gtrees.net

Ratusan Jemaah Haji Meninggal di Tengah Suhu Panas Mendidih 51 Derajat Celcius

Muslim pilgrims walk, holding their umbrellas at the Mina tent camp, in Mecca, Saudi Arabia, during the annual hajj pilgrimage, Monday, June 26, 2023. Muslim pilgrims are converging on Saudi Arabias holy city of Mecca for the largest hajj since the coronavirus pandemic severely curtailed access to one of Islams five pillars. (AP Photo/Amr Nabil)
Ibadah haji di tengah panas terik. (Foto: AP/Amr Nabil)

Jakarta -

Ratusan jemaah haji meninggal di tengah suhu panas terik yang sudah berlangsung dalam lebih dari sepekan. Bahkan, beberapa kali berada di atas 50 derajat Celcius.

"Setidaknya 550 orang tewas saat menunaikan ibadah haji," kata para diplomat kepada media Prancis Agence France Presse (AFP) pada hari Selasa.

"323 orang yang tewas adalah warga Mesir, sebagian besar meninggal karena penyakit yang berhubungan dengan panas," lanjut mereka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terinjak-injak, kebakaran tenda, dan kecelakaan lain telah menyebabkan ratusan kematian selama haji ke Arab Saudi dalam 30 tahun terakhir.

TV pemerintah Saudi mengatakan suhu meningkat pada hari Senin hingga mencapai 51,8 derajat Celcius, di Masjidil Haram, Mekkah. Sebuah studi tahun 2024 yang dilakukan Journal of Travel and Medicine menemukan peningkatan suhu global mungkin melebihi strategi untuk mengatasi panas.

Sementara riset di tahun 2019 oleh Geophysical Research Letters menunjukkan ketika suhu meningkat di Arab Saudi yang gersang akibat perubahan iklim, jamaah haji akan menghadapi bahaya ekstrem.

"Tiga puluh lima warga Tunisia tewas selama ibadah haji," kata kantor berita Tunisia Tunis Afrique Presse pada Selasa.

Banyak dari kematian tersebut disebabkan cuaca pana ekstrem, kata anggota keluarga di media sosial, ketika keluarga lain terus mencari kerabat mereka yang hilang di rumah sakit Saudi.

Kementerian luar negeri Yordania telah mengeluarkan 41 izin pemakaman bagi para peziarah negaranya, pada Selasa. Sebelumnya, kementerian mengatakan enam warga Yordania meninggal karena heat stroke atau serangan panas selama haji.

Sebelas warga Iran tewas dan 24 orang dirawat di rumah sakit selama menunaikan ibadah haji. Tiga warga Senegal juga tewas saat haji.

Sementara di Indonesia, ada 144 jemaah haji yang meninggal saat menunaikan ibadah, berdasarkan data Kementerian Kesehatan Indonesia pada hari Selasa. Tidak diketahui apakah ada yang dipicu heat stroke atau serangan panas.

Haji adalah ziarah tahunan yang dilakukan jutaan umat Islam ke Mekah untuk melakukan ritual keagamaan seperti yang diajarkan Nabi Muhammad kepada para pengikutnya 14 abad yang lalu.

Seorang pejabat kesehatan Saudi, berbicara kepada Reuters pada hari Senin, sebelum banyak laporan kematian dikeluarkan, pihak berwenang tidak melihat adanya kematian yang tidak biasa di antara jamaah haji di tengah suhu yang sangat tinggi.

"Kementerian sejauh ini telah merawat lebih dari 2.700 jamaah yang mengalami penyakit akibat panas," tambahnya.

"Haji adalah tugas yang sulit, jadi Anda harus mengerahkan upaya dan melaksanakan ibadah bahkan dalam kondisi panas dan penuh sesak," kata seorang peziarah Mesir kepada Reuters pada hari Minggu.

Para peziarah menggunakan payung untuk melindungi diri dari sinar matahari, ketika pemerintah Saudi memperingatkan peziarah untuk tetap terhidrasi dan menghindari berada di luar ruangan selama jam-jam terpanas antara pukul 11.00 (08.00 GMT) hingga 15.00.



Begini Pola Makan yang Dianjurkan Ahli Gizi untuk Jemaah Haji

Begini Pola Makan yang Dianjurkan Ahli Gizi untuk Jemaah Haji


(naf/naf)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat