gtrees.net

Hati-hati, 8 Kelompok Orang Ini Tak Boleh Asal Minum Kopi

5 Tips Kurangi Rasa Gelisah dan Cemas Efek Minum Kopi
Ilustrasi. (Foto: iStock)

Daftar Isi
  • 1. Pengidap Sindrom Iritasi Usus (IBS)
  • 2. Pengidap GERD
  • 3. Pengidap Glaukoma
  • 4. Ibu hamil dan menyusui
  • 5. Orang dengan penyakit jantung
  • 6. Orang yang mengalami gangguan tidur
  • 7. Pengidap diare
  • 8. Orang yang rentan cemas atau serangan panik
Jakarta -

Kopi adalah salah satu minuman andalan bagi sebagian besar orang untuk mengawali hari. Hal ini karena secangkir kopi di pagi hari dapat memberikan energi dan stamina untuk menjalani aktivitasnya.

Meski kopi memiliki banyak manfaat baik untuk kesehatan, ada beberapa orang dengan kondisi tertentu yang justru mendapatkan efek samping imbas meminum kopi. Bahkan dapat memperparah gejala penyakit yang sedang dialami.

Lalu, siapa saja orang-orang yang tidak dianjurkan minum kopi? Dikutip dari Eat This, berikut daftarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Pengidap Sindrom Iritasi Usus (IBS)

Orang yang mengidap sindrom iritasi usus (IBS) sebaiknya menghindari kopi. Pasalnya, kafein yang ada pada kopi dapat merangsang pergerakan usus dan memperparah diare, salah satu gejala dari IBS.

"Jika Anda memiliki IBS, maka sebaiknya membatasi atau menghindari minuman berkafein," ujar pakar nutrisi dari Seattle Angel Planells, MS, RDN.

ADVERTISEMENT

2. Pengidap GERD

Kafein yang terdapat pada kopi juga dapat memperparah gejala GERD. Ahli nutrisi dari MyNetDiary, Sue Heikkinen, MS, RD, mengatakan kafein dapat melemahkan katup sfingter yang membatasi antara kerongkongan dan lambung. Akibatnya, katup tersebut tidak bisa menutup dengan sempurna, sehingga memungkinkan cairan asam lambung dan makanan kembali naik ke kerongkongan.

"Jika Anda memiliki GERD, mengonsumsi kopi decaf mungkin bisa membantu," ucapnya.

3. Pengidap Glaukoma

Glaukoma adalah gangguan penglihatan yang disebabkan oleh kerusakan saraf mata. Orang dengan kondisi ini juga tidak disarankan untuk minum kopi.

Sebab, kafein dapat meningkatkan tekanan intraokular pada mata. Hal ini dapat memperparah glaukoma dan bahkan meningkatkan risiko kebutaan.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Rumah Sakit Mount Sinai juga menemukan konsumsi kafein dalam jumlah banyak dapat meningkatkan risiko glaukoma pada orang-orang yang punya kencenderungan mengalami peningkatan tekanan di mata.

4. Ibu hamil dan menyusui

Mungkin banyak yang sudah tahu kalau kopi tidak dianjurkan untuk ibu hamil dan menyusui. Beberapa penelitian menunjukkan konsumsi kafein dalam jumlah berlebihan dapat meningkatkan risiko keguguran, persalinan prematur, dan berat badan lahir rendah.

Kafein juga bersifat diuretik, sehingga bisa meningkatkan risiko dehidrasi.

American College of Obstetrics and Gynecology merekomendasikan ibu hamil dan menyusui membatasi asupan kafein hingga 200 miligram, atau sekitar dua cangkir kopi sehari. Meski demikian, bumil dan busui harus berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi kafein.

5. Orang dengan penyakit jantung

Orang yang memiliki penyakit jantung tertentu, seperti aritmia, disarankan untuk tidak minum kopi atau minuman berkafein lainnya.

Kafein dapat meningkatkan detak jantung dan tekanan darah secara sementara. Hal ini dapat berdampak buruk pada orang yang memiliki kelainan atau masalah jantung tertentu. Karenanya, orang dengan penyakit jantung harus berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi kopi.

6. Orang yang mengalami gangguan tidur

Kopi sering dianggap sebagai solusi untuk mengatasi ngantuk akibat kurang tidur. Kendati demikian, orang yang memiliki masalah tidur ternyata tidak disarankan minum kopi.

Sebab, kopi dapat mengganggu kualitas tidur. Apalagi, jika kopi dikonsumsi enam hingga delapan jam sebelum tidur. Kebiasaan ini dapat mengganggu irama sirkadian, sehingga merusak waktu dan kualitas tidur.

7. Pengidap diare

Orang yang sedang diare juga sebaiknya menghindari minum kopi. Seperti yang disebutkan sebelumnya, kafein pada kopi dapat merangsang pergerakan usus dan memicu keinginan untuk buang air besar (BAB).

Hal ini dapat meningkatkan jumlah cairan tubuh yang terbuang bersama feses, dan memicu risiko dehidrasi.

8. Orang yang rentan cemas atau serangan panik

Bagi beberapa orang, kafein dapat memperburuk kondisi kecemasan atau ansietas. Studi dari General Hospital Psychiatry menemukan konsumsi minuman berkafein sebanyak lima cangkir per hari berpotensi menimbulkan serangan panik pada orang-orang dengan kecenderungan ansietas.

Namun, efek tersebut dapat berbeda-beda pada setiap orang. Terkadang, seseorang bisa mengalami serangan panik meski hanya mengonsumsi satu atau dua cangkir kopi.



Simak Video "Anjuran Kopi dan Teh Tak Dikonsumsi saat Sahur"
[Gambas:Video 20detik]
(ath/suc)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat