gtrees.net

Sexless Marriage Nyata Adanya, Ini yang Bikin Pasutri Ogah Bercinta

young asian couple with relationship problem appear depressed and frustrated.
Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/imtmphoto

Daftar Isi
  • 1. Stres
  • 2. Perbedaan hasrat seks
  • 3. Komunikasi yang buruk
  • 4. Penyakit mental atau fisik
  • 5. Dorongan seks rendah
Jakarta -

Hubungan seks menjadi salah satu cara membuat pasangan suami istri menjadi lebih harmonis. Namun, beberapa pasangan bisa saja terjebak dalam hubungan tanpa seks atau sexless marriage.

Dikutip dari laman Very Well Mind, sexless marriage merupakan pernikahan tanpa adanya aktivitas seksual di antara pasangan. Beberapa ahli menganggap pernikahan tanpa seks jika keintiman seksual tidak ada selama satu tahun atau lebih.

Ada pula yang mendefinisikannya sebagai perkawinan di mana pasangannya tidak melakukan hubungan seksual selama satu bulan. Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan sexless marriage terjadi, yakni:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Stres

Stres yang berlebihan bisa mengganggu bahkan merusak gairah seksual. Hormon stres kortisol berperan dalam proses ini. Ketika kadar kortisol meningkat, hormon seks dan libido akan menurun.

Saat periode stres, kadar kortisol akan sembilan kali lebih tinggi daripada saat sedang santai.

Efek psikologis dari stres ini juga membuat seseorang merasa sangat lelah dan cemas. Imbasnya, seseorang tidak memiliki keinginan atau energi untuk berhubungan seks.

2. Perbedaan hasrat seks

Adanya perbedaan hasrat juga bisa membuat frekuensi hubungan seks semakin berkurang. Misalnya, suami ingin berhubungan seks, tetapi istri sedang tidak bergairah untuk melakukannya.

Meski terkadang hal ini tidak selalu menjadi masalah, dorongan seks yang tidak sesuai bisa memicu perasaan penolakan pada pasangan yang libidonya lebih tinggi. Selain itu, dapat menimbulkan perasaan bersalah atau jengkel pada pasangan yang libidonya rendah.

3. Komunikasi yang buruk

Selain hasrat, komunikasi yang buruk bisa memicu terjadinya sexless marriage. Penelitian menunjukkan bahwa ketidakpuasan dalam hubungan, di mana pasangan memiliki tingkat keinginan yang berberda sebagian besar karena komunikasi yang buruk.

Kurang bagusnya komunikasi untuk saling memahami hasrat seksual dapat memperburuk hubungan seks yang dilakukan. Bahkan, bisa menyebabkan kurangnya frekuensi hubungan seks.

4. Penyakit mental atau fisik

Kondisi kesehatan kronis, nyeri sendi, nyeri otot, kanker, depresi, dan penyakit lainnya bisa mempengaruhi kehidupan seksual. Ini bisa jadi merupakan efek samping dari masalah kesehatannya atau obat yang dikonsumsi untuk mengobatinya.

Misalnya seperti selective serotonin reuptake inhibitors (SSRI) yang ditujukan untuk mengatasi depresi. Obat ini bisa memicu disfungsi seksual.

5. Dorongan seks rendah

Kondisi ini seringkali disebut sebagai gangguan hasrat seksual hipoaktif (HSDD). Dorongan seks rendah ini adalah masalah yang mungkin dialami pria dan wanita.

American Sexual Health Association berpendapat bahwa HSDD melibatkan tidak adanya hasrat, pikiran, atau fantasi seksual, yang menyebabkan tekanan pribadi.

Berbagai faktor dapat berkontribusi terhadap pengembangan HSSD. Misalnya seperti depresi, trauma fisik atau seksual, penyalahgunaan atau ketergantungan zat, atau pengobatan tertentu.

Bisa juga karena memiliki kondisi medis yang menyebabkan rendahnya hasrat seksual, seperti diabetes, hipertensi, atau sindrom metabolik.



Waktu Ideal Pasutri Berhubungan Intim di Bulan Ramadan

Waktu Ideal Pasutri Berhubungan Intim di Bulan Ramadan


(sao/kna)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat