gtrees.net

Pilu Warga Gaza Tak Saling Kenal gegara Kurus karena Kelaparan

Palestinians wait to receive food during the Muslim holy fasting month of Ramadan, as the conflict between Israel and Hamas continues, in Rafah, in the southern Gaza Strip March 13, 2024. REUTERS/Mohammed Salem
Potret warga Gaza berebut makanan. (Foto: REUTERS/Mohammed Salem)

Jakarta -

Krisis pangan parah terjadi di Jalur Gaza utara, Palestina. Banyak warga, utamanya anak-anak mengalami malnutrisi atau gizi buruk. Sedikitnya 30 anak tewas akibat kelaparan.

Bagaimana tidak, di tengah krisis pangan, harga-harga juga melambung tinggi. Sebagian besar warga nyaris tidak mendapat nutrisi apapun setiap hari, selain mengonsumsi tepung dan makanan kaleng.

"Tidak ada lagi yang bisa dimakan, tidak ada sayur, tidak ada daging, dan tidak ada susu. Berat badan saya sudah turun 25 kilogram," kata Abu Mustafa, yang tinggal di Kota Gaza, bersama keluarganya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rumah mereka dihantam tank Israel dalam seminggu terakhir, sebagian besar lantai atas hancur seketika.

"Selain pengeboman, ada perang Israel lain yang terjadi di Gaza utara, kelaparan. Orang-orang bertemu di jalan dan banyak yang tidak dapat mengenali satu sama lain karena penurunan berat badan dan penampilan yang lebih tua," kata Abu Mustafa kepada Reuters melalui aplikasi obrolan.

Gaza masih berisiko tinggi mengalami kelaparan, meskipun pengiriman sejumlah bantuan telah membatasi proyeksi penyebaran kelaparan ekstrem di wilayah utara, kata sebuah pemantau global pada hari Selasa.

Lebih dari 495.000 orang di Jalur Gaza menghadapi tingkat kekurangan pangan yang paling parah, menurut pembaruan dari Klasifikasi Fase Ketahanan Pangan Terpadu atau Integrated Food Security Phase Classification (IPC), sebuah kemitraan global yang digunakan PBB dan lembaga-lembaga bantuan.

Mengakhiri kunjungannya ke Washington, Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant berdalih Israel berperang melawan Hamas, bukan rakyat Gaza, meski pada kenyataannya 37.658 orang
yang didominasi masyarakat sipil tewas pasca serangan dimulai 7 Oktober lalu.

Korban tewas terbanyak adalah perempuan dan anak-anak.

"Kami berkomitmen, dan saya secara pribadi berkomitmen, untuk memfasilitasi pengiriman bantuan kemanusiaan penting ke Gaza. Kami hanya memerangi mereka yang berusaha menyakiti kami," klaim Gallant dalam pernyataan video.



Anak-anak Gaza Idap Hepatitis Akibat Kekurangan Air Bersih

Anak-anak Gaza Idap Hepatitis Akibat Kekurangan Air Bersih


(naf/naf)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat