 186.000 kematian di Gaza adalah "perkiraan konservatif" dari hitungan empat kematian tidak langsung per satu kematian langsung.

Angka itu pun mencapai 8 persen dari total sekitar 2,3 juta penduduk Gaza sebelum serangan Israel pada 7 Oktober 2023 menyusul serangan Hamas ke Israel.

"Mendokumentasikan skala sebenarnya krusial untuk memastikan akuntabilitas historis dan mengakui harga sesungguhnya dari perang. Hal tersebut juga suatu kewajiban hukum," kata studi.

Studi tersebut dimuat di bagian korespondensi jurnal The Lancet yang berarti artikel itu tidak melalui tinjauan sejawat (peer review).

Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza selama ini menghitung jumlah korban berdasarkan laporan dari semua fasilitas kesehatan di Gaza.

Berbagai pihak pun mengakui bahwa jumlah korban berkemungkinan lebih besar karena tidak semua korban serangan Israel di Gaza bisa dibawa ke rumah sakit.



WHO Kunjungi Perbatasan di Mesir, Cek Gudang Bantuan untuk Gaza

WHO Kunjungi Perbatasan di Mesir, Cek Gudang Bantuan untuk Gaza


(suc/suc)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat