gtrees.net

Berapa Kali Mi Instan Boleh Dimakan dalam Seminggu? Ini Kata Ahli

Ilustrasi mi instan
Foto: Shutterstock

Daftar Isi
  • Berapa Batas Aman Makan Mi Instan?
Jakarta -

Mie instan jadi makanan favorit sebagian orang. Rasanya enak, variannya beragam, porsinya mengenyangkan, dan harganya ramah di kantong pula. Waktu penyajian yang singkat juga jadi alasan mi instan kerap jadi alternatif.

Dengan banyaknya poin plus mi instan, tak sedikit orang yang tidak bisa berhenti menyantapnya. Akan tetapi, makanan ini disebut-sebut tidak sehat dan tak baik bila dikonsumsi terlalu sering.

Lantas, sebenarnya adakah batas aman makan mi instan? Berapa kali mi instan boleh dimakan, contohnya dalam seminggu?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berapa Batas Aman Makan Mi Instan?

Guru besar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada Prof Zullies Ikawati, Apt, menjelaskan sebenarnya tak ada aturan pasti terkait berapa kali mi instan aman dikonsumsi dalam seminggu.

"Sebetulnya tidak ada aturan seperti itu karena mi itu sendiri kan sebenarnya karbohidrat, sama seperti nasi," terang Prof Zullies, dikutip dari catatan . "Hanya saja kalau nasi dari padi, dari beras, kalau mi kan dari gandum. Tapi sama-sama karbohidrat."

ADVERTISEMENT

"Nggak seperti obat sih, kalau obat kan 3 kali sehari ada dosisnya ya. Kalau mi itu saya kira nggak ada patokan, karena itu bahan makanan yang bisa kita makan sesuai keinginan kita," tambahnya.

Meski demikian, Prof Zullies menyarankan untuk tidak terlalu sering makan mi instan. Karena ada kandungan pengawet dan bumbunya cenderung asin. Perihal ini, ia mengatakan bahwa tiap orang mesti mengenali kondisi tubuh masing-masing.

Apabila seseorang punya riwayat hipertensi contohnya, maka dapat mengurangi bumbu mi instan yang digunakan atau menggantinya dengan bumbu racikan sendiri.

Kandungan nutrisi di dalamnya juga kurang seimbang. Dilansir Healthline, mi instan rendah serat dan protein walau juga rendah kalori. Di sisi lain, kandungan natrium, lemak, dan karbohidrat dalam mi instan juga cenderung tinggi.

Karena itu, Prof Zullies menyarankan untuk menambah protein dan serat saat memakannya dibanding nasi agar karbohidratnya tidak dominan.

Ahli gizi UM Surabaya Tri Kurniawati, dilansir laman Universitas Muhammadiyah Surabaya, menegaskan sebaiknya mi instan tidak dimakan lebih dari 2 bungkus dalam seminggu. Ia juga menyarankan untuk menambah sayuran dan protein jika hendak mengkonsumsinya.

Makan mi instan terlalu sering dapat berpengaruh positif terhadap obesitas abdominal dan hiperkolesterolemia. Selain itu, Tri mengungkap, "Konsumsi mi instan lebih dari 2 bungkus dalam seminggu dikaitkan dengan tingginya peningkatan sindrom metabolik pada wanita."



Simak Video "Hipertensi Kerap Jadi Silent Killer, Dokter Saraf: Cek Sejak 18 Tahun"
[Gambas:Video 20detik]
(azn/fds)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat