gtrees.net

Pakar Gizi Ungkap Siasat Jitu Atasi Anak Kecanduan Jajanan Manis

Ilustrasi Makanan Manis
Ilustrasi makanan manis (Foto: shutterstock)

Jakarta -

Memiliki anak yang gemar mengonsumsi makanan dan minuman manis memang menjadi pekerjaan rumah yang merepotkan untuk orang tua. Hal ini agaknya tidak akan menjadi masalah jika orang tua bisa mengatur jumlah konsumsinya, namun akan menjadi petaka jika konsumsinya melebihi batas hingga kecanduan.

Kecanduan makanan dan minuman manis pada anak ini tentu akan meningkatkan risiko terkena beberapa penyakit menjadi lebih tinggi, salah satunya adalah pada gigi. Lalu, bagaimanakah mengurangi rasa candu akan minuman manis pada anak?

Pakar Gizi Masyarakat, dr Tan Shot Yen, M.hum mengatakan ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan orang tua untuk membantu anak terlepas dari godaan 'si manis'. Pertama adalah dengan mengurangi susu kemasan rasa-rasa yang ternyata mengandung banyak gula.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nomor satu pastikan anak-anak itu (mengurangi minum susu), susunya aja udah manis. Kalau Anda perhatikan susu (kemasan) yang dibagikan ke anak-anak itu sudah pakai rasa-rasa," ujar dr Tan dalam diskusi daring, Selasa (9/7/2024).

Kedua, lanjut dr Tan adalah dengan mengganti snack atau kudapan yang biasa dikonsumsi anak menjadi yang menyehatkan dan rendah gula.

"Lalu ketika anak masih kecil, kudapan. Lebih baik bikin semar mendem daripada dikasih makanan manis. Lebih baik bikinin lumpia dadar telur daripada dibikinin bubur sumsum, ini salah satu contoh," kata dr Tan.

dr Tan juga menyoroti soal acara ulang tahun anak-anak yang kerap membagikan makanan atau minuman manis sebagai bingkisan. Ditambah dengan kue yang penuh dengan cream. Menurutnya, hal seperti ini sudah bisa mulai dikurangi.

"Misalnya ada yang ulang tahun, bawain anak-anak itu handuk, itu kepakai loh. Sikat gigi dan pasta gigi itu kepakai untuk anak-anak. Banyak sekali, buku-buku notes dengan crayon warna itu kepakai untuk kreativitas anak. Kertas untuk origami, atau beliin buku-buku untuk menggambar," tambah dr Tan.

"Kalau pesta ulang tahun, boleh nggak kembali ke tradisi orang Indonesia? Daripada pakai cake yang harganya mahal yang bersusun itu, boleh nggak kita pakai tumpengan? Tumpeng itu punya makna. Kemudian pakai nasi berkat daripada ngikutin budaya orang asing yang tinggi cream, gula, dan seterusnya," tutupnya.



Mitos atau Fakta: Konsumsi Gula Berlebihan Bikin Kulit Cepat Menua

Mitos atau Fakta: Konsumsi Gula Berlebihan Bikin Kulit Cepat Menua


(dpy/kna)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat