gtrees.net

Kandungan Probiotik Susu Fermentasi Bisa Jadi Alternatif Cegah Diabetes

Susu Fermentasi
Foto: Shutterstock

Jakarta -

Makanan dan minuman fermentasi dapat menjadi sumber nutrisi baik untuk menjaga kesehatan organ pencernaan serta imunitas tubuh manusia. Tak hanya itu, ternyata susu fermentasi dapat menjadi salah satu alternatif upaya mencegah penyakit diabetes.

Dokter spesialis penyakit dalam konsultan endokrin, metabolik dan diabetes DR. dr. Indra Wijaya, Sp.PD - KEMD, M.Kes, FINASIM, FACP menjelaskan terdapat perubahan paradigma masyarakat dalam gaya hidup dan pola konsumsi pada saat ini dengan semakin banyak produk-produk yang kurang sehat. Salah satunya makanan cepat saji dengan kadar gula tinggi yang dapat menyebabkan penyakit diabetes.

Meski demikian, dr. Indra menjelaskan pengidap diabetes tetap membutuhkan gula dalam tubuh mereka sesuai dengan anjuran yang telah disampaikan oleh dokter. Jadi, yang ditekankan adalah komposisi dari makanan yang dikonsumsi oleh pengidap diabetes.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tentu perlu (mengonsumsi gula). Karena kembali lagi, bahwa gula itu adalah sumber energi, tidak mungkin pasien diabetes itu tidak makan karbohidrat, yang terpenting adalah jumlah asupan kalorinya dan jumlah asupan karbohidratnya baik dalam persentase dari karbohidrat, protein, lemak, mineral dan serat," kata dr. Indra kepada beberapa waktu lalu.

dr. Indra juga membagikan tips dan trik untuk mengonsumsi gula tanpa khawatir terhadap penyakit diabetes yaitu dengan melakukan pola hidup sehat. Pola makanan dan pola minuman yang tidak berlebihan kalori, termasuk tidak berlebihan gula.

ADVERTISEMENT

"Kemudian, pola olahraga yang teratur, pola tidur yang cukup, pola manajemen dari stres. Itu yang kami tekankan kepada pasien-pasien yang mau cegah diabetes atau pasien diabetes yang mau hidup sehat," ujarnya.

"Pola hidup sehat yang utama, ini mungkin tambahan, jika Anda ingin hidup lebih sehat bisa menambahkan probiotik," imbuhnya.

Menurutnya, pola hidup sehat dengan tambahan mengonsumsi probiotik ini juga bisa didapatkan dalam susu fermentasi.

"Pola hidup sehat tadi juga termasuk pola makan dan pola minum. Nah, susu fermentasi termasuk pola minum, jadi kita cari minuman sehat seperti air putih, minuman yang tidak tinggi gula, termasuk juga minuman fermentasi seperti yogurt, susu fermentasi, atau lain-lainnya," jelasnya.

"Saran saya perhatikan komposisinya, berapa kandungan jumlah probiotiknya, jumlah gulanya, mungkin ada tambah-tambahan komposisi yang lain, ada juga kan yang ditambahkan vitamin D, vitamin C. Tetapi, kita memilih yang mana memang terbukti secara valid sudah digunakan secara lama," jelas dr. Indra.

Susu FermentasiFoto: Shutterstock

Kemudian, dr. Indra memaparkan pola makanan dan pola minuman yang berfermentasi dengan kandungan probiotik di dalamnya dapat menjadi alternatif lain untuk mencegah diabetes. Probiotik sendiri adalah mikrobiota atau bakteri baik yang terdapat dalam tubuh manusia, yaitu di dalam usus.

Menurut dr. Indra, hubungan probiotik dan diabetes telah dilakukan beberapa penelitian bahwa terdapat hubungan yang terjadi secara tidak langsung terhadap pencegahan diabetes.

"Keseimbangan microbiota usus atau lebih dikenal bakteri baik pada probiotik itu membantu keseimbangan gula di dalam darah melalui mekanisme-mekanisme tertentu. Jadi, ada hubungannya secara tidak langsung di darah itu berhubungan dengan pencegahan diabetes atau menstabilkan gula darah," ungkap dr. Indra.

Di dalam usus terdapat bakteri baik dan jahat, ungkapnya, di mana jika jumlah bakteri baiknya stabil dan cukup banyak, maka metabolisme akan baik dan hormon-hormon menjadi stabil.

Selain itu, probiotik atau bakteri ini sangat banyak jenisnya, ujar dr. Indra, contohnya antara lain Lactobacillus (lebih dari 50 jenis), Bifidobacteria, Streptococcus thermophilus, dan Saccharomyces. Adapun contoh probiotik yang terdapat di makanan atau minuman adalah susu fermentasi, yogurt, tempe, kimchi, nato, acar, miso, dan keju.

Yakult sejak 1935 dapat menjadi pilihan untuk mengonsumsi minuman fermentasi dengan kandungan hasil fermentasi antara susu skim, gula dan bakteri Lactobacillus casei strain shirota.

Lebih lanjut, dr. Indra juga kembali menegaskan bahwa produk susu fermentasi yang dipilih perlu teruji valid secara klinis dan sudah digunakan sejak lama.

Secara ringkas, ia juga menjelaskan cara kerja probiotik yang terjadi untuk inflamasi peradangan jangka panjang.

"Karena diabetes itu merupakan suatu kondisi inflamasi kronik atau peradangan secara kronis yang terjadi di dalam tubuh, maka gula tinggi akan merusak pembuluh darah dan organ-organ tubuh sehingga diabetes terkenal dengan banyaknya komplikasi. Probiotik diketahui dapat menekan marker atau sitokin inflamasi sehingga dapat membantu untuk menjaga kadar gula darah dan mencegah komplikasi lebih lanjut," tutupnya.

Sebagai informasi, untuk konsultasi penyakit dalam konsultan endokrin, metabolik dan diabetes bersama dr. Indra Wijaya dapat dilakukan di RS Pantai Indah Kapuk.

(akd/ega)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat