gtrees.net

Penyakit Kulit Berbahaya Serang Anak-anak di Gaza, Obat dan Air Bersih Tak Tersedia

Abdulrahman Al-Rai holds his daughter, Hana Al-Rai, 3, who suffers from diabetes, a weakened immune system, and malnutrition,  as she gets help from her sister to test her blood sugar at Al-Aqsa Martyrs Hospital in Deir al-Balah in the central Gaza Strip, where she is receiving treatment, Saturday, June 1, 2024. The family is displaced from the northern Gaza Strip. (AP Photo/Jehad Alshrafi)
Ilustrasi anak gaza (Foto: AP/Jehad Alshrafi)

Jakarta -

Lebih dari 150 ribu orang di Gaza, Palestina, mengalami penyakit kulit sejak perang pecah pada Oktober tahun lalu. Di antaranya terdapat banyak anak-anak yang terinfeksi.

Salah satunya adalah putra Wafaa Elwan yang berusia lima tahun. Ia tak bisa tidur nyenyak sepanjang malam di tenda kumuh tempatnya berlindung akibat perang.

"Anak saya tidak bisa tidur sepanjang malam karena dia tidak bisa berhenti menggaruk tubuhnya," kata ibu yang cemas itu, dikutip dari Aljazeera.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anak laki-laki itu memiliki bercak putih dan merah di kaki dan kakinya, dan lebih banyak lagi di balik bajunya. Dia adalah salah satu dari banyak orang di Gaza yang mengidap infeksi kulit, mulai dari kudis hingga cacar air, kutu, impetigo, dan lainnya.

"Kami tidur di tanah, di pasir tempat keluarnya cacing di bawah kami," kata Elwan.

Elwan dan keluarganya menjadi salah satu dari ribuan orang yang tinggal di petak berpasir tepi laut, dekat Kota Deir al-Balah, Gaza Tengah. Para orang tua biasa menyuruh anak-anak mereka untuk mandi di Laut Mediterania yang berkadar garam tinggi. Namun, laut mereka kini tercemari parah, sementara perang telah menghancurkan fasilitas-fasilitas dasar.

"Kami tidak bisa memandikan anak kami seperti dulu. Tidak ada produk kebersihan dan sanitasi untuk kami mencuci dan membersihkan tempat itu. Tidak ada apa-apa," kata Elwan.

"Laut itu semua adalah limbah. Bahkan mereka membuang sampah dan serbet bayi ke laut," ujarnya.

WHO telah melaporkan 96.417 kasus kudis dan kutu sejak awal perang, 9.274 kasus cacar air, 60.130 kasus ruam kulit dan 10.038 kasus impetigo.

Kudis dan cacar air tersebar luas di wilayah pesisir Palestina, menurut Sami Hamid, seorang apoteker yang menjalankan klinik darurat di kamp Deir el-Balah. Hamid merawat dua anak laki-laki yang mengalami lusinan lepuh dan koreng akibat cacar air yang tersebar di tangan, kaki, punggung, dan perut mereka.

Karena kekurangan obat-obatan, Hamid, 43, yang mengungsi, mengoleskan losion kalamin pada kulit anak laki-laki tersebut untuk meredakan rasa gatal.

"Kulit anak-anak di Gaza menderita akibat cuaca panas dan kurangnya air bersih", katanya.

Mohammed Abu Mughaiseeb, koordinator medis di Gaza untuk Doctors Without Borders, yang dikenal dengan inisial MSF dalam bahasa Prancis, mengatakan anak-anak rentan karena mereka bermain di luar, menyentuh apa saja, makan apa pun tanpa mencucinya.

Abu Mughaiseeb mengatakan cuaca panas meningkatkan keringat dan penumpukan kotoran yang menyebabkan ruam dan alergi, yang jika digaruk dapat menyebabkan infeksi.

"Orang-orang tidak lagi tinggal di rumah, tidak ada kebersihan yang layak," katanya.



Korea Selatan Siapkan Vaksinasi Massal untuk Atasi Penyakit Kulit pada Sapi

Korea Selatan Siapkan Vaksinasi Massal untuk Atasi Penyakit Kulit pada Sapi


(suc/suc)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat