gtrees.net

Rahasia Bugar dan Panjang Umur Nenek 102 Tahun, Rajin Lakukan 3 Hal Ini

ilustrasi lansia jalan kaki
Foto: thinkstock

Daftar Isi
  • 1. Bergerak setiap hari
  • 2. Mengonsumsi Menu Pescatarian
  • 3. Bersosialisasi dan Selalu Belajar
Jakarta -

Banyak orang yang mendambakan bisa hidup sehat dan panjang umur. Beragam cara pun dilakukan, mulai dari mengonsumsi obat-obatan khusus, hingga memanfaatkan teknologi modern.

Tapi tidak bagi Deborah Szekely. Di usianya yang sudah menginjak 102 tahun, nenek asal Amerika Serikat itu masih tetap bugar. Bahkan, dia masih bisa bekerja tiga kali seminggu di resor kebugaran dan spa yang telah dia kelola sejak 1940.

Lantas, apa sih rahasia panjang umur Szekely? Ternyata, kunci hidup sehat dan panjang umur Szekely ada pada tiga kebiasaan yang rutin dia lakukan setiap hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa saja kebiasaan tersebut? Dikutip dari CNBC Make It, berikut tiga kebiasaan Szekely yang membuatnya bisa tetap sehat dan produktif meski sudah berusia senja.

1. Bergerak setiap hari

Salah satu kebiasaan yang rutin dilakukan Szekely adalah berjalan kaki. Setiap harinya, Szekely selalu berusaha untuk berjalan kaki setidaknya satu mil.

"Saya tidak bisa tidur siang kecuali saya sudah bergerak. Ini sudah menjadi sesuatu yang perlu saya lakukan. Sama seperti bangun di pagi hari," ucapnya.

Szekely mengatakan salah satu cara untuk terbiasa jalan kaki adalah dengan menemukan teman yang tepat.

Saya mempunyai teman seorang biarawati Katolik yang suka berjalan kaki. Jadi kami berjalan kaki bersama," ujarnya.

Bergerak secara alami melalui aktivitas fisik berintensitas rendah, seperti berjalan kaki, merupakan salah satu praktik yang sering dilakukan oleh orang-orang dengan umur terpanjang di dunia.

2. Mengonsumsi Menu Pescatarian

Szekely mengaku selalu mengonsumsi makanan nabati dan tidak pernah makan daging selain ikan sejak usia yang sangat muda.

"Saya seorang pescatarian. Dan saya sebenarnya beruntung tidak pernah makan daging karena orang tua saya," katanya.

Pola makan yang dianut Szekely sejalan dengan diet Mediterania yang memprioritaskan biji-bijian, buah-buahan, sayuran, dan ikan.

Adapun menu sarapan, makan siang, dan makan malam yang biasa dikonsumsi Szekely terdiri dari:

  • Sarapan: yogurt, pisang, dan biji-bijian
  • Makan siang: salad
  • Makan malam: salad, ikan, atau kentang panggang

Selain makanan-makanan tersebut, Szekely juga berusaha untuk selalu mencoba menu baru saat makan di luar rumah.

3. Bersosialisasi dan Selalu Belajar

Di usia yang sudah menginjak 102 tahun, Szekely memiliki kalender sosial yang cukup padat.

"Saya memiliki tiket musiman untuk setiap pertunjukan yang diadakan Old Globe Theatre di San Diego. Saya sering pergi ke teater, dan saya menyukai opera," tuturnya.

Szekely pun sering menjadi pembicara dan bergaul dengan tamu yang mengunjungi resornya.

Selain rajin bersosialisasi, Szekely juga tidak pernah berhenti belajar hal baru. Dia bahkan menguasai empat bahasa berbeda yang dia praktikkan dalam pergaulan sehari-hari.

"Bahasa Jerman saya jelek, tapi bahasa Prancis saya sangat bagus karena saya banyak berpikir dalam bahasa Prancis dan saya bermimpi tentang hal itu. Dan bahasa Spanyol, saya berbicara setiap hari," tandasnya.



Soal Warga RI Menua Lebih Cepat dari Jepang, Bappenas: Harus Diantisipasi

Soal Warga RI Menua Lebih Cepat dari Jepang, Bappenas: Harus Diantisipasi


(ath/kna)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat