gtrees.net

Kenali Perbedaan Batuk Berdahak Disertai Pilek dan Batuk Kering disertai Pilek pada Anak

adv
Foto: Shutterstock

Jakarta -

Meski batuk pada anak tidak selalu menandakan masalah yang serius, kondisi batuk dapat membuatnya tak nyaman saat beraktivitas, salah satunya tidur. Batuk umumnya terbagi menjadi dua, yaitu berdahak dan kering yang sering disertai pilek.

Batuk pilek berdahak dan kering pada anak memiliki penyebab, gejala, dan pengobatan yang berbeda. Oleh sebab itu, penting untuk mengenali perbedaan antara keduanya agar penanganan yang tepat bisa dilakukan.

Perbedaan Batuk Berdahak Disertai Pilek dan Batuk Kering disertai Pilek pada Anak Berdasarkan Penyebabnya

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Secara umum, batuk adalah refleks tubuh untuk melindungi saluran napas dan melawan infeksi. Sebagian besar anak biasanya dapat mengalami batuk sebanyak delapan kali dalam setahun.

Saat batuk, tubuh mengeluarkan zat yang menyumbat saluran napas. Pada batuk pilek berdahak, zat yang keluar dapat berupa lendir atau dahak.

Batuk jenis ini biasanya disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri pada sistem pernapasan, seperti flu, pilek, dan pneumonia. Sementara itu, batuk pilek kering tidak mengeluarkan lendir ataupun dahak melainkan respon tubuh saat tenggorokan gatal karena terdapat iritasi pada saluran pernapasan atas.

Batuk kering juga bisa terjadi saat adanya sisa lendir yang terakumulasi di hidung atau tenggorokan setelah flu atau pilek atau pilek.

Perbedaan Batuk Pilek Berdahak dan Kering pada Anak Berdasarkan Gejalanya

Perbedaan yang cukup jelas antara batuk pilek berdahak dan kering pada anak sebetulnya terletak pada gejala yang timbul. Biasanya, gejala batuk pilek berdahak pada anak yang paling khas, yaitu:

  • Batuk mengeluarkan lendir atau dahak
  • Terdapat suara mengi atau berdahak
  • Hidung meler
  • Sakit tenggorokan
  • Kelelahan.

Sementara itu, gejala khas dari batuk pilek kering pada anak, seperti:

  • Batuk tanpa lendir atau dahak
  • Suara batuk keras dan dipaksa
  • Keluhan tenggorokan gatal
  • Batuk bertahan setelah penyakit lain mereda.

Baik batuk pilek kering atau berdahak pada anak cenderung dapat menjadi lebih parah saat waktu tidur. Hal ini karena posisi tubuh saat tidur memungkinkan lendir serta air liur menetap dan menghambat saluran napas.

Cara Mengobati Batuk Pilek Berdahak dan Kering pada Anak

Pengobatan kondisi batuk pada anak bergantung pada jenis batuk dan penyebab yang mendasarinya. Bila tidak yakin dengan kondisi Si Kecil, konsultasikan terkait batuk yang dialami Si Kecil dengan dokter.

Setelah itu, cobalah untuk melakukan beberapa langkah meredakan batuk pada Si Kecil berikut ini:

Cara Mengobati Batuk Pilek Berdahak

Batuk pilek berdahak pada anak dapat terjadi selama beberapa hari hingga dua pekan. Anda bisa meredakan batuk pilek berdahak pada anak dengan cara berikut:

  • Berikan obat sirup batuk pilek berdahak, seperti HUFAGRIPP BP Berdahak Syrup, untuk meringankan batuk berdahak dan melegakan hidung tersumbat karena pilek.
advFoto: Hufagripp.
  • Saat Si Kecil hendak tidur, tinggikan posisi bantal. Hal ini dilakukan agar risiko lendir turun ke tenggorokan (postnasal drip) dapat berkurang.

Pasalnya, postnasal drip dapat menyebabkan batuk dan iritasi tenggorokan.

  • Pasang humidifier di ruang tidur anak. Humidifier dapat membantu meningkatkan kelembapan ruangan sehingga menjaga tenggorokannya tetap lembap dan mengencerkan dahak.
  • Perbanyak minum air putih untuk menjaga hidrasi tubuh Si Kecil. Selain itu, Si Kecil bisa diberikan makanan yang berkuah dan hangat, seperti sup untuk membantu mengencerkan lendir di tenggorokan.

Cara Mengobati Batuk Pilek Kering

Batuk pilek kering cenderung membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mereda dibandingkan batuk pilek berdahak. Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meredakan batuk pilek kering:

  • Berikan obat sirup batuk pilek kering, seperti HUFAGRIPP BP Batuk Kering & Pilek Syrup untuk meringankan batuk tidak berdahak dan pilek.
advFoto: Hufagripp.
  • Pasang humidifier untuk meningkatkan kelembapan ruangan agar tenggorokan dan saluran hidung si Kecil lebih nyaman.
  • Berikan air madu untuk melegakan tenggorokan yang teriritasi.
  • Campurkan setengah sendok teh garam ke dalam 250ml air, lalu berkumur dengan air garam tersebut.
  • Hindari aktivitas fisik yang berat untuk mencegah perburukan batuk.

Nah, demikian cara mengobati batuk pilek berdahak dan kering pada anak. Pastikan untuk memberikan obat batuk pilek sirup sesuai dengan jenis batuk pilek yang terjadi.

Selain itu, selalu perhatikan aturan pakai sebelum memberikan obat batuk pilek pada anak, ya.

Bila batuk pilek tidak mereda dan terjadi selama lebih dari tiga minggu, segera periksakan ke dokter. Pasalnya, batuk pilek yang berlangsung lama dapat menyebabkan infeksi dada yang serius.

(-/-)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat